PDKI Keuskupan Tanjungkarang Ajak Devosan Menuju Hidup Kudus di Tahun 2022

ALTUMNEWS.Com, PESAWARAN – Paguyuban Devosi Kerahiman Ilahi (PDKI) Keuskupan Tanjungkarang menggelar acara Tutup Tahun 2021 dan Awal Tahun 2022 bersama Romo Ambrosius Dhani Indrata, SCJ. Kegiatan berlangsung di Gereja Santo Martinus Hanura, Pesawaran, Selasa, 14 Desember 2021.

Acara mengusung tema “Menuju Hidup Kudus: Semua Orang Dipanggil untuk Hidup Kudus.” Ketua Stasi Santo Martinus Hanura membuka kegiatan dengan sambutan kepada umat dan para devosan.

Selanjutnya, peserta mendaraskan Koronka dan Doa Jam Kerahiman. Kemudian, Romo Ambrosius Dhani Indrata, SCJ, memimpin Misa Kudus.

Romo Dhani Ajak Devosan Teguh dalam Iman

Dalam homilinya, Romo Dhani mengajak umat tetap teguh dalam iman. Ia juga mendorong para devosan menjalankan pelayanan dengan penuh komitmen.

Menurut Romo Dhani, orang beriman menghadapi banyak tantangan dalam kehidupan. Karena itu, umat perlu menunjukkan kesaksian iman melalui tindakan nyata.

“Kiranya tantangan hidup seorang beriman sungguh-sungguh mampu untuk memberikan kesaksian hidup beriman secara benar, untuk hidup secara benar, sesuai dasar yang diberikan oleh Kristus kepada kita semua,” tegas Pastor Pendamping PDKI Keuskupan Tanjungkarang tersebut.

Selain itu, Romo Dhani mengapresiasi berbagai karya PDKI Keuskupan Tanjungkarang. Ia menilai pelayanan kepada sesama mampu menghadirkan sukacita dan meringankan beban mereka yang membutuhkan.

“Saya berharap Paguyuban PDKI Keuskupan Tanjungkarang tetap solid dalam bekerja sama. Kita harus saling mendukung dan meringankan beban satu sama lain. Dengan begitu, kita dapat membawa sukacita dan keselamatan,” tutur Romo Dhani.

PDKI Dorong Umat Menuju Hidup Kudus

Pamong Keuskupan Tanjungkarang, Yohana Pujilatin, menjelaskan tujuan kegiatan tersebut. Menurutnya, acara ini menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan sepanjang 2021.

Peserta juga menyalakan lilin dan kembang api. Prosesi tersebut menandai pergantian tahun dalam rangkaian kegiatan PDKI.

“Inspirasinya adalah bagaimana yang dirasakan selama tahun 2021 dan kemudian apa yang ingin dihadapi 2022 dengan menunggu waktu,” kata Pujilatin.

Memasuki 2022, PDKI Keuskupan Tanjungkarang berkomitmen mengajak seluruh anggota menuju hidup kudus.

Pujilatin juga mengajak para devosan menerapkan kasih dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, umat dapat memulai langkah tersebut melalui tindakan sederhana.

“Pada tahun 2022 sebagaimana kita selalu menggaungkan menuju hidup yang kudus, maka kita juga selalu mengupayakan bagaimana kekudusan itu sebagai implikasi dari firman Tuhan di dalam kegiatan keseharian hidup para devosan,” terang Pujilatin.

Lebih lanjut, Pujilatin menjelaskan bahwa umat dapat menjalani hidup kudus melalui kehidupan pribadi, keluarga, kelompok, dan komunitas devosi.

Ia juga mendorong PDKI melanjutkan berbagai kegiatan sosial. Program tersebut mencakup kepedulian, empati, dan belas kasih kepada sesama, terutama masyarakat miskin dan kelompok yang tersingkir.

“Ke depan, kita harus terus menjalankan program kepedulian, empati, dan belas kasih kepada sesama. Kita juga perlu membantu mereka yang tersingkir, miskin, dan membutuhkan pertolongan,” pungkasnya.

Umat Hanura Apresiasi Kegiatan PDKI

Sementara itu, Albertus Utanto mewakili umat Stasi Santo Martinus Hanura menyambut positif kegiatan PDKI Keuskupan Tanjungkarang.

Ia menilai PDKI turut membantu umat mengembangkan iman. Menurut Albertus, peran tersebut terutama membantu kaum ibu dan lansia di stasi setempat.

“Ya ini adalah motivasi bagi para umat Katolik untuk mengembangkan iman, terutama kepada kaum ibu-ibu yang sudah tua. Kegiatan selanjutnya juga dapat memberikan manfaat bagi semua orang,” kata Albertus.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Acara mulai berlangsung pada pukul 14.30 WIB.

“Acara yang dimulai pukul 14.30 WIB ini diikuti dari Balam 51 orang, dari Wonorejo 3 orang dan dari Hanura 25 orang,” pungkas Albertus.

PDKI Tutup Tahun dengan Doa dan Refleksi

Pada awal acara, PDKI Stasi Santo Martinus Hanura menyampaikan sambutan. Peserta kemudian mendaraskan Koronka Kerahiman Ilahi dan Doa Jam Kerahiman.

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi “Old and New”. Dalam sesi tersebut, tiga peserta membacakan puisi berjudul “Tuhan Berilah Aku Waktu”.

Yohana Pujilatin menyusun puisi tersebut. Benedikta Bakti Sriyani, Anastasia Sriyati, dan FA. Wahyu Indrawati membacakannya.

Setelah itu, seluruh peserta menyalakan lilin dan kembang api. Mereka mengenakan seragam merah selama mengikuti acara.

Peserta juga mendaraskan doa sebagai ungkapan syukur. Mereka memohon kekuatan untuk menjalankan program kerja PDKI sepanjang 2022.

Akhirnya, seluruh peserta mengucapkan pesan bersama.

“Selamat tinggal tahun 2021 dan kita sambut tahun 2022,” ucap seluruh peserta.***