Atasi Pengangguran, Wagub Jihan Nurlela Matangkan Program Kuliah Sambil Kerja ke Korea Selatan

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus berupaya memperluas akses pendidikan internasional. Langkah nyata ini sekaligus membuka peluang kerja global yang menjanjikan bagi putra-putri daerah. Oleh karena itu, Pemprov Lampung menguji penjajakan kerja sama strategis melalui program Study and Work ke Korea Selatan untuk lulusan SMA/SMK asal Lampung.

Terkait hal tersebut, pihak pemerintah mematangkan rencana kolaborasi berskala internasional ini dalam Rapat Pembahasan Kelas Migran Vokasi. Menariknya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela memimpin langsung rapat penting tersebut di Ruang Kerja Wakil Gubernur pada Selasa (30/6/2026).

Gandeng Mitra Strategis untuk Kelas Migran Vokasi

Dalam pelaksanaannya, jajaran Pemprov menggelar rapat tersebut untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Kelas Migran Vokasi yang telah berjalan. Selain itu, mereka juga membahas peluang pengembangan kerja sama pendidikan dan vokasi ke Republik Korea. Dalam agenda ini, pemerintah daerah menggandeng mitra strategis seperti Asparindo Institute dan KOLA Korea Eduwork.

Berdasarkan hasil rapat, Republik Korea saat ini sedang menghadapi tantangan serius berupa penurunan jumlah penduduk usia produktif. Sebab itu, negara tersebut membutuhkan banyak tenaga kerja terbaik dan mahasiswa internasional. Melalui program ini, pemuda Lampung bisa menempuh pendidikan tinggi sekaligus memperoleh pengalaman bekerja secara legal di sana.

Solusi Jitu Dongkrak IPM dan Tekan Pengangguran

Dalam arahannya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyampaikan bahwa program kemitraan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah. Sebab, kolaborasi ini mampu menyelesaikan sejumlah tantangan pembangunan di Provinsi Lampung secara efektif. Secara khusus, program tersebut menyasar perbaikan sektor ketenagakerjaan dan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Melalui kerja sama ini, Provinsi Lampung memiliki kesempatan emas untuk mempersiapkan lulusan SMA/SMK/MA sederajat. Alhasil, mereka bisa memperoleh pendidikan bertaraf internasional, kompetensi global, serta peluang karier profesional di Korea Selatan.

“PR kita adalah yang pertama pengangguran terbuka, kemudian yang kedua IPM (Indeks Pembangunan Manusia). IPM itu menjadi salah satu PR besar Lampung, itu dua PR tersebut barangkali bisa diurai dari program Study and Work,” ujar Wakil Gubernur.

Sebagai penutup, Wagub Jihan berharap kerja sama dengan pihak Korea Selatan ini dapat terus berjalan secara konsisten. Bahkan, ia ingin hubungan bilateral ini tidak berhenti pada sektor pendidikan semata. Ke depan, Pemerintah Provinsi Lampung membidik perluasan kemitraan pada sektor-sektor produktif lainnya, seperti pengembangan industri daerah.***