Guru SMA Xaverius Bandarlampung Maria Mintarsih Meninggal Dunia

ALTUMNEWS.com, BANDARLAMPUNG – Kabar duka datang dari keluarga besar SMA Xaverius Bandarlampung. Guru Seni Budaya dan Seni Musik, Maria Mintarsih, meninggal dunia pada Senin, 20 Januari 2020 pukul 02.14 WIB.

Maria Mintarsih mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta. Selama 15 tahun, Maria mengabdikan diri sebagai guru di SMA Xaverius Bandarlampung.

Maria mulai mengajar sejak 1 Juli 2005. Selama mengabdi, ia dikenal sebagai sosok disiplin dengan komitmen tinggi terhadap pekerjaan.

Selain itu, Maria memiliki jiwa sosial yang kuat. Ia juga berani menyampaikan kritik positif ketika menemukan sesuatu yang menurutnya kurang tepat.

“Dia orangnya disiplin, punya komitmen tinggi terhadap pekerjaan, jujur. Jiwa sosialnya luar biasa. Berani mengkritik positif kepada siapa pun yang menurut dia itu salah. Total dalam semangat pengabdian dan pelayanan,” kata Kepala SMA Xaverius Bandarlampung, F. Joko Winarno, Senin, 20 Januari 2020.

Maria Mintarsih Guru Andalan SMA Xaverius

F. Joko mengenal Maria sebagai sahabat sejak kecil. Karena itu, ia memahami karakter Maria dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Joko, Maria termasuk salah satu guru andalan SMA Xaverius Bandarlampung. Ia juga pernah mengemban sejumlah tanggung jawab penting di sekolah.

“Bu Mimin di SMA Xaverius Bandarlampung sempat menjabat Pembina OSIS. Kemudian, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan dan Bendahara BOS,” ujar F. Joko.

Selain mengajar, Maria aktif mengembangkan kreativitas siswa. Ia menjadi salah satu penggagas program seni teater untuk siswa kelas XI.

Program tersebut kemudian menjadi bagian dari branding SMA Xaverius Bandarlampung. Sejak 2016, para siswa menampilkan karya seni teater di Taman Budaya Lampung.

“Ini luar biasa bagi kami. Selain berguna untuk pengembangan bakat anak-anak, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi anak didik kami untuk berkreasi,” pungkas F. Joko.

Sahabat Mengenang Maria sebagai Sosok Pengayom

Sementara itu, Resti Hosiana mengenang Maria sebagai sosok yang keibuan dan mengayomi. Resti merupakan sahabat Maria di SMA Xaverius Bandarlampung.

Menurut Resti, Maria sering memberikan nasihat tentang pekerjaan dan kehidupan pribadi. Ia juga menjadi teman curhat yang dapat dipercaya.

“Beliau sosok yang benar-benar keibuan dan mengayomi. Banyak memberikan nasihat baik dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi. Teman curhat yang bisa dipercaya, tidak pernah menggurui apalagi menyalahkan. Suara tawanya selalu khas,” kata Resti.

Senada dengan Resti, sahabat lainnya, Th. Septi Widiarti, juga mengenang Maria dengan penuh kasih.

“Bu Min, sahabat yang baik, pribadi yang tangguh, setia, kuat dalam iman, pengharapan, dan kasih kepada Tuhan,” ucapnya.

Riwayat Hidup Maria Mintarsih

Maria Mintarsih lahir di Pamenang, Pagelaran, pada 24 Mei 1972. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 2 Patoman-Pagelaran dan lulus pada 1985.

Selanjutnya, Maria melanjutkan pendidikan di SMP Xaverius Pagelaran. Ia lulus pada 1988.

Setelah itu, Maria bersekolah di SMA Xaverius Pringsewu dan lulus pada 1991. Maria kemudian menempuh pendidikan tinggi di Universitas Lampung, jurusan MIPA Kimia, dan lulus pada 1996.

Dalam kehidupan keluarga, Maria menikah dengan Markus Sukamto pada 4 Januari 1997. Mereka melangsungkan pemberkatan pernikahan di Gereja Santa Maria Panutan Pagelaran.

Maria dan Markus kemudian dikaruniai dua putra. Putra pertama, Laurensius Gerardo Vivaldi, menempuh pendidikan di Seminari Tinggi Santo Petrus Pematangsiantar, Sumatra Utara.

Sementara itu, putra kedua, Philipus Abelio Bilardi, menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.

Misa Requiem Maria Mintarsih

Hingga berita ini diturunkan, jenazah Maria Mintarsih masih dalam perjalanan menuju rumah duka dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta.

Selanjutnya, keluarga dan umat Katolik menggelar Misa Requiem untuk Maria Mintarsih pada Selasa, 21 Januari 2020 pukul 10.00 WIB.

Umat menggelar Misa Requiem di Gereja St. Maria Immaculata, Way Kandis, Bandarlampung. Setelah Misa, keluarga melanjutkan prosesi pemakaman di Pemakaman Katolik Waykandis.

“Misa Requiem untuk ibu Maria Mintarsih pada Selasa, 21 Januari 2020 pukul 10.00 WIB di Gereja St. Maria Immaculata, Way Kandis, Bandarlampung. Dilanjutkan upacara pemakaman di Pemakaman Katolik Waykandis,” kata Ketua Lingkungan Santa Skolastika, Stasi St. Maria Immaculata, Paroki St. Yohanes Rasul Kedaton, Bandarlampung, Yudar Ispiyanto.

Kepergian Maria Mintarsih meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Rekan kerja, sahabat, dan keluarga besar SMA Xaverius Bandarlampung juga merasakan kehilangan sosok guru yang berdedikasi.***