ALTUMNEWS.com, KALIANDA – Mahasiswa STIE Gentiaras Bandar Lampung menggelar aksi kemanusiaan bagi korban tsunami.
Pada Sabtu, 12 Januari 2019, mahasiswa menyalurkan bantuan ke posko Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam Sukaraja, Kalianda, Lampung Selatan. BEM dan UKM STIE Gentiaras mewakili mahasiswa dalam aksi tersebut.
“Tidak hanya menyerahkan bantuan, para mahasiswa juga memberikan pelayanan pemulihan trauma atau trauma healing. Lokasinya di MI Darussalam Sukaraja,” kata Ketua STIE Gentiaras, Suster M. Francis Lydia Sumiyati, FSGM, kepada Altumnews.com, Senin, 14 Januari 2019.
Mahasiswa Gelar Trauma Healing
Suster Lydia mengapresiasi kepedulian mahasiswa STIE Gentiaras. Ia menilai mahasiswa menunjukkan kepedulian atas inisiatif sendiri.
“Yang jelas saya mengapresiasi aksi mereka ini. Karena muncul dari mahasiswa sendiri, tidak saya suruh,” tegasnya.
Menurut Suster Lydia, sejumlah mahasiswa Gentiaras tinggal di Kalianda dan sekitarnya. Mereka juga lebih dahulu mengikuti aksi peduli tsunami bersama tim Caritas Keuskupan.
“Sebenarnya beberapa mahasiswa yang rumahnya sekitar lokasi tsunami telah ikut peduli tsunami bersama tim Caritas Keuskupan. Mereka mengikuti kegiatan di posko Ngison Nando. Ada juga alumni Gentiaras yang ikut peduli tsunami ini,” jelas Sr. Francis.
Sebanyak 136 anak mengikuti kegiatan trauma healing di MI Darussalam Sukaraja. Para mahasiswa mengajak anak-anak bermain dan berinteraksi selama kegiatan.
Menurut mahasiswa, anak-anak terlihat gembira mengikuti kegiatan tersebut. Mereka bahkan meminta mahasiswa Gentiaras datang kembali.
Suster Lydia Turun ke Lokasi Tsunami
Sebelumnya, Suster M. Francis juga mengunjungi lokasi terdampak tsunami di Kalianda. Ia datang bersama pengurus Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) wilayah Lampung dan Jakarta.
“Sebagai anggota pengurus Ikatan Akuntan Indonesia, saya bersama para pengurus IAI wilayah Lampung dan pusat Jakarta memberikan bantuan kepada korban tsunami. Kami juga meninjau lokasi di daerah Pantai Canti, Kalianda,” tuturnya.
Mahasiswa Galang Bantuan
Mahasiswa menggalang bantuan berupa perlengkapan sekolah. BEM dan gabungan UKM STIE Gentiaras mengoordinasikan pengumpulan bantuan tersebut.
Mahasiswa juga mengajak komunitas Santo Petrus dan Paroki Santo Yohanes Rasul Kedaton, Bandar Lampung, untuk mendukung aksi kemanusiaan tersebut.***





