ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG — Lebih dari 400 kader Pemuda Katolik Komda Lampung ikut mengamankan Salat Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (21/3/2026).
Selain itu, aksi tersebut menunjukkan semangat toleransi antarumat beragama di Lampung. Para kader juga bekerja bersama aparat TNI dan kepolisian.
Dengan demikian, mereka membantu menjaga keamanan umat Muslim selama beribadah. Kehadiran mereka sekaligus memperkuat kolaborasi lintas iman di Lampung.
Falentinus: Toleransi Harus Jadi Tindakan
Ketua Pemuda Katolik Komda Lampung Falentinus Andi mengatakan aksi tersebut bukan sekadar kegiatan sosial. Menurutnya, kegiatan itu menjadi bentuk komitmen menjaga kerukunan.
“Ini bagian dari komitmen kami. Kami ingin saudara-saudara Muslim beribadah dengan aman dan khusyuk,” ujarnya.
Sementara itu, Falentinus menilai Idulfitri menjadi momentum memperkuat kebersamaan. Karena itu, semua elemen masyarakat perlu menjaga toleransi.
“Toleransi itu harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” tegasnya.
Kader Tersebar di 10 Kabupaten/Kota
Selanjutnya, Pemuda Katolik menempatkan kader di 10 kabupaten/kota. Mereka tersebar di Bandar Lampung, Metro, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Pringsewu.
Selain itu, kader juga bertugas di Tanggamus dan Lampung Tengah. Mereka juga hadir di Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, serta Way Kanan.
Adapun jumlah kader di setiap daerah sebagai berikut:
- Lampung Selatan: 147 orang
- Lampung Tengah: 70 orang
- Tulang Bawang Barat: 45 orang
- Tanggamus: 40 orang
- Way Kanan: 32 orang
- Pringsewu: 25 orang
- Pesawaran: 23 orang
- Bandar Lampung: 20 orang
- Metro: 10 orang
- Tulang Bawang: 10 orang
Jika dijumlahkan, total personel mencapai 422 kader. Angka tersebut sekaligus menunjukkan besarnya keterlibatan Pemuda Katolik dalam kegiatan lintas iman.
Kolaborasi Lintas Iman
Di sisi lain, Falentinus mengakui jumlah kader di setiap daerah masih terbatas. Namun, ia menilai kehadiran mereka tetap memiliki makna penting.
Menurutnya, kader Pemuda Katolik ingin menunjukkan kemampuan masyarakat Lampung menjaga persatuan. Bahkan, masyarakat dapat merawat keberagaman melalui tindakan nyata.
Karena itu, kegiatan pengamanan Salat Id menjadi salah satu bentuk kepedulian lintas iman. Kader Pemuda Katolik pun terus mendorong semangat persaudaraan di tengah masyarakat.
Wujudkan Nilai Pancasila
Lebih lanjut, Falentinus menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari pengamalan nilai kebangsaan. Ia mengaitkannya dengan semangat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Ini juga merupakan implementasi nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika,” pungkasnya.***





