Gunung Merbabu Pasang Penanda Jalur untuk Cegah Pendaki Tersesat

ALTUMNEWS.Com, JAWA TENGAH – Tim Taman Nasional (TN) Gunung Merbabu memperbarui pal HM di lima jalur resmi pendakian. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko pendaki tersesat.

Gunung Merbabu memiliki ketinggian 3.145 meter di atas permukaan laut (mdpl). Selain itu, gunung yang terletak di Jawa Tengah ini menjadi salah satu tujuan favorit para pendaki di Indonesia.

Pal HM Baru Lebih Mudah Terlihat pada Malam Hari

Tim TN Gunung Merbabu memperbarui pal HM agar pendaki lebih mudah melihatnya. Melalui akun Instagram resmi @balai_tn_gunungmerbabu, Selasa (12/1/2021), pengelola menjelaskan fungsi penanda baru tersebut.

“Dilakukan regenerasi pemasang Pal HM yang lebih keren dan mudah terbaca di malam hari. Tinggi pal mencapai 150 cm. Pal dapat memantulkan cahaya di malam hari jika terkena sorot lampu pendaki, sehingga mudah terlihat dari kejauhan,” tulis akun tersebut.

Dengan kemampuan memantulkan cahaya, pal HM membantu pendaki mengenali jalur saat kondisi gelap. Selain itu, tinggi pal yang mencapai 150 sentimeter membuat penanda ini lebih mudah terlihat dari kejauhan.

Tim Memasang 250 Pal HM di Lima Jalur Pendakian

Tim TN Gunung Merbabu memasang 250 pal HM secara serentak. Mereka menempatkan penanda tersebut di lima jalur pendakian resmi, yaitu Kopeng Thekelan, Wekas, Kopeng Cunthel, Swanting, dan Selo.

Melalui unggahan yang sama, pengelola berharap para pendaki dan masyarakat ikut menjaga fasilitas tersebut.

“Pal HM dipasang serentak di semua jalur pendakian sebanyak 250 Pal HM, dengan harapan bisa bertahan lama tidak dirusak atau vandalisme oleh pendaki maupun masyarakat yang beraktivitas di dalam kawasan hutan tentunya,” tulis akun resmi TN Gunung Merbabu.

Oleh karena itu, pengelola mengajak semua pihak menjaga pal HM agar tetap berfungsi. Dengan begitu, penanda jalur ini dapat membantu pendaki dalam jangka panjang.

Pal HM Membantu Pendaki Mengenali Jalur

Pal HM memiliki fungsi penting dalam kegiatan pendakian. Penanda ini membantu pendaki mengenali jalur sekaligus mengetahui titik ketinggian tertentu.

Selain membantu pendaki pemula, pal HM juga menjadi acuan selama perjalanan. Karena itu, penanda yang jelas dapat mendukung keselamatan pendakian.

Terlebih lagi, penanda yang mudah terlihat pada malam hari membantu pendaki mengenali jalur ketika cahaya terbatas. Dengan demikian, mereka dapat lebih mudah memperhatikan arah perjalanan.

Pemasangan Melibatkan Berbagai Pihak

Tim TN Gunung Merbabu melibatkan berbagai pihak dalam kegiatan ini. Mereka bekerja sama dengan KPA Rajawali, MPA, MMP, masyarakat, relawan Merbabu, serta sejumlah komunitas lainnya.

“Kegiatan pemasangan ini dikerjakan oleh Tim TN Gunung Merbabu, KPA Rajawali, MPA, MMP, masyarakat, volunteer Merbabu dan komunitas lain yang terlibat,” tulis akun tersebut.

Melalui kerja sama tersebut, pengelola berharap fasilitas pendakian tetap terawat. Selain itu, keterlibatan masyarakat dan komunitas dapat meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian kawasan hutan.

Pada akhirnya, pemasangan pal HM menjadi salah satu upaya untuk membantu pendaki mengenali jalur Gunung Merbabu. Namun, pendaki tetap perlu menyiapkan perlengkapan, mempelajari rute, dan mengikuti arahan petugas demi menjaga keselamatan selama perjalanan.

Sumber: Akun Instagram resmi TN Gunung Merbabu, @balai_tn_gunungmerbabu.