Kali Banten di Jati Agung Jadi Langganan Warga Cuci Mobil dan Motor

ALTUMNEWS.Com, LAMPUNG SELATAN – Kali Banten atau Sungai Banten menjadi salah satu lokasi yang dimanfaatkan warga untuk mencuci kendaraan. Aliran sungai ini berada di sekitar kawasan Kebun Karet Trikora, Desa Rejomulyo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan.

Warga Jati Agung dan Natar cukup sering mendatangi Kali Banten. Mereka mencuci kendaraan roda dua hingga roda empat di lokasi tersebut.

Selain mudah dijangkau, warga memilih lokasi ini karena tidak perlu membayar air. Kondisi jalan menuju sungai juga cukup mudah bagi kendaraan.

Salah satu warga yang memanfaatkan Kali Banten ialah Ridho. Warga Sukadamai, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, itu mencuci mobil pikap L300 miliknya pada Kamis (27/8/2026).

Kali Banten Jadi Tempat Cuci Mobil Setelah Angkut Sayuran

Ridho menggunakan mobil pikap untuk mengangkut sayuran milik petani. Ia mengambil hasil pertanian dari sejumlah wilayah di sekitar Jati Agung dan Natar.

Selanjutnya, Ridho membawa sayuran tersebut ke Pasar Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung. Setelah menyelesaikan aktivitas di pasar, ia biasanya kembali ke Sukadamai.

Dalam perjalanan pulang, Ridho melewati kawasan Kali Banten. Karena itu, ia memilih berhenti untuk mencuci mobil sebelum melanjutkan perjalanan.

“Ini masih nyuci mobil. Ya, sering di sini. Ini Kali Banten namanya,” kata Ridho saat ditemui Altumnews.com, Kamis (27/8/2026).

Ridho mengaku sudah lama mengetahui lokasi tersebut. Ia juga cukup sering mencuci mobil di aliran Kali Banten.

“Udah lama tahu tempat ini,” ujarnya.

Gratis dan Dekat Jadi Alasan Warga

Bagi Ridho, lokasi Kali Banten memiliki beberapa keuntungan. Salah satunya karena jaraknya dekat dengan jalur yang biasa ia lewati.

Selain itu, ia tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan air. Kondisi jalan menuju lokasi juga membuatnya mudah membawa mobil pikap.

“Alasan nyuci mobil di sini dekat yang pertama. Dua gratis airnya. Aman kok, enak jalannya,” kata Ridho.

Lokasi Kali Banten juga berada tidak jauh dari jalur alternatif yang menghubungkan Bandar Lampung dan Metro. Posisi tersebut membuat sungai cukup mudah diakses warga dari wilayah sekitar.

Karena itu, Kali Banten bukan hanya menjadi bagian dari lingkungan sekitar. Aliran sungai tersebut juga masuk dalam aktivitas sehari-hari sebagian warga.

Ridho Cuci Mobil Setelah Pulang dari Pasar

Ridho biasanya berangkat sejak pagi untuk mengambil sayuran dari petani. Setelah itu, ia membawa muatan tersebut menuju Pasar Jatimulyo.

Aktivitas itu membuat mobil pikapnya kotor. Karena itu, ia memilih mencuci kendaraan setelah menyelesaikan pengantaran.

“Ini habis ngangkut sayur. Berangkat pagi, pulangnya sore kayak gini. Ini habis pulang dari pasar,” tuturnya.

Ridho menjelaskan bahwa sayuran tersebut berasal dari petani di sekitar Lampung Selatan. Ia kemudian mengangkut hasil pertanian itu ke Pasar Jatimulyo.

“Ini dari petani. Sekitar- sekitar Lampung Selatan aja. Ngopernya ke Pasar Jatimulyo,” katanya.

Dengan memanfaatkan Kali Banten, Ridho bisa membersihkan mobil sebelum kembali ke rumah. Ia pun tidak perlu mencari tempat pencucian kendaraan komersial.

Warga Waspadai Arus Kali Banten Saat Hujan

Meski sering menggunakan Kali Banten, Ridho tetap memperhatikan kondisi cuaca. Ia tidak berani mencuci kendaraan ketika hujan turun dan arus sungai menjadi deras.

“Kalau musim hujan biasanya banjir di sini. Gak bisa nyuci mobil kalau musim hujan. Gak berani. Kan arusnya deras,” ujarnya.

Namun, warga masih bisa mencuci kendaraan di bagian pinggir ketika kondisi memungkinkan. Ridho tetap memilih berhati-hati karena debit air dapat meningkat saat hujan.

“Kalau pun berani biasanya di pinggiran,” tambahnya.

Menurut Ridho, aktivitas mencuci kendaraan di Kali Banten membutuhkan waktu sekitar satu jam. Ia biasanya mencuci dengan santai setelah menyelesaikan pekerjaan mengangkut sayuran.

“Lama nyuci paling kalau nyantai ya sejam-an lah, kalau nyuci di sini,” katanya.

Kali Banten Dinilai Aman bagi Warga

Selain faktor lokasi dan akses air, Ridho menilai kawasan Kali Banten cukup aman. Selama menggunakan lokasi tersebut, ia mengaku tidak pernah mengalami gangguan kriminal.

“Untuk gangguan kriminal gak pernah. Aman lah. Selama ini aman,” kata Ridho.

Bagi warga seperti Ridho, keberadaan Kali Banten memberikan manfaat praktis. Mereka dapat mencuci kendaraan setelah bekerja tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

Namun, kondisi sungai tetap perlu menjadi perhatian. Saat musim hujan tiba, warga perlu mengutamakan keselamatan dan menghindari bagian sungai dengan arus deras.

Kali Banten pun memiliki peran tersendiri bagi aktivitas warga di sekitar Jati Agung dan Natar. Selain menjadi aliran air, sungai tersebut menjadi ruang yang dimanfaatkan warga dalam keseharian mereka.***