Riwayat Hidup Romo Aloysius Mujiantono, Imam Diosesan Keuskupan Tanjungkarang

ALTUMNEWS.Com, PRINGSEWU — Romo Aloysius Mujiantono lahir di Gisting, Tanggamus, pada 2 Februari 1967. Ia mengawali pendidikan di SD Xaverius Gisting. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMP Xaverius Gisting.

Perjalanan Menuju Imamat

Usai menyelesaikan pendidikan dasar, Romo Muji melanjutkan pendidikan ke Seminari Menengah St. Paulus Palembang. Ia kemudian melamar ke Keuskupan Tanjungkarang untuk menjadi imam diosesan.

Pada 1989, ia menjalani Tahun Orientasi Rohani di Pematangsiantar, Sumatera Utara. Masa tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan panggilannya menuju imamat.

Selanjutnya, Romo Muji menerima tahbisan diakon pada 27 Juni 1999. Mgr. Andreas Henrisoesanta menahbiskannya di Paroki Keluarga Kudus Sidomulyo, Lampung Selatan.

Tidak lama kemudian, tepatnya pada 22 Juli 1999, Diakon Aloysius Mujiantono mulai bertugas di Paroki St. Yohanes Rasul Kedaton.

Menerima Tahbisan Imamat

Pada 12 Januari 2000, Diakon Aloysius Mujiantono menerima Sakramen Tahbisan Imamat. Mgr. Andreas Henrisoesanta memimpin tahbisan tersebut di GSW Way Halim, Bandarlampung.

Sebagai imam baru, Romo Muji kemudian melayani umat di Unit Pastoral St. Thomas Rasul Sribhawono.

Setelah itu, ia mendapat tugas baru sebagai Pastor Pembantu di Paroki Kristus Raja Katedral Tanjungkarang. Selain itu, ia juga mengajar di SMA Xaverius Bandarlampung mulai 15 Agustus 2004.

Melayani di Baradatu dan Pringsewu

Pada 1 Mei 2007, Romo Muji menerima tugas perutusan baru. Ia melayani sebagai Pastor Pembantu di Paroki Keluarga Kudus Baradatu.

Selanjutnya, pada 2 Agustus 2012, Romo Aloysius Mujiantono menjadi Pastor Kepala Paroki Keluarga Kudus Baradatu. Mgr. Aloysius Sudarso memberikan tugas tersebut saat menjabat Administrator Apostolik Keuskupan Tanjungkarang.

Kemudian, pada 15 April 2014, Uskup Tanjungkarang Mgr. Yohanes Harun Yuwono menugaskan Romo Muji sebagai Pastor Rekan di Paroki St. Yusup Pringsewu.

Mengabdi Hingga Akhir Hayat

Pada 11 Agustus 2016, Romo Muji mendapat tugas tambahan sebagai Pemimpin Komunitas Wisma Unio Padangbulan. Ia juga tinggal di komunitas tersebut.

Kini, umat mengenal tempat itu sebagai Rumah Emeritus.

Kemudian, pada 25 Maret 2021, Romo Muji kembali bergabung dengan komunitas Pastoran Paroki St. Yusup Pringsewu.

Hingga akhirnya, pada Jumat, 8 Desember 2023 sekitar pukul 07.42 WIB, Romo Aloysius Mujiantono mengembuskan napas terakhir. Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu.

Selamat jalan, Romo Muji. Semoga Tuhan menerima pengabdian dan pelayananmu. Jadilah pendoa bagi kami yang masih melanjutkan peziarahan di dunia fana ini.***