ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG — Pelaku usaha laundry di Lampung mulai merasakan manfaat jaringan gas bumi (jargas) PGN. D’Noti Laundry dan Acen Laundry membagikan pengalaman mereka setelah beralih dari LPG ke gas bumi PGN.
Kedua usaha tersebut merasakan penghematan biaya. Mereka juga menikmati operasional yang lebih stabil.
D’Noti Laundry Hemat hingga Rp1 Juta
Pemilik D’Noti Laundry, Heri Harnoto, mengatakan gas bumi membantu menghemat biaya operasional. Sebelum beralih ke PGN, ia menghabiskan 20 tabung LPG 12 kg setiap bulan.
Biaya LPG saat itu mencapai sekitar Rp4 juta. Setelah memakai gas bumi PGN, Heri hanya mengeluarkan maksimal Rp3,3 juta per bulan.
Penghematan tersebut tetap tercapai meski kapasitas produksi meningkat. D’Noti Laundry kini mampu menangani hingga 150 kg cucian per hari.
“Perbedaannya sangat jauh. Setelah pakai PGN, bisa hemat antara Rp700 ribu sampai Rp1 juta setiap bulan,” kata Heri saat ditemui di lokasi usahanya di Jalan Way Sekampung, Pahoman, Bandar Lampung, Rabu (3/12/2025).
Heri juga merasakan operasional yang lebih stabil. Gas bumi memberikan tekanan yang konsisten. Kondisi ini berbeda dengan LPG yang menurutnya kerap mengalami kebocoran atau tekanan tidak stabil.
Selain itu, mesin pengering dan boiler setrika uap di laundry tersebut membutuhkan pasokan gas dalam jumlah besar.
“Per bulan bisa habis 10 ribu meter kubik gas alam. Kalau dihitung, sekitar Rp300 per meter kubik,” jelasnya.
Heri berharap PGN menambahkan meteran gas yang lebih transparan. Dengan begitu, pelanggan dapat memantau pemakaian setiap hari.
Karyawan Rasakan Efisiensi Setrika Uap
Karyawan D’Noti Laundry, Dendra, juga merasakan manfaat penggunaan gas bumi. Ia menilai setrika uap berbasis gas lebih aman daripada setrika listrik.
“Kalau uap ditempel lama pun enggak akan lengket. Kalau listrik bisa makin panas dan bikin baju bolong. Dengan uap, ngilangin kusut juga lebih cepat,” jelasnya.
Acen Laundry Pangkas Biaya hingga Rp3 Juta
Acen Laundry juga merasakan penghematan setelah menggunakan gas bumi PGN. Usaha yang berdiri sejak 1986 itu berlokasi di Jalan Kartini, Palapa, Bandar Lampung.
Karyawan Acen Laundry, Rika, mengatakan pihaknya sudah menggunakan gas bumi PGN selama satu tahun.
“Sebelumnya kami habis 4 tabung LPG 50 kg tiap bulan, biaya sampai Rp4 juta. Setelah pakai PGN, sekarang hanya Rp1 juta sampai Rp1,5 juta per bulan,” ujar Rika, Rabu (3/12/2025).
Dengan penggunaan gas bumi, Acen Laundry memangkas biaya energi hingga sekitar Rp2,5 juta sampai Rp3 juta setiap bulan.
PGN Dukung UMKM dan Industri Rumah Tangga
Area Head PGN Lampung, Ahmad Abrar, mengapresiasi kepercayaan para pelaku usaha yang beralih ke gas bumi. Menurutnya, PGN terus meningkatkan layanan bagi UMKM dan masyarakat.
“Kami sangat senang melihat para pelaku usaha laundry merasakan langsung manfaat penggunaan gas bumi, baik dari sisi efisiensi biaya maupun stabilitas operasional. PGN berkomitmen untuk menghadirkan energi yang lebih bersih, aman, dan ekonomis bagi berbagai sektor usaha di Lampung,” ujar Abrar.
Abrar juga menanggapi masukan mengenai transparansi meteran gas.
“Masukan dari pelanggan seperti D’Noti Laundry menjadi perhatian kami. Kami terus mengevaluasi fasilitas penunjang, termasuk opsi meteran yang lebih mudah dipantau pelanggan, agar pemakaian bisa terkontrol dengan baik,” tambahnya.
Abrar memastikan PGN Lampung siap memperluas jaringan. PGN juga akan meningkatkan kualitas layanan.
“Kami ingin memastikan energi gas bumi bisa menjangkau lebih banyak rumah tangga dan pelaku usaha, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Abrar.***





