ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung memastikan aktivitas Gunung Anak Krakatau hingga saat ini belum memengaruhi wilayah pesisir Kota Bandar Lampung. Gugusan pulau yang membentuk Teluk Lampung membantu mengurangi dampak erupsi sebelum mencapai kawasan pantai.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandar Lampung, Sarkoni, mengatakan kondisi geografis Teluk Lampung melindungi kawasan pesisir sehingga masyarakat tetap aman.
“Masalah erupsi Gunung Krakatau di Bandar Lampung, alhamdulillah sampai sekarang ini aman. Gugusan pulau di sepanjang pesisir Bandar Lampung yang membentuk Teluk Lampung membantu mengurangi dampak langsung ke wilayah pantai,” kata Sarkoni saat ditemui di SMA Qur’an Darul Fattah, Rajabasa, Bandar Lampung, pada 17 Juli 2026.
Ia menjelaskan bahwa karakter geografis Teluk Lampung membuat abu vulkanik dan dampak erupsi tidak langsung mencapai kawasan pesisir. Karena itu, masyarakat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Meski demikian, BPBD tetap mengimbau warga agar waspada dan mengikuti informasi resmi pemerintah.
BPBD Perkuat Kesiapsiagaan di Wilayah Pesisir
BPBD Kota Bandar Lampung terus meningkatkan patroli di kawasan pesisir. Selain itu, petugas rutin memberikan edukasi mengenai langkah mitigasi bencana agar masyarakat memahami cara menghadapi potensi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Menurut Sarkoni, BPBD menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan tim patroli untuk memantau kondisi pesisir setiap kali masyarakat menyampaikan laporan.
“Tetap kami sosialisasi kepada masyarakat. Sewaktu-waktu masyarakat menyampaikan informasi, kami langsung menurunkan tim patroli dan Tim Reaksi Cepat ke wilayah pesisir untuk mengecek kondisi di lapangan,” ujarnya.
Selanjutnya, petugas BPBD melakukan pemantauan secara berkala. Tim kemudian menganalisis setiap perubahan kondisi dan segera mengambil langkah jika menemukan potensi risiko.
MAGMA Indonesia Laporkan Aktivitas Gunung Anak Krakatau
Di sisi lain, MAGMA Indonesia milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 16.52 WIB.
Petugas pengamatan mencatat kolom abu mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut. Kolom abu tampak berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat laut.
Peralatan seismograf merekam amplitudo maksimum 43 milimeter dengan durasi erupsi selama 63 detik. Data tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik masih berlangsung. Karena itu, masyarakat perlu terus memantau informasi resmi.
BPBD Ajak Masyarakat Ikuti Informasi Resmi
Untuk menjaga kewaspadaan, BPBD Kota Bandar Lampung mengajak masyarakat tetap tenang. BPBD juga mengimbau warga agar tidak mudah mempercayai informasi yang instansi berwenang belum konfirmasi.
Masyarakat dapat mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi yang PVMBG, MAGMA Indonesia, dan BPBD publikasikan.
Sementara itu, BPBD terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait. Petugas juga terus memantau perkembangan aktivitas gunung sehingga mereka bisa segera merespons setiap perubahan kondisi.
Apabila aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat dan berpotensi memengaruhi wilayah Lampung, pemerintah akan segera mengumumkan perkembangan terbaru sekaligus menyampaikan langkah mitigasi kepada masyarakat.***





