Investor Pasar Modal Tembus 32,7 Juta SID, BEI Gelar CMSE 2026

ALTUMNEWS.Com, JAKARTA – Jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 32,7 juta Single Investor Identification (SID). Data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 15 Oktober 2026 mencatat angka tersebut.

Di tengah pertumbuhan ini, BEI memperkuat edukasi investasi melalui Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026. Acara tersebut berlangsung pada 5–7 November 2026 di Main Hall BEI, Jakarta.

CMSE 2026 mengusung tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan”. BEI menyelenggarakan acara ini bersama Self-Regulatory Organization (SRO). Ketiga lembaga tersebut meliputi BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut mendukung penyelenggaraan acara ini.

Berdasarkan data BEI, jumlah investor pasar modal mencapai 32.723.392 SID. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.301.974 SID merupakan investor saham.

Pertumbuhan ini menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat. Namun, masyarakat juga perlu memahami karakteristik instrumen investasi. Pemahaman tentang tujuan keuangan dan risiko produk tidak kalah penting.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menekankan pentingnya pengetahuan sebelum berinvestasi. Menurutnya, masyarakat perlu menyusun perencanaan matang dan menjaga konsistensi.

“Seperti marathon, investasi bukan sekadar tentang seberapa cepat kita memulai atau seberapa jauh kita ingin melangkah, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan diri, menjaga ritme, dan tetap konsisten untuk mencapai tujuan,” kata Jeffrey saat membuka CMSE 2026, Kamis (5/11).

Jeffrey menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kondisi keuangan berbeda. Kemampuan dan tujuan investasi mereka juga tidak sama. Karena itu, masyarakat perlu mengenali berbagai instrumen investasi. Selanjutnya, mereka harus menyesuaikannya dengan tujuan keuangan dan profil risiko.

CMSE 2026 Hadirkan 100 Tenant dan Edukasi Investasi

CMSE 2026 menghadirkan beragam kegiatan edukasi pasar modal. Pengunjung dapat mengikuti seminar dan talk show. Mereka juga bisa mengunjungi pameran produk serta layanan investasi.

Pada Kamis (5/11), acara menghadirkan Opening Ceremony dan Galeri Investasi BEI Award 2026. Hari pertama juga menyajikan seminar utama bertajuk “Indonesia’s Economic & Investment Outlook”.

Memasuki Jumat (6/11), pengunjung dapat menyaksikan peluncuran Indonesia ESG Bond Index. PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) akan meluncurkan indeks tersebut. Agenda lainnya mencakup edukasi perencanaan keuangan dan pilihan instrumen investasi. Pengunjung juga dapat mengikuti sesi pasar modal syariah.

Sementara itu, agenda Sabtu (7/11) mencakup edukasi Exchange-Traded Fund (ETF) Emas. Acara juga membahas pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam dunia keuangan. Selain itu, pengunjung dapat mengikuti sesi inspiratif bersama figur publik dan atlet.

Sebanyak 88 booth dengan lebih dari 100 tenant turut meramaikan CMSE 2026. Berbagai pelaku industri pasar modal ikut berpartisipasi dalam pameran ini.

Pesertanya meliputi OJK dan SRO beserta anak usahanya. Anggota bursa, manajer investasi, serta agen penjual efek reksa dana juga ikut berpartisipasi. Perusahaan tercatat dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan turut hadir.

Pameran ini juga melibatkan perusahaan binaan IDX Incubator. Sejumlah asosiasi pasar modal dan mitra lainnya ikut meramaikan kegiatan tersebut.

Melalui pameran ini, masyarakat dapat mengenal ekosistem pasar modal Indonesia. Pengunjung juga bisa memperoleh informasi tentang berbagai produk dan layanan investasi.

BEI Perkuat Kampanye #AkuInvestorSaham

BEI mengandalkan kampanye #AkuInvestorSaham untuk meningkatkan literasi pasar modal. Kampanye tersebut diluncurkan pada 10 Agustus 2023.

Program ini mengedepankan kebanggaan, inklusivitas, dan kemajuan. BEI ingin mengajak masyarakat dari berbagai latar belakang mengenal pasar modal. Masyarakat juga dapat berinvestasi sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Selain kampanye tersebut, BEI menjalankan rangkaian Road to CMSE 2026. Program ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan pasar modal untuk memperluas jangkauan edukasi.

Berbagai upaya tersebut mendukung kontribusi pasar modal terhadap perekonomian nasional. Pasar modal berperan menghimpun dana jangka panjang dan memperluas akses investasi. Ekosistem ini juga membuka peluang partisipasi masyarakat yang lebih luas.

Melalui CMSE 2026, BEI berharap semakin banyak masyarakat mengenal investasi. BEI juga ingin mendorong masyarakat memahami risiko sebelum mengambil keputusan.

Dengan begitu, pertumbuhan investor pasar modal dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas investor. Masyarakat diharapkan mampu memahami tujuan keuangan, karakteristik produk, dan risiko investasi.***