Sambut Nataru 2018/2019, KAI Divre IV Siapkan 432 Petugas dan 37 Kereta

ALTUMNEWS.com, BANDAR LAMPUNG – PT KAI Divre IV Tanjungkarang menyiapkan sarana dan prasarana untuk menghadapi angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2018/2019.

Selain armada, perusahaan juga memperkuat sumber daya manusia untuk mendukung kelancaran layanan.

Masa angkutan Nataru berlangsung selama 18 hari. Periode tersebut dimulai pada 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019.

Selama periode itu, seluruh pegawai Divre IV ikut mendukung pelayanan di sejumlah stasiun.

Manajemen juga meminta pegawai tidak mengambil cuti tahunan selama masa angkutan Nataru.

Kepala PT KAI Divisi Regional IV Tanjungkarang, Sulthon Hasanudin, menjelaskan kesiapan sarana menghadapi lonjakan penumpang.

Untuk kebutuhan lokomotif, perusahaan menyiapkan satu lokomotif utama dan tiga lokomotif cadangan.

Selain itu, delapan seat KRDI turut masuk dalam kesiapan armada.

KAI Siapkan 37 Kereta

Divre IV menyiapkan 37 unit kereta SO untuk menghadapi masa Nataru.

Armada tersebut mencakup 36 unit kereta SF dan 11 unit kereta cadangan.

Di sisi lain, KAI menyiapkan 10 perjalanan KA reguler selama periode tersebut.

Dengan kesiapan armada itu, perusahaan memprediksi volume penumpang mencapai 72.658 orang dalam 18 hari.

“Jumlah itu meningkat 54 persen atau 25.475 penumpang dari masa angkutan Nataru 2017/2018. Saat itu, jumlah penumpang mencapai 47.183 orang,” ujar Sulthon.

Menurut Sulthon, kenaikan tersebut berkaitan dengan pengoperasian KA Kuala Stabas pada Nataru 2018/2019.

432 Petugas Siaga Hadapi Musim Hujan

Musim penghujan juga menjadi perhatian selama masa angkutan Nataru.

Karena itu, Divre IV menyiagakan 432 personel posko untuk mengantisipasi gangguan perjalanan.

Sulthon menjelaskan, sebanyak 225 personel flying gang berjaga di lintas Tarahan-Tanjung Rambang.

Petugas tersebut bekerja dalam 25 kelompok. Setiap kelompok memiliki sembilan personel.

Mereka memantau kondisi jalur dan mengantisipasi rintang jalan.

Selain itu, petugas juga mengantisipasi peristiwa luar biasa (PLH) yang dapat menghambat perjalanan KA.

KAI Perkuat Pengawasan Jalur

Pengawasan jalur kereta api juga mendapat perhatian khusus.

Divre IV menyiagakan 97 Petugas Penilik Jalan (PPJ). Perusahaan kemudian menambah 30 personel ekstra.

Untuk perlintasan sebidang resmi, Divre IV menugaskan 52 Penjaga Jalan Lintas (PJL).

Perusahaan juga menambah 28 personel PJL ekstra.

Sulthon mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi rambu-rambu di perlintasan sebidang.

“Meskipun jumlah PJL meningkat, PT KAI tetap mengimbau masyarakat pengguna jalan untuk mematuhi rambu-rambu di perlintasan sebidang,” kata Sulthon.

304 Personel Amankan Perjalanan

Selain jalur, KAI memperkuat pengamanan penumpang selama masa Nataru.

Sebanyak 304 personel keamanan akan menjaga perjalanan kereta api.

Jumlah tersebut mencakup 38 personel Polsuska dan 216 personel security.

KAI juga memperoleh dukungan 50 personel dari TNI dan Polri.

Petugas keamanan akan menjaga area kereta dan stasiun.

Mereka juga akan melakukan patroli mobile di sepanjang jalur KA.

Sementara itu, petugas akan mengawasi sejumlah objek penting. Lokasinya mencakup depo lokomotif dan kereta.

KAI Imbau Penumpang Siapkan Perjalanan

Divre IV Tanjungkarang mengingatkan masyarakat agar mempersiapkan perjalanan dengan baik.

Pertama, calon penumpang sebaiknya datang dua hingga tiga jam sebelum jadwal keberangkatan.

Waktu tersebut memberi kesempatan kepada penumpang untuk menghindari kepadatan di stasiun.

Kedua, penumpang perlu membawa barang sesuai kapasitas.

KAI menetapkan batas bagasi maksimal 20 kilogram. Barang yang terlalu besar juga dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain.

Ketiga, masyarakat tidak perlu datang ke stasiun untuk membeli tiket.

Penumpang dapat membeli tiket melalui kanal resmi KAI. Pilihannya mencakup KAI Access, situs kai.id, dan Contact Center 121.

Selain itu, masyarakat dapat membeli tiket melalui kanal eksternal yang bekerja sama dengan KAI.

Kanal tersebut antara lain gerai minimarket, Traveloka, Tiket.com, Tokopedia, dan agen resmi lainnya.

Keempat, calon penumpang yang membeli tiket melalui kanal eksternal perlu mencetak tiket sebelum masuk stasiun.

Kelima, penumpang sebaiknya tidak memakai perhiasan secara berlebihan selama perjalanan.

Langkah tersebut membantu mengurangi risiko kejahatan. Penumpang juga perlu menjaga barang berharga selama perjalanan.

KAI mengingatkan masyarakat agar mewaspadai berbagai modus kejahatan. Beberapa di antaranya pembiusan dan gendam.***