Hati yang Penuh dengan Belas Kasih
Romo Roy
Tanda Salib dan Salam
P: Dalam Nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
U: Amin.
P: Semoga Tuhan beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
Kata Pengantar
Iman, Harapan, dan Kasih
Dalam kehidupan umat Kristiani, kita mengenal tiga keutamaan utama, yaitu iman, harapan, dan kasih. Namun, pada kesempatan ini, marilah kita memusatkan perhatian pada keutamaan kasih.
Kasih yang memenuhi hati, seperti kasih dalam hati Yesus, mendorong kita untuk berbelas kasih kepada sesama. Terlebih lagi, kasih menggerakkan kita untuk memperhatikan mereka yang menderita, lemah, dan tidak berdaya.
Karena itu, Tuhan mengundang dan memanggil kita untuk menjadi tanda kasih-Nya yang nyata bagi sesama. Sebagai contoh, Yesus menunjukkan kasih tersebut ketika bertemu dengan seorang janda di Nain yang kehilangan anak tunggalnya.
Melalui kisah tersebut, kita belajar bahwa kasih tidak hanya hadir melalui perkataan. Sebaliknya, kita perlu mewujudkan kasih melalui perhatian dan tindakan nyata.
Doa Pembuka
Memohon Hati yang Penuh Kasih
Marilah kita berdoa.
(Hening sejenak)
Allah Bapa Yang Mahakasih, Engkau menunjukkan belas kasih yang besar melalui Putra-Mu, Yesus Kristus. Meskipun demikian, kami yang rapuh, lemah, dan tidak berdaya tetap berarti di hadapan-Mu.
Engkau tetap mencintai, mendampingi, dan menyertai kami apa adanya. Oleh karena itu, kami bersyukur atas pengalaman kasih yang begitu indah dalam kehidupan kami.
Ajarlah kami memiliki hati seperti hati Putra-Mu. Dengan demikian, kami mampu menunjukkan belas kasih kepada semua orang, terutama kepada mereka yang menderita, lemah, dan tidak berdaya.
Selain itu, teguhkan langkah kami agar mampu menghadirkan kasih-Mu melalui tindakan nyata setiap hari.
Demi Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersatu dengan Dikau dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan Injil
Lukas 7:11–17
P: Semoga Tuhan beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
P: Inilah Injil Suci menurut Lukas.
U: Terpujilah Kristus.
Renungan
Belas Kasih sebagai Jalan Hidup
Belas kasih merupakan salah satu keutamaan utama dalam iman Kristiani. Selain itu, belas kasih menjadi karakter penting dalam kehidupan setiap murid Yesus.
Ketika belas kasih memenuhi hati, kita terdorong menghadirkan berkat bagi sesama. Terutama, kita dapat memberi perhatian kepada mereka yang menderita dan membutuhkan pertolongan.
Yesus sendiri memberikan teladan ketika bertemu dengan anak laki-laki tunggal seorang janda di Nain yang telah meninggal. Pada saat itu, kasih menggerakkan Yesus untuk bertindak dan memberikan pertolongan.
Karena itu, teladan Yesus mendorong kita melakukan karya nyata. Kita tidak harus selalu melakukan karya besar atau spektakuler.
Kasih dalam Tindakan Sederhana
Sebaliknya, kita dapat memulai dari tindakan sederhana. Dengan hati yang penuh belas kasih, tindakan kecil pun dapat membawa berkat bagi orang lain.
Belas kasih tidak berhenti pada rasa iba. Namun, kita perlu melanjutkannya melalui tindakan nyata.
Ketika melihat orang lain mengalami kesulitan, selanjutnya, mari kita bertanya apa yang dapat kita lakukan untuk membantu.
Dengan demikian, belas kasih mengubah kepedulian menjadi tindakan. Kita tidak hanya merasakan penderitaan sesama, tetapi juga berusaha meringankan beban mereka.
Menjadi Pribadi yang Peduli
Orang yang memiliki hati penuh belas kasih akan lebih terbuka terhadap kebutuhan sesama. Selain itu, ia mampu menunjukkan kepekaan, kepedulian, simpati, dan empati.
Dengan cara demikian, kehadirannya dapat meneduhkan hati. Kata-kata dan tindakannya juga mampu memberikan ketenangan serta kekuatan kepada orang lain.
Bahkan, sikap tersebut dapat menumbuhkan harapan dan membawa perubahan dalam kehidupan. Pada akhirnya, kasih membantu kita menciptakan kehidupan yang lebih baik, lebih damai, dan lebih manusiawi.
Menghadirkan Kasih bagi Sesama
Oleh sebab itu, marilah kita menggunakan perkataan dan tindakan untuk menghadirkan solusi. Jangan sampai kehadiran kita justru menambah persoalan yang sudah dihadapi sesama.
Selanjutnya, Tuhan memanggil kita untuk menghadirkan kasih melalui tindakan nyata. Kita dapat memulainya dari keluarga, lingkungan, dan orang-orang yang setiap hari kita jumpai.
Tidak hanya itu, kita juga tidak perlu menunggu kesempatan besar untuk berbuat baik. Sebab, tindakan sederhana yang lahir dari belas kasih dapat memberikan arti besar bagi kehidupan sesama.
Karena itu, marilah kita membuka mata dan hati terhadap orang-orang di sekitar kita. Dengan demikian, kita dapat melihat siapa yang membutuhkan perhatian, pertolongan, penghiburan, dan dukungan.
Pada akhirnya, semoga hati kita semakin menyerupai hati Yesus. Dengan demikian, kita mampu menjadi pembawa penghiburan, harapan, dan sukacita bagi mereka yang membutuhkan.
Doa Umat
Doa Kasih
Selanjutnya, marilah kita panjatkan Doa Kasih 1 (PS No. 23).
Bapa Kami
Menyatukan Doa dan Harapan
Kemudian, marilah kita satukan doa-doa dan harapan kita. Setelah itu, bersama-sama kita panjatkan doa yang diajarkan sendiri oleh Yesus Kristus:
Bapa kami …
Doa Penutup
Memohon Hati seperti Yesus
Marilah kita berdoa.
(Hening sejenak)
Allah Bapa, Sang Sumber Pengharapan hidup bagi setiap manusia, berikanlah kepada kami hati seperti hati Putra-Mu, Yesus.
Karena itu, gerakkanlah hati kami dengan belas kasih. Dengan demikian, kami semakin peka, tanggap, peduli, terbuka, dan mau terlibat dalam duka, penderitaan, masalah, serta kecemasan sesama.
Menjadi Pembawa Harapan
Selain itu, bantulah kami mengubah air mata kepedihan, kepiluan, dan keputusasaan menjadi mata air berkat.
Dengan demikian, semoga melalui kehadiran kami, sesama menemukan penghiburan, harapan, dan sukacita dalam kehidupan.
Selanjutnya, mampukan kami menghadirkan kasih-Mu melalui perkataan dan tindakan setiap hari.
Pada akhirnya, jadikanlah kami pribadi yang mampu membawa damai, memberikan pertolongan, dan menumbuhkan harapan bagi sesama.
Doa ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Mohon Berkat
Berkat Penutup
P: Semoga Tuhan beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
P: Semoga Allah Yang Mahakuasa memberkati kita. Dalam Nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
U: Amin.***





