Misteri Gua Matu di Pesisir Barat Lampung, Juru Kunci Ungkap Sejarah dan 12 Kerajaan Gaib

ALTUMNEWS.Com, PESISIR BARAT -— Gua Matu yang terletak di Pekon Way Sindi, Kecamatan Karya Penggawa, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, terus menarik perhatian masyarakat karena menyimpan kisah misterius dan nilai spiritual yang kuat. Juru kunci Makmur Hakim (70) menjelaskan langsung sejarah gua tersebut yang ia yakini sebagai ciptaan Tuhan, bukan hasil buatan manusia.

Makmur Hakim menuturkan bahwa leluhurnya menemukan Gua Matu pada masa penjajahan Inggris saat membuka lahan perkebunan di wilayah tersebut.

“Leluhur kami menemukan gua ini atas izin Allah. Mereka kemudian memahami kondisi di dalamnya, termasuk keberadaan 12 kerajaan gaib,” ujarnya saati ditemui Altumnews.com di lokasi Gua Matu, Sabtu (11/4/2026).

Warisan Penjagaan hingga Generasi ke-9

Makmur Hakim menyebut keluarganya menjaga dan merawat Gua Matu secara turun-temurun. Ia kini melanjutkan peran tersebut sebagai generasi ke-9 dari garis penjaga spiritual.

Ia juga menyebut nama-nama leluhur seperti Raja Sakti, Haji Solihin, Haji Ibrahim, hingga Raden Jaga Niti sebagai bagian dari sejarah panjang penjagaan gua.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami fungsi Gua Matu sebagai tempat ziarah, bukan sekadar lokasi wisata.

“Orang datang ke sini untuk berziarah, bukan rekreasi. Kami tidak melarang, tetapi kami mengingatkan tujuan utamanya,” katanya.

Peziarah Datang dengan Berbagai Harapan

Makmur Hakim menjelaskan banyak peziarah datang dengan berbagai tujuan, mulai dari memohon kesembuhan hingga mencari kelancaran rezeki.

Ia mengaku sering mendengar cerita dari pengunjung yang merasakan perubahan setelah berziarah.

“Ada yang datang dalam kondisi sakit lalu berdoa di sini, kemudian sembuh atas izin Allah. Ada juga yang datang untuk rezeki dan urusan hidup,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa semua hasil tetap bergantung pada kehendak Tuhan, sementara Gua Matu hanya menjadi perantara doa.

Peziarah dari Berbagai Daerah Datangi Gua Matu

Makmur Hakim mengatakan jumlah peziarah terus meningkat sejak masyarakat mengenal Gua Matu secara luas. Ia melihat banyak pengunjung datang dari luar daerah.

“Pengunjung datang dari Bandar Lampung, Jakarta, Kalimantan, Sulawesi, hingga Padang,” katanya.

Arus kunjungan ini membuat Gua Matu semakin dikenal sebagai lokasi ziarah yang menawarkan ketenangan batin dan harapan bagi masyarakat.***