ALTUMNEWS.Com, BANDARLAMPUNG — Pemerintah Kota Bandar Lampung mengalokasikan anggaran sekitar Rp400 juta untuk program Pasar Murah Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di 20 kecamatan di Bandar Lampung.
Program tersebut menjadi langkah intervensi pemerintah daerah untuk menahan potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan pasar murah digelar secara serentak dengan menggandeng berbagai pihak.
“Pasar murah ini kami bekerja sama dengan Bank Indonesia dan sejumlah ritel. Tujuannya membantu masyarakat menghadapi Ramadan dan Idulfitri sekaligus menjaga daya beli,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Dalam operasi pasar tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga subsidi. Beras misalnya mendapat subsidi sekitar Rp15 ribu per 5 kilogram, gula pasir Rp4 ribu, minyak goreng Rp4 ribu, telur ayam Rp5 ribu, serta tepung terigu Rp4 ribu per kemasan.
Selain itu, cabai dan bawang juga tersedia melalui kerja sama dengan Bank Indonesia.
Pada tahap pertama pelaksanaan, setiap kecamatan mendapat alokasi 267 sak beras, 250 kilogram gula pasir, 250 kemasan minyak goreng, 250 kemasan telur ayam, serta 100 kemasan tepung terigu.
Erwin menjelaskan, pasar murah Ramadan akan digelar dalam tiga gelombang, yakni pada awal Ramadan, pertengahan Ramadan, dan menjelang Idulfitri.
“Polanya sama, hanya menyesuaikan titik distribusi agar lebih mudah dijangkau masyarakat,” katanya.
Menurutnya, pelaksanaan pasar murah di berbagai kecamatan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Banyak warga mengaku terbantu karena harga bahan pokok yang dijual jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran.***





