Gubernur Lampung Dorong Desa Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG -— Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menekankan pembangunan ekonomi ke depan harus bertumpu pada desa. Ia menilai, perbaikan kesejahteraan petani dan penguatan ekonomi desa menjadi kunci kemajuan daerah secara berkelanjutan.

“Ekonomi kita tumbuh, dan pertumbuhan itu ada di desa. Seluruh kebijakan harus mendukung desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” ujar Gubernur.

Pelantikan APDESI Merah Putih dan Bantuan Desa

Gubernur menyampaikan hal itu saat menghadiri pelantikan pengurus DPD APDESI Merah Putih Lampung periode 2026–2031. Acara berlangsung di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung.

Ia menyerahkan bantuan Rp10 juta per desa secara simbolis kepada 2.446 desa. Bantuan ini menunjukkan dukungan nyata pemerintah terhadap pembangunan desa.

Desa Jadi Motor Ekonomi Lampung

Rahmat Mirzani menyebut, 70 persen penduduk Lampung tinggal di desa. Namun, perputaran ekonomi terbesar terjadi di perkotaan.

Menurutnya, sistem ekonomi lama mendorong pertumbuhan dari atas ke bawah. Akibatnya, petani hanya mendapatkan bagian kecil dari rantai nilai ekonomi. Harga komoditas seperti padi, jagung, dan singkong sering fluktuatif. Terkadang, hasil panen tidak menutup biaya produksi.

Dampak lainnya meliputi rendahnya pendapatan petani, terbatasnya akses pendidikan, dan IPM Lampung yang menempati peringkat 26 nasional.

Dampak Positif Kebijakan Pro-Desa

Gubernur optimistis kondisi mulai berubah. Harga komoditas pertanian meningkat. Pajak kendaraan bermotor dan PBB di desa juga naik.

Pembelian kendaraan meningkat hampir 20 persen dalam tiga bulan terakhir. Pendaftar perguruan tinggi dari desa bertambah 20 persen. Hal ini menunjukkan perbaikan daya beli dan kesadaran pendidikan masyarakat desa.

Program Unggulan untuk Desa Mandiri

Pemerintah Lampung menguatkan hilirisasi produk pertanian agar nilai tambah tetap di desa. Program unggulan Desaku Maju memberikan pupuk organik cair (POC) gratis. Satu unit POC melayani hingga 400 hektare lahan.

Selain itu, pemerintah menargetkan distribusi 500 unit dryer pengering hasil pertanian hingga 2028. Fasilitas ini meningkatkan kualitas dan nilai jual padi serta jagung. Desa pun bisa mengembangkan industri turunan, seperti pakan ternak berbasis jagung dan singkong.

Kepala Desa dan APDESI: Ujung Tombak Pembangunan

Gubernur menekankan, kepala desa berperan penting mengelola potensi lokal. Ia meminta APDESI Merah Putih menjadi role model inovasi dan pelayanan publik di desa.

Ketua Umum DPP APDESI Merah Putih, Anwar Sadat, menyatakan organisasi akan mengawal program pembangunan desa. Ketua DPD APDESI Lampung, Lekat Dullah Adiputra, menegaskan mereka akan konsolidasi hingga kabupaten. Tujuannya, semua kebijakan berjalan satu komando dan tepat sasaran.

Desa Jadi Subjek Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah Lampung berharap desa tidak lagi menjadi objek pembangunan. Desa harus menjadi subjek utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan penguatan sektor pertanian, peningkatan nilai tambah, serta dukungan infrastruktur dan kelembagaan desa, kesejahteraan masyarakat diharapkan meningkat signifikan.***