ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menggelar pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung di Mahan Agung, Jumat malam (14/8/2026).
Acara tersebut menandai pergantian Kajati Lampung dari Danang Suryo Wibowo kepada Taufan Zakaria. Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Sebelumnya, Jaksa Agung RI ST Burhanuddin melantik Taufan Zakaria sebagai Kajati Lampung di Jakarta. Pelantikan berlangsung pada Selasa (11/8/2026).
Taufan menggantikan Danang Suryo Wibowo. Selanjutnya, Danang mendapat tugas baru sebagai Direktur II pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung.
Mirzani Apresiasi Dedikasi Danang Suryo Wibowo
Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi kepada Danang. Ia menilai Danang telah membangun sinergi kuat selama 1 tahun 3 bulan bertugas di Lampung.
Menurut Mirzani, Pemprov Lampung dan Kejati Lampung menghadapi berbagai persoalan secara bersama. Mulai dari pengawalan pembangunan hingga kepastian hukum investasi.
Selain itu, kedua institusi turut mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan. Mereka juga menjaga kepercayaan masyarakat.
“Selama ini sinergi antara Pemda Provinsi Lampung dan Kejaksaan Tinggi telah berjalan dengan sangat baik,” ujar Mirzani.
Mirzani juga menyoroti peran Forkopimda dalam mendukung perekonomian Lampung. Sinergi Kejati, TNI, Polri, dan pemerintah daerah memberikan dampak positif bagi pembangunan.
Kolaborasi tersebut turut mengawal program pangan dan pendampingan UMKM. Menurut Mirzani, langkah itu ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Lampung berada di posisi kedua tertinggi di Sumatera. Selain itu, produksi jagung Lampung naik ke peringkat ketiga nasional.
Surplus panen jagung Lampung juga mencapai sekitar 400 ribu ton.
“Terima kasih Mas Danang, selama setahun tiga bulan ini mendampingi kami menghadirkan negara di hati masyarakat Provinsi Lampung,” tutur Mirzani.
Taufan Zakaria Siap Perkuat Penegakan Hukum
Setelah melepas Danang, Mirzani menyambut Taufan Zakaria sebagai Kajati Lampung yang baru.
Gubernur optimistis Taufan mampu memperkuat stabilitas hukum. Ia juga berharap kepemimpinan baru tersebut mendukung percepatan pembangunan Lampung.
Mirzani menegaskan bahwa pembangunan dan penegakan hukum harus berjalan beriringan. Menurutnya, kepastian hukum akan menciptakan iklim investasi yang lebih baik.
“Kalau kepastian hukum terjaga, investasi akan tumbuh. Kalau investasi tumbuh, lapangan pekerjaan terbuka,” tegasnya.
Karena itu, Pemprov Lampung siap membangun komunikasi dengan Kejati. Pemerintah daerah juga membuka ruang koordinasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan.
Mirzani menegaskan komitmen tersebut demi pemerintahan yang bersih. Selain itu, Pemprov Lampung ingin menciptakan kepastian hukum dan rasa aman bagi masyarakat.
Danang: Taufan Bukan Sosok Baru di Lampung
Sementara itu, Danang Suryo Wibowo menyampaikan pesan perpisahan. Ia mengaku mendapat banyak pengalaman selama bertugas di Lampung.
Danang juga menyampaikan apresiasi atas kebersamaan dengan Pemprov Lampung dan jajaran Forkopimda.
“Saya bersama istri merasakan 15 bulan ini sebuah anugerah untuk kami,” ungkap Danang.
Ia kemudian memperkenalkan Taufan Zakaria sebagai sosok yang sudah lama mengenal Lampung.
Menurut Danang, Taufan pernah menjalankan sejumlah tugas di Lampung. Pengalamannya mencakup posisi Kasi, Kajari, hingga Asisten.
Karena itu, Danang yakin Taufan mampu melanjutkan sinergi yang sudah terbangun.
“Kami yakin dengan pengalaman dan pengetahuan beliau tentang Provinsi Lampung akan sangat bermanfaat mendukung program pembangunan,” katanya.
Kajati Baru Taufan Langsung Tancap Gas
Taufan Zakaria menyatakan siap langsung bekerja setelah menjabat Kajati Lampung. Ia ingin melanjutkan berbagai program yang telah berjalan.
Taufan melihat Lampung sebagai daerah yang berkembang pesat. Ia menilai pembangunan di provinsi ini bergerak seperti kawasan metropolitan.
“Besok saya langsung on bekerja bersama jajaran untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat,” tegas Taufan.
Selain itu, Taufan memastikan Kejati Lampung siap mengawal Proyek Strategis Nasional (PSN). Jajarannya juga akan memperkuat pengamanan aset pemerintah.
Kejati Lampung juga siap memberikan pendampingan bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun). Pendampingan tersebut mencakup pertimbangan hukum dan aspek regulasi.
Menurut Taufan, pengamanan pembangunan tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik. Kepastian hukum juga menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim pembangunan yang kondusif.
Dengan demikian, pergantian Kajati Lampung membawa harapan baru. Pemprov Lampung dan Kejati akan melanjutkan kolaborasi untuk memperkuat penegakan hukum dan pembangunan daerah.***





