ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG — Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan kegiatan pengisian Lembar Kerja Evaluasi (LKE) Zona Integritas (ZI) dan rapat kerja Zona Integritas tahun 2026, Jumat (6/2/2026), di ruang sidang utama lantai dua Gedung Rektorat Unila.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya berkelanjutan Unila dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., serta dihadiri Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, para dekan, wakil dekan, dan Tim Zona Integritas Unila.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa pengisian LKE dan rapat kerja Zona Integritas merupakan bagian integral dari ikhtiar bersama Unila dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang berlandaskan prinsip good governance dan clean government.
Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), menurut Rektor, bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan komitmen moral dan institusional untuk memperkuat integritas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Rektor menjelaskan, ZI merupakan instrumen strategis untuk memastikan seluruh proses layanan, pengelolaan keuangan, manajemen sumber daya manusia, serta pelayanan publik dijalankan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, pengisian LKE ZI memiliki peran krusial sebagai cerminan objektif atas capaian, tantangan, dan area perbaikan yang perlu terus dibenahi oleh setiap unit kerja.
Lebih lanjut disampaikan, LKE tidak hanya dipandang sebagai dokumen penilaian, tetapi juga sebagai alat refleksi organisasi yang menuntut kejujuran, ketelitian, serta kesungguhan dari seluruh unit kerja. Rektor menekankan pentingnya pengisian LKE dilakukan secara akurat, berbasis data, dan dilengkapi bukti dukung yang valid sesuai kondisi riil di masing-masing fakultas dan unit kerja.
Melalui rapat kerja Zona Integritas, Rektor berharap terbangun kesamaan persepsi dan langkah strategis antarunit dalam memperkuat budaya integritas di lingkungan Unila. Sinergi antara pimpinan universitas, pimpinan fakultas, koordinator, dan admin ZI dinilai menjadi kunci keberhasilan pembangunan ZI yang berkelanjutan.
Rektor juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Zona Integritas tidak semata diukur dari predikat yang diraih, tetapi dari perubahan nyata dalam budaya kerja, peningkatan kualitas layanan, serta tumbuhnya kepercayaan publik terhadap Unila.
“Integritas harus tercermin dalam setiap pengambilan keputusan, pengelolaan anggaran, pelayanan akademik dan nonakademik, serta sikap dan perilaku seluruh sivitas akademika,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor turut menyampaikan apresiasi kepada para pimpinan fakultas, koordinator, dan admin Zona Integritas yang selama ini berperan aktif dalam menyiapkan data, melakukan monitoring, serta memastikan implementasi program ZI berjalan sesuai ketentuan. Peran tersebut dinilai strategis dalam menjaga reputasi dan kredibilitas institusi.
Melalui kegiatan pengisian LKE dan rapat kerja Zona Integritas ini, Unila berharap dapat semakin memperkuat komitmen dalam membangun birokrasi yang bersih, profesional, dan melayani, serta menjadikannya sebagai landasan yang kokoh bagi peningkatan kualitas tata kelola universitas di masa mendatang.***





