ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Konsumen perlu cermat saat membeli Kopi Bubuk Cap Jempol atau J.P khas Lampung. PT Jempol Berkat Sejahtera menyoroti kemiripan logo dan desain kemasan sejumlah produk kopi yang berpotensi membuat pembeli keliru mengenali produsennya.
Direktur PT Jempol Berkat Sejahtera, Suryanto atau Koh Apin, membeberkan ciri produk Kopi Cap Jempol asli saat berbincang dengan Altumnews.com di Jalan Haji Sohari, Kedamaian, Bandar Lampung, Selasa (13/10/2026).
“Kalau untuk Jempol sendiri, untuk yang lain ya, kami tidak bisa bilang mereka palsu. Tapi kalau untuk autentikasi kopi JP yang berlogo Jempol, dari PT Jempol Berkat Sejahtera dapat dilihat dari sini,” kata Koh Apin.
Koh Apin Jelaskan Ciri Kopi Cap Jempol Asli
Koh Apin meminta konsumen memeriksa identitas produk sebelum membeli Kopi Bubuk Cap Jempol. Ia menyebut empat unsur penting pada kemasan, yakni nama produk, nomor BPOM, logo halal, dan barcode.
Menurut Koh Apin, kemasan produk perusahaannya mencantumkan nama Kopi Bubuk Cap J.P serta nama produsen PT Jempol Berkat Sejahtera. Ia juga menyebut nomor BPOM RI 02088-2000-2000-2003 dan logo halal sebagai bagian dari identitas produk.
“Yang pertama, kami memiliki BPOM RI dengan nomor 02088-2000-2000-2003. Logonya tertulis kopi bubuk cap J.P. Ada logo halal dan ada barcode. Dan yang terpenting bahwa kami diproduksi oleh PT Jempol Berkat Sejahtera. Nah ini yang autentik,” ujarnya.
Ia mengingatkan pembeli agar tidak hanya mengandalkan logo saat memilih kopi. Menurutnya, logo yang mirip belum tentu menunjukkan asal produsen yang sama.
“Belum tentu yang berlogo Jempol itu adalah punya kami,” tegas Koh Apin.
Kemasan Mirip Berpotensi Membingungkan Pembeli
Koh Apin mengaku menemukan sejumlah produk kopi dengan desain dan logo yang menyerupai Kopi Cap Jempol. Ia menunjukkan beberapa contoh kemasan dengan posisi gambar yang berbeda, termasuk desain yang tampak terbalik.
Namun, Koh Apin tidak menuduh produk-produk tersebut sebagai kopi palsu. Ia hanya menegaskan bahwa produk yang ia tunjukkan bukan hasil produksi PT Jempol Berkat Sejahtera.
“Kami mengklaim bahwa produk ini berlogo Jempol sama seperti gambar dengan punya kami, tapi bukan punya kami. Ada yang kanan, ada yang kanan dibalik, ada yang beberapa ini. Tapi kami tidak bilang ini kopi palsu. Cuma kami menitikberatkan bahwa ini bukan produk kami,” tuturnya.
Menurut Koh Apin, kemiripan kemasan dapat membingungkan pembeli, terutama konsumen lanjut usia atau orang yang kesulitan membedakan detail desain.
Karena itu, ia mengajak masyarakat memeriksa nama produsen dan informasi produk sebelum melakukan pembelian.
Koh Apin Sebut Kemasan Mirip Merugikan Perusahaan
Koh Apin juga menyoroti pelanggan yang mencampur Kopi JP dengan kopi lain yang memiliki kemasan serupa. Menurutnya, kebiasaan tersebut berpotensi membuat konsumen kehilangan kejelasan mengenai asal produk yang mereka gunakan.
Ia mencontohkan pelanggan yang membeli 10 kilogram Kopi JP, kemudian mencampurnya dengan kopi lain.
“Jadi terkadang ada orang ataupun ada langganan kami sendiri yang mengoplos. Jadi, membeli 10 kilo JP dioplos sama dengan gambar yang lain,” katanya.
Koh Apin menilai kemiripan kemasan turut merugikan perusahaan karena pelanggan berpotensi keliru membedakan produk.
“Sekali lagi, kami tidak bilang itu produk palsu. Cuma kemiripan. Dan memang itu terus terang merugikan perusahaan kami,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan bahwa persoalan utama menurut pihaknya terletak pada kemiripan tampilan dan perbedaan produsen, bukan pada tuduhan bahwa produk lain merupakan barang palsu.
Begini Cara Memeriksa Kopi Cap Jempol Asli
Konsumen dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk mengenali Kopi Cap Jempol produksi PT Jempol Berkat Sejahtera:
- Periksa nama produk. Cari tulisan Kopi Bubuk Cap J.P pada kemasan.
- Cek nama produsen. Pastikan kemasan mencantumkan PT Jempol Berkat Sejahtera.
- Cocokkan nomor BPOM. Gunakan kanal resmi BPOM untuk memeriksa kesesuaian nomor izin edar dan identitas produk.
- Perhatikan informasi pendukung. Periksa logo halal dan barcode, tetapi jangan menjadikan keduanya sebagai satu-satunya bukti keaslian.
Jika masih ragu, konsumen dapat menghubungi produsen untuk meminta konfirmasi mengenai produk yang hendak mereka beli.
Kemiripan logo dan desain kemasan menjadi pengingat bagi pembeli agar tidak hanya melihat tampilan luar. Dengan memeriksa nama produsen dan mencocokkan informasi pada kemasan, konsumen dapat mengambil keputusan pembelian secara lebih cermat.***





