ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) kembali mencatatkan capaian dalam pemeringkatan internasional QS World University Rankings dan QS Asia University Rankings tahun 2026, di tengah persaingan global yang semakin kompetitif.
Pada QS World University Rankings Sustainability 2026, Unila meraih peringkat 916 untuk kategori Environmental Impact, posisi 1251+ pada Social Impact, serta peringkat 976 untuk Governance. Sementara itu, dalam QS Asia University Rankings 2026, Unila berada di peringkat 701–710 tingkat Asia dan posisi 122 di kawasan Asia Tenggara.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., menyampaikan bahwa capaian ini patut disyukuri karena Unila mampu mempertahankan posisinya di tengah dinamika pemeringkatan global.
“Peringkat bisa saja naik turun, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita menyamakan persepsi dan gerak langkah agar semua indikator yang dinilai bisa kita perkuat bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, indikator penilaian QS mencakup reputasi akademik, sitasi per fakultas, reputasi pemberi kerja, jejaring riset internasional, hingga aspek keberlanjutan. Karena itu, penguatan publikasi di jurnal internasional bereputasi serta kolaborasi dengan mitra luar negeri menjadi strategi utama dalam meningkatkan kontribusi sitasi dan reputasi institusi.
Menurutnya, kolaborasi global yang selama ini dijalankan Unila telah memberikan dampak positif, terutama dalam memperluas jaringan akademik dan meningkatkan jumlah publikasi bersama peneliti luar negeri.
Selain itu, internasionalisasi kampus juga terus didorong melalui peningkatan jumlah dosen dan mahasiswa asing serta penguatan komitmen terhadap isu keberlanjutan. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat daya saing Unila di tingkat Asia maupun global.
Prof. Ayi pun mengajak seluruh sivitas akademika untuk bergerak bersama dalam meningkatkan kualitas institusi. “Dosen perlu memperkuat jejaring riset internasional, mahasiswa harus memiliki mindset global dan tidak cepat puas, tenaga kependidikan harus profesional dan visioner, dan alumni diharapkan menjadi lokomotif pembuka peluang kolaborasi,” ujarnya.
Capaian ini menjadi refleksi bahwa konsistensi dalam peningkatan mutu akademik, kolaborasi internasional, serta komitmen terhadap keberlanjutan menjadi kunci bagi Unila untuk terus bersaing dalam pemeringkatan dunia.***





