ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) mengirim empat tim mahasiswa ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-39 Tahun 2026. Kali ini, mereka membawa inovasi teknologi kecerdasan buatan (AI), komunikasi SAR, pengolahan hasil pertanian, hingga pesawat nirawak ke kompetisi nasional.
Unila melepas kontingen tersebut pada Jumat (30/10/2026). Acara berlangsung di Ruang Sidang II, Lantai IV Gedung Rektorat Unila. Dalam kesempatan itu, Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., memimpin langsung prosesi pelepasan.
Hadir pula Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Sunyono, M.Si., para wakil dekan, dosen pembimbing, tim kemahasiswaan, serta mahasiswa peserta Pimnas.
Empat Tim Unila Lolos Pimnas 2026
Dalam laporannya, Prof. Sunyono mengungkapkan bahwa Unila berhasil meloloskan empat kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Dengan pencapaian tersebut, keempat tim siap bersaing dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan kreativitas dan kemampuan mahasiswa Unila dalam menghasilkan inovasi. Karena itu, ia meminta seluruh peserta tampil percaya diri selama kompetisi.
“Mahasiswa Unila memiliki kemampuan untuk bersaing dengan perguruan tinggi lainnya. Karena itu, saya berharap seluruh peserta tetap semangat, menunjukkan kemampuan terbaik, dan percaya diri dalam berkompetisi,” ujarnya.
Adapun empat kelompok tersebut terdiri atas dua tim kategori PKM-Karsa Cipta (PKM-KC). Sementara itu, dua tim lainnya berasal dari kategori PKM-Karya Inovatif (PKM-KI). Masing-masing kelompok memiliki lima anggota mahasiswa.
Inovasi AI hingga Teknologi Pertanian Jadi Andalan
Pada kategori PKM-Karsa Cipta, tim pertama mengembangkan inovasi berjudul “MYOPHIM: Sistem Skrining Dini Komplikasi Mata dan Risiko Vaskular pada Penyakit Metabolik melalui Citra Fundus Mata Berbasis AI”.
Melalui inovasi ini, mahasiswa mengembangkan teknologi kecerdasan buatan untuk membantu skrining dini risiko kesehatan melalui citra fundus mata. Selanjutnya, Dr. Ir. M. Komarudin, S.T., M.T., mendampingi tim dalam mengembangkan karya tersebut.
Sementara itu, tim kedua menghadirkan “RESQ-NET: Sistem Komunikasi Infrastruktur Konektivitas Mandiri Terintegrasi Kecerdasan Buatan Luring untuk Dukungan Operasi SAR di Area Tanpa Sinyal”.
Berbeda dengan tim pertama, kelompok ini berfokus pada teknologi komunikasi untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Secara khusus, inovasi tersebut menawarkan solusi komunikasi mandiri di wilayah tanpa jaringan sinyal. Indah Khoerunnisa, M.Pd., bertindak sebagai dosen pembimbing.
Di kategori PKM-Karya Inovatif, tim pertama mengusung “Inovasi Mesin Pengering Hasil Pertanian Ekonomis dan Ramah Lingkungan Berbasis Pemanfaatan Panas Buang Sampah”.
Melalui karya tersebut, mahasiswa merancang mesin pengering hasil pertanian yang memanfaatkan panas buang sampah sebagai sumber energi alternatif. Dengan demikian, inovasi ini menawarkan pendekatan pemanfaatan energi untuk mendukung proses pengolahan hasil pertanian. Angga Darma Prabowo, S.T., M.T., membimbing tim tersebut.
Selanjutnya, tim kedua mengembangkan “Inovasi Pesawat Nirawak Agen Cerdas Berdesain Kumbang sebagai Solusi Peningkatan Produktivitas Kopi bagi Petani Rakyat dan Industri Berkelanjutan di Indonesia”.
Dalam pengembangannya, tim memanfaatkan konsep desain kumbang untuk menciptakan pesawat nirawak. Inovasi tersebut menyasar peningkatan produktivitas kopi bagi petani rakyat dan industri berkelanjutan. Adapun Aryanto, S.T., M.T., mendampingi tim sebagai dosen pembimbing.
Secara keseluruhan, keempat inovasi tersebut memperlihatkan keberagaman gagasan mahasiswa Unila. Tidak hanya mengangkat persoalan kesehatan dan kebencanaan, mereka juga menawarkan solusi untuk sektor pertanian dan perkebunan kopi.
Rektor Unila Dorong Mahasiswa Tampil Maksimal
Dalam sambutannya, Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani mengapresiasi perjuangan seluruh mahasiswa yang berhasil lolos ke Pimnas 2026. Selain itu, ia meminta setiap peserta mengerahkan kemampuan terbaik selama kompetisi.
Rektor juga mengingatkan mahasiswa agar selalu menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas. Oleh karena itu, ia berharap peserta tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.
“Bertandinglah dengan sungguh-sungguh, berjuanglah secara maksimal, dan junjung tinggi kejujuran serta sportivitas. Jangan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Jadikan setiap masukan sebagai bahan evaluasi dan setiap pengalaman sebagai bekal untuk berkembang menjadi mahasiswa yang lebih baik,” pesannya.
Tidak hanya itu, Rektor meminta seluruh kontingen menjaga kekompakan selama mengikuti kompetisi. Ia juga berharap para mahasiswa membawa nama baik Unila dengan penuh kebanggaan.
Pimnas ke-39 Tahun 2026 akan berlangsung pada 1–8 November 2026 di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah. Sementara itu, kontingen Unila dijadwalkan berangkat pada Sabtu (31/10/2026). Dalam perjalanan tersebut, tim kemahasiswaan dan dosen pembimbing akan mendampingi para peserta.
Sebagai penutup acara, Rektor menyerahkan bendera kepada perwakilan mahasiswa. Prosesi tersebut menjadi simbol perjuangan kontingen dalam membawa nama Universitas Lampung ke panggung kompetisi ilmiah nasional.
Melalui keikutsertaan ini, Unila terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan riset, kreativitas, dan inovasi. Selain itu, universitas berupaya meningkatkan daya saing mahasiswa melalui berbagai kompetisi ilmiah tingkat nasional.
Dengan demikian, Pimnas 2026 tidak hanya menjadi ajang adu gagasan. Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa Unila untuk menguji kemampuan, memperluas pengalaman, dan mengembangkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.





