ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta Kapolda Lampung Brigjen Pol. Yustan Alpiani mengawal pembangunan daerah. Ia menyoroti persoalan jalan, konflik pertanahan, dan ketahanan pangan sebagai agenda penting di Lampung.
Mirza menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri pisah sambut Kapolda Lampung di Mahan Agung, Bandar Lampung, Jumat (16/10/2026). Acara itu menandai peralihan kepemimpinan dari Irjen Pol. Helfi Assegaf kepada Brigjen Pol. Yustan Alpiani.
Menurut Mirza, keamanan menjadi fondasi utama pembangunan. Kondisi yang aman membantu masyarakat menjalankan aktivitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan daerah.
“Pembangunan tidak akan bisa berjalan tanpa rasa aman. Rasa aman akan lebih bermakna bila disertai dengan kesejahteraan,” ujar Mirza.
Ia menitipkan empat agenda kepada Kapolda Lampung yang baru. Pertama, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kedua, mengawal program prioritas daerah. Ketiga, mendukung program pemerintah pusat. Keempat, meningkatkan pelayanan publik yang cepat dan akuntabel.
Jalan Provinsi 1.700 Kilometer Jadi Tantangan Lampung
Mirza menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang masih membutuhkan perhatian. Lampung memiliki jaringan jalan provinsi sepanjang sekitar 1.700 kilometer.
Jalan tersebut menunjang mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian. Konektivitas jalan juga membantu aktivitas ekonomi antardaerah.
Karena itu, Mirza mendorong pemerintah daerah, kepolisian, TNI, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat kerja sama. Ia ingin seluruh pihak menjaga keamanan sekaligus mendukung kelancaran pembangunan.
Mirza juga mendorong Lampung mengoptimalkan sektor pertanian dan perkebunan. Menurutnya, hilirisasi komoditas dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Lampung memiliki sekitar 9,5 juta penduduk yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Potensi tersebut menempatkan Lampung pada posisi strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Lahan Jagung Bertambah Hampir 70.000 Hektare
Mirza mengapresiasi peran Helfi Assegaf dalam mendukung pengembangan pertanian, khususnya komoditas jagung.
Menurut Mirza, jajaran kepolisian turut mendorong penanaman dan membina petani. Upaya tersebut ikut mendukung penambahan luas lahan jagung hampir 70.000 hektare.
Mirza menyebut perkembangan itu mengangkat posisi Lampung dari peringkat kelima menjadi peringkat ketiga produsen jagung nasional.
“Ini yang luar biasa. Pengalaman beliau bisa dipakai di Provinsi Lampung dan memang benar-benar sangat dibutuhkan Lampung saat ini,” kata Mirza.
Ia berharap Yustan melanjutkan kolaborasi tersebut. Mirza menilai dukungan kepolisian dapat membantu pemerintah memperkuat sektor pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Gubernur Mirza Soroti 47 Perkara Pertanahan
Selain pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan, Mirza menyoroti konflik pertanahan di Lampung. Ia menyebut 47 perkara pertanahan menjadi perhatian kepolisian.
Sejumlah perkara tersebut merupakan kasus lama yang membutuhkan penanganan serius. Jika tidak segera ditangani, konflik lahan berpotensi memicu perselisihan di tengah masyarakat.
Mirza juga menyinggung persoalan pertambangan emas. Ia mengapresiasi koordinasi Polda Lampung dalam menangani berbagai persoalan hukum selama kepemimpinan Helfi.
Helfi menjelaskan perkembangan penyelesaian perkara pertanahan dalam rapat dengar pendapat. Menurutnya, tingkat penyelesaian kini mencapai sekitar 50 persen, naik dari sekitar 45 persen saat rapat tersebut berlangsung.
Helfi berharap pemerintah daerah, kepolisian, dan pemangku kepentingan lain terus berkolaborasi. Kerja sama itu penting untuk mempercepat penyelesaian perkara yang masih tersisa.
Mirza turut mengapresiasi penghargaan Nugraha Sakanti dari Presiden yang diraih Polda Lampung. Ia juga menyoroti apresiasi Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) terhadap pelayanan publik Polda Lampung.
Ia berharap Polda Lampung mempertahankan capaian tersebut. Mirza juga mendorong kepolisian meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kapolda Yustan Alpiani Siapkan Nomor Khusus Pengaduan Warga
Kapolda Lampung Yustan Alpiani berkomitmen meningkatkan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. Ia ingin jajarannya memberikan pelayanan yang optimal dan humanis.
Yustan juga berencana menyediakan nomor telepon khusus untuk menampung keluhan warga. Staf akan mengelola nomor tersebut agar masyarakat lebih mudah menyampaikan pengaduan.
Selain pelayanan publik, Yustan menyoroti sejumlah tantangan keamanan. Ia menyebut tindak pidana konvensional, kejahatan ekonomi, peredaran gelap narkoba, dan konflik sosial agraria sebagai persoalan yang perlu mendapat perhatian.
Yustan meminta dukungan Forkopimda dan masyarakat untuk menjalankan semangat “Polisi Bersama Masyarakat”. Ia ingin jajarannya membuktikan semangat tersebut melalui tindakan nyata.
Sementara itu, Helfi menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Menurutnya, kerja sama seluruh pihak turut menjaga stabilitas keamanan selama masa tugasnya.
Pergantian Kapolda Lampung menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan kepolisian untuk memperkuat sinergi. Kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat pembangunan, membantu penyelesaian konflik lahan, dan menjaga ketahanan pangan.
Pada akhirnya, masyarakat membutuhkan hasil nyata dari kerja sama tersebut. Jalan yang lebih baik, penyelesaian konflik yang adil, penegakan hukum yang konsisten, dan pelayanan publik yang responsif menjadi bagian penting dari peningkatan kesejahteraan warga Lampung.





