SMA Fransiskus Bandar Lampung Buka Rangkaian Perayaan 25 Tahun

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG — SMA Fransiskus Bandar Lampung membuka rangkaian kegiatan besar dengan penuh syukur dan sukacita.

Kegiatan itu mengusung tema “Peziarah Harapan Bersinergi Bersama Segenap Ciptaan Menyongsong Generasi Emas.”

Perayaan tersebut menggabungkan beberapa momentum penting. Pertama, sekolah memperingati 800 Tahun Kidung Segenap Ciptaan karya St. Fransiskus Asisi.

Selain itu, SMA Fransiskus Bandar Lampung merayakan 25 tahun berdiri. Perayaan ini juga menjadi bagian dari Tahun Yubelium 2025.

Tidak hanya itu, kegiatan tersebut menjadi bentuk aktualisasi Arah Dasar (Ardas) VIII Keuskupan Tanjungkarang.

Pembukaan Berlangsung di Halaman Sekolah

Panitia menggelar acara pembukaan di halaman SMA Fransiskus Bandar Lampung. Lokasinya berada di Jalan Bumimanti No. 2, Kp. Baru, Labuhan Ratu, Bandar Lampung.

Acara berlangsung pada Kamis, 24 Juli 2025. Pada kesempatan tersebut, para peserta mengikuti pembukaan dengan penuh antusias.

Ketua Yayasan Dwi Bakti Bandar Lampung, Sr. M. Editha, menyampaikan rasa syukur dalam sambutannya.

Menurutnya, kasih dan kerahiman Allah mengiringi seluruh rangkaian kegiatan. Karena itu, semangat tersebut menjadi awal yang baik bagi seluruh peserta.

Sr. Editha menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar peringatan. Sebaliknya, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata sinergi pendidikan, pelayanan sosial, dan panggilan spiritual.

Dengan demikian, seluruh pihak diajak berjalan bersama sebagai peziarah harapan.

Beragam Kegiatan Warnai Perayaan

Selanjutnya, Sr. Editha menjelaskan berbagai kegiatan yang panitia siapkan. Seluruh kegiatan tersebut menggabungkan unsur pendidikan, iman, sosial, dan kemanusiaan.

“Berbagai ragam kegiatan telah dirancang dan terlaksana dengan lancar. Kegiatannya mulai dari seminar, parenting, Bina Iman Anak dan Remaja, Temu OMK, Pasar Kitab Suci, dan permainan edukatif.”

Selain itu, panitia menggelar bazar dan pameran karya komunitas FSGM. Mereka juga menghadirkan kelas inspiratif dan pelayanan kesehatan.

Kemudian, panitia mengadakan aksi donor darah dan pengobatan murah. Mereka juga menggelar aksi sosial pembangunan dua rumah bagi warga yang membutuhkan.

Libatkan Banyak Elemen

Sementara itu, Sr. Editha mengatakan perayaan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat. Peserta didik, orang tua, pendidik, dan tenaga kependidikan ikut berpartisipasi.

Komunitas FSGM juga mengambil bagian. Bahkan, masyarakat umum dan Gereja di Keuskupan Tanjungkarang turut mendukung kegiatan tersebut.

Selanjutnya, Sr. Editha menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak. Ia secara khusus berterima kasih kepada Sr. M. Aquina, Pemimpin Provinsi Suster FSGM Indonesia, beserta dewan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Romo Andrianus Satu Manggo. Romo Andrianus memimpin misa pembukaan.

Selain itu, Sr. Editha mengapresiasi Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo dan Mgr. Adrianus Sunarko, OFM. Keduanya menjadi narasumber dalam seminar.

Dinas Pendidikan Provinsi Lampung juga mendapat apresiasi. Menurut Sr. Editha, dukungan tersebut membantu karya pendidikan SMA Fransiskus.

“Ucapan terima kasih juga pada para Romo, Suster, Bruder, Frater, tenaga medis, komunitas lokal dan nasional, sponsor, serta seluruh panitia yang berkontribusi dalam keberhasilan acara ini,” lanjut Sr. Editha.

Bawa Semangat Kasih dan Harapan

Dalam kesempatan itu, Sr. Editha mengutip surat Muder Anselma. Pendiri Kongregasi Suster FSGM itu menulis surat pada 28 Desember 1862.

“Dalam segala perbuatanNya, Tuhan berkehendak baik. Marilah kita memulai tahun ini dengan harapan kepada penyelenggaraan Ilahi-Nya.”

Menurut Sr. Editha, pesan tersebut menjadi inspirasi perayaan. Karena itu, ia berharap semangat kasih Allah terus mengiringi seluruh kegiatan.

“Semangat kasih Allah yang penuh kerahiman menjadi landasan bagi seluruh rangkaian perayaan ini,” ujarnya.

Selain itu, ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat nilai keutamaan dan pelayanan kasih. Kegiatan ini juga mendorong sinergi lintas sektor.

Dengan semangat tersebut, seluruh pihak berharap dapat membangun masyarakat yang harmonis dan adil. Pada akhirnya, mereka ingin menyongsong Generasi Emas Indonesia dengan penuh harapan.***