I Komang Koheri Resmi Dilantik Jadi Bupati Lampung Tengah, Ini Pesan Gubernur Mirza

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal resmi melantik I Komang Koheri sebagai Bupati Lampung Tengah, Selasa (3/11/2026). Komang akan memimpin Kabupaten Lampung Tengah untuk sisa masa jabatan 2025–2030.

Dalam pelantikan di Balai Keratun Lantai III, Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Gubernur Mirza menyampaikan tiga pesan penting. Ia meminta bupati baru memperkuat birokrasi, menjaga integritas, dan turun langsung menemui masyarakat.

Pelantikan tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-3370 Tahun 2026 tertanggal 28 Oktober 2026. Keputusan itu mengatur pengesahan pengangkatan Bupati dan pemberhentian Wakil Bupati Lampung Tengah.

Gubernur Mirza Titipkan Tiga Pesan kepada I Komang Koheri

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza mengingatkan bahwa jabatan kepala daerah membawa tanggung jawab besar. Komang harus menjalankan amanah tersebut dengan sungguh-sungguh.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat kepada saudara yang hari ini resmi dilantik sebagai Bupati Lampung Tengah di sisa masa jabatan 2025–2030. Tentunya jabatan ini adalah amanah, jalankan dengan sungguh-sungguh untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Lampung Tengah,” ujar Mirza.

Ada tiga pesan utama yang menjadi perhatian Gubernur untuk Bupati Lampung Tengah yang baru.

Pertama, perkuat profesionalisme aparatur.

Mirza meminta Komang membangun birokrasi yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik. Penerapan sistem merit serta netralitas ASN juga harus menjadi prioritas.

Selain itu, seluruh aparatur wajib menaati Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara. Disiplin dan profesionalisme perlu menjadi budaya kerja di lingkungan pemerintahan.

Kedua, jaga integritas pemerintahan.

Kepercayaan masyarakat menjadi modal utama dalam menjalankan pemerintahan. Karena itu, Komang harus menjauhi segala bentuk penyimpangan.

Tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab juga perlu terus diperkuat.

Ketiga, turun langsung menemui masyarakat.

Gubernur mengingatkan pentingnya mendengar aspirasi warga hingga tingkat kampung. Seorang pemimpin harus memahami persoalan masyarakat secara langsung.

“Masyarakat hari ini tidak butuh pemimpin yang berjalan sendiri. Apalagi masyarakat Lampung Tengah, butuh pemimpin yang kompak dengan seluruh jajaran pemerintah daerah dan bekerja dalam satu arah,” tegas Mirza.

Lampung Tengah Jadi Fokus Penguatan Swasembada Pangan

Sektor pertanian menjadi perhatian khusus dalam arahan Gubernur. Lampung Tengah merupakan salah satu lumbung pangan penting di Provinsi Lampung.

Untuk memperkuat posisi tersebut, Komang perlu meningkatkan produksi dan melindungi lahan pertanian. Perbaikan irigasi serta ketersediaan pupuk juga harus menjadi perhatian.

Di sisi lain, petani membutuhkan harga jual panen yang layak. Pembangunan pertanian pun perlu menyentuh sektor pengolahan hasil produksi.

Melalui pengembangan industri hilir, hasil pertanian dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

“Kita tidak ingin petani gabah di Lampung Tengah menanam padi, menjual keluar daerah, kemudian membeli lagi berasnya dari luar Lampung Tengah. Kita tidak ingin petani Lampung Tengah menanam jagung, tetapi membeli pakannya dari luar. Kita harus fokus mendukung swasembada pangan agar kita berdaulat,” ujar Mirza.

Gubernur Mirza Minta Program MBG Serap Produk Lokal

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga masuk dalam perhatian Gubernur Mirza. Ia meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjaga keamanan dan kebersihan operasional.

Setiap SPPG harus memenuhi standar serta menyalurkan program secara tepat sasaran. Namun, Mirza juga melihat kebutuhan bahan baku MBG sebagai peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.

Ia meminta pengelola SPPG membeli bahan baku dari petani, peternak, dan UMKM Lampung Tengah.

“Pak Bupati, pastikan bahan baku seluruh SPPG dibeli dari petani, peternak, dan UMKM lokal. Kalau belum bisa, pemerintah daerah harus mempersiapkan masyarakat agar mampu memproduksi barang-barang itu sendiri untuk memasok kebutuhan SPPG,” tegasnya.

Menurut Mirza, langkah tersebut dapat memperluas pasar produk lokal. Pemerintah daerah perlu menyiapkan masyarakat agar mampu memenuhi kebutuhan bahan baku program MBG.

Koperasi Merah Putih Harus Beri Manfaat Nyata

Gubernur Mirza turut mendorong optimalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ia tidak ingin koperasi hanya berdiri secara administratif.

Koperasi harus menjalankan kegiatan ekonomi yang memberi manfaat langsung bagi warga. Perannya mencakup distribusi barang subsidi, penyerapan hasil panen, dan pemasaran produk UMKM.

“Koperasi harus benar-benar berjalan, jangan berhenti pada papan nama. Koperasi harus mampu menyerap hasil panen dan menjadi mitra UMKM agar produk-produk masyarakat memiliki akses pasar yang lebih luas,” katanya.

Selain itu, Mirza meminta Lampung Tengah mendukung program Cek Kesehatan Gratis dan Sekolah Rakyat. Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ia juga mendorong sinergi program pemerintah pusat dan provinsi. Salah satunya melalui Program Desaku Maju.

“Pusat memberi arah dan kebijakan besar, provinsi mendukung, dan kabupaten memastikan manfaatnya sampai ke rakyat,” ujar Mirza.

Ni Ketut Dewi Nadi Pimpin TP PKK, Posyandu, dan Dekranasda

Dalam agenda yang sama, Ni Ketut Dewi Nadi, S.T., M.Sos., resmi mengemban tiga jabatan organisasi di Kabupaten Lampung Tengah.

Purnama Wulan Sari Mirza melantiknya sebagai Ketua TP PKK, Ketua Tim Pembina Posyandu, dan Ketua Dekranasda Kabupaten Lampung Tengah.

Ketiga jabatan tersebut berlaku untuk sisa masa bakti 2025–2030.

Pengangkatan Ni Ketut Dewi Nadi mengacu pada tiga keputusan organisasi. Pertama, SK Ketua TP PKK Provinsi Lampung Nomor 05/Keputusan/PKK.Lampung/XI/2026.

Kedua, SK Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Lampung Nomor 04/Keputusan/Posyandu.Provinsi Lampung/XI/2026. Ketiga, SK Dekranasda Provinsi Lampung Nomor 20/Dekranasda/Surat Keputusan/X/2026.

Gubernur Mirza berharap ketiga organisasi tersebut aktif memberdayakan masyarakat. TP PKK perlu menjalankan 10 Program Pokok PKK.

Sementara itu, Tim Pembina Posyandu harus memperkuat enam Standar Pelayanan Minimal Posyandu. Dekranasda juga perlu mengembangkan kerajinan khas daerah.

Mirza menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan.

“Perempuan adalah fondasi pembangunan suatu daerah. Apabila perempuan-perempuan kita di Provinsi Lampung berdaya, maka daerah itu akan kuat, kemandiriannya juga akan kuat,” ujarnya.

Pendidikan Jadi Investasi Menuju Indonesia Emas 2045

Pada kesempatan tersebut, Mirza turut menyoroti pembangunan sumber daya manusia. Ia meminta Pemkab Lampung Tengah meningkatkan kualitas pendidikan sejak usia dini.

Jenjang TK, SD, dan SMP menjadi perhatian karena berada dalam kewenangan pemerintah kabupaten.

Menurutnya, pendidikan berkualitas akan menyiapkan generasi Lampung yang unggul dan produktif. Langkah tersebut juga mendukung daya saing daerah menuju Indonesia Emas 2045.

“Tidak ada jalan lain untuk menuju Indonesia Emas selain menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Harus kita siapkan sekarang, harus kita dirikan sekarang, dan harus kita bentuk dari sekarang,” tegasnya.

Mirza berharap Komang bersama seluruh jajaran Pemkab Lampung Tengah segera memperkuat koordinasi. Ia ingin setiap program pemerintah menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita. Mari bersama-sama bekerja untuk Lampung Tengah yang maju dan masyarakat yang lebih sejahtera,” tutup Gubernur.