Gubernur Lampung Apresiasi Perayaan Hardiknas Yayasan Dwi Bakti

ALTUMNEWS.Com, BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengapresiasi Yayasan Dwi Bakti Bandar Lampung (Fransiskus). Ia mengapresiasi berbagai kegiatan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2024.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh Sekolah Fransiskus,” ujar Gubernur.

Pernyataan itu disampaikan melalui Staf Ahli Gubernur bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Zainal Abidin. Ia hadir dalam pembukaan acara ke-CAKAP-an di SMA Fransiskus Bandarlampung, Kamis (2/5/2024).

Menurut Arinal, rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan. Kegiatan itu juga menjadi ruang untuk mengapresiasi para pendidik.

Selain itu, Sekolah Fransiskus memperkenalkan pendekatan pedagogis inovatif. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Arinal juga menyampaikan ucapan selamat Hari Pendidikan Nasional.

“Saya juga mengucapkan selamat Hari Pendidikan Nasional. Terima kasih atas dedikasi dan komitmen yang ditunjukkan dalam mendidik dan membimbing generasi emas melalui Yayasan Fransiskus,” ucapnya.

Pendidikan dan Kebudayaan Jadi Pilar Pembangunan

Arinal mengatakan pendidikan dan kebudayaan menjadi dua pilar utama pembangunan bangsa. Menurutnya, pendidikan membentuk karakter dan kemampuan setiap individu.

Sementara itu, kebudayaan menjadi bagian penting dari identitas bangsa. Kebudayaan juga memperkuat persatuan masyarakat Indonesia.

Karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu terus berinvestasi dalam pendidikan. Pendidikan berkualitas membuka kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang.

Selain itu, pendidikan mendorong generasi muda untuk berinovasi. Mereka juga dapat berkontribusi dalam membangun masa depan bangsa.

Sekolah Fransiskus Luncurkan Pedagogi CAKAP

Arinal juga menyoroti pendidikan kodrat. Menurutnya, pendekatan tersebut memiliki dampak penting bagi pembentukan karakter peserta didik.

Karena itu, Sekolah Fransiskus meluncurkan Pedagogi CAKAP. Program tersebut membawa semangat khas Suster FSGM.

“Saya sangat mengapresiasi hal tersebut. Ketika kita mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan kodrat dalam kehidupan sehari-hari, kita menjadi pembelajar yang lebih berempati dan berdaya,” ujarnya.

Menurut Arinal, pendekatan tersebut juga mendorong peserta didik berkontribusi positif bagi masyarakat.

Selanjutnya, ia mengajak semua pihak memperkuat persaudaraan dan kerja sama. Dengan semangat tersebut, ia optimistis masyarakat dapat mewujudkan tema kegiatan.

Tema itu berbunyi “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan, Bersinergi dalam Keberagaman Menuju Indonesia Emas.”

“Marilah kita rapatkan barisan untuk bersama-sama mengatasi berbagai tantangan. Dengan demikian, Indonesia dapat menuju masa depan yang gemilang,” tutupnya.

Yayasan Dwi Bakti Gelar Beragam Kegiatan

Sementara itu, Ketua Yayasan Dwi Bakti Bandar Lampung Sr. M. Editha, FSGM, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak. Ia berterima kasih atas dukungan mereka dalam kegiatan Hardiknas 2024.

“Saya bersyukur acaranya berjalan dengan baik, penuh berkah, dan lancar. Saya menghaturkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, mendoakan, dan terlibat dalam seluruh kegiatan,” ujar Sr. Editha.

Ia berharap kegiatan tersebut memberi kontribusi bagi dunia pendidikan. Selain itu, ia mengajak semua pihak bersama-sama memajukan pendidikan Indonesia.

Perayaan Hardiknas Berlangsung Dua Hari

Sr. Editha menjelaskan tema kegiatan Hardiknas 2024. Yayasan Dwi Bakti mengusung tema “Ke-CAKAP-an Fransiskus Untuk Indonesia.”

Sementara itu, subtemanya berbunyi “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan, Bersinergi dalam Keberagaman Menuju Indonesia Emas.”

Rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari. Acara berlangsung pada 2-3 Mei 2024.

Panitia menyiapkan berbagai kegiatan dalam perayaan tersebut. Salah satunya ialah peluncuran Buku Pedagogi CAKAP.

Selain itu, panitia menggelar Teachers Awards. Kegiatan tersebut memberikan apresiasi kepada guru se-Yayasan Dwi Bakti Bandarlampung.

Panitia juga menggelar Projek Profil Pelajar Pancasila (P5). Peserta didik dari berbagai sekolah Fransiskus menampilkan beragam karya.

Kemudian, peserta mengikuti panggung ke-CAKAP-an seni budaya. Panitia juga menghadirkan permainan tradisional dan modern.

Selain kegiatan pendidikan dan budaya, panitia menyediakan pemeriksaan kesehatan. Mereka juga mengadakan pengobatan murah bagi masyarakat.

Libatkan Sekolah dan Komunitas

Menurut Sr. Editha, seluruh unit sekolah di bawah Yayasan Dwi Bakti ikut ambil bagian. Sekolah tersebut berasal dari beberapa wilayah.

Peserta juga datang dari Batu Raja dan Klaten. Selain itu, Yayasan Dwi Bakti cabang Jakarta turut mengirimkan undangan.

Yayasan Diagrahita juga ikut dalam kegiatan tersebut. Yayasan itu mengelola sekolah luar biasa (SLB) yang berada di bawah karya para suster.

“Selain launching buku, juga ada pengumuman Teachers Awards untuk memberi apresiasi kepada para guru,” jelas Sr. Editha.

Kemudian, sekolah-sekolah menampilkan karya peserta didik. Mereka telah menyiapkan karya tersebut melalui kegiatan belajar di sekolah masing-masing.

Panitia juga menggelar pemeriksaan kesehatan dan pengobatan murah. Alumni serta para dokter ikut mendukung kegiatan tersebut.

Angkat Budaya Nusantara

Selain itu, panitia menghadirkan permainan tradisional. Sekolah Fransiskus dan para guru juga menampilkan seni budaya Indonesia.

“Dalam acara peringatan Hardiknas juga ada permainan tradisional dan gelar seni. Semuanya mengangkat budaya Indonesia. Jadi, temanya lebih pada Nusantara,” kata Sr. Editha.

Kegiatan tersebut juga mengikuti gerakan Keuskupan Tanjungkarang. Gerakan itu mendorong pendidikan yang mencintai budaya.

Menurut Sr. Editha, sekolah Fransiskus merupakan bagian dari karya Gereja. Karena itu, sekolah ikut mengambil bagian dalam gerakan tersebut.

Panitia memperkirakan sekitar 3.000 orang menghadiri seluruh rangkaian kegiatan. Jumlah tersebut mencakup peserta didik, guru, undangan, serta masyarakat.

Sebagai informasi, Uskup Keuskupan Tanjungkarang Mgr. Vincensius Setiawan Triatmojo turut membuka kegiatan tersebut.***