Peringati Hari Musik Nasional, Ansambel Musik Fermata Gelar Konser Tanah Airku Indonesia

0
432
Novi Surya Endah Tri Budiati saat menyanyiakan lagu berjudul Om Shanti pada Konser Musik “Tanah Airku Indonesia” di GTT Taman Budaya Lampung, Sabtu 09 Maret 2019.

ALTUMNEWS.com, BANDAR LAMPUNG – Peringati Hari Musik Nasional pada 09 Maret 2019, Ansambel Musik Fermata bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Lampung selenggarakan Konser Musik “Tanah Airku Indonesia”. Acara berlangsung di Gedung Teater Tertutup (GTT) Taman Budaya Bandar Lampung, Sabtu sore, 09 Maret 2019 ini dihadiri ratusan penonton.

Pada konser musik ini, Ansambel Musik Fermata berkolaborasi dengan paduan suara anak Ad Gloriam Dei Children Choir serta tari dan musik tradisional dari FKUB Provinsi Lampung.

Ketua Panitia Konser Musik Tanah Airku Indonesia, Kurniawan Catur mengatakan dengan diperingatinya Hari Musik Nasional melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dan pemerintah semakin menghargai serta mendukung karya, kegiatan para musisi yang berkarya di Bandar Lampung.

“Kami juga berharap melalui konser ini, masyarakat semakin sadar akan keberagaman yang ada di Nusantara, sehingga semakin menciptakan kerukunan antar etnis dan umat beragama untuk mewujudkan Indonesia yang damai,” kata Kurniawan Catur usai acara, Sabtu, 09 Maret 2019.

Sekilas Tentang Ansambel Musik Fermata

Ansambel Musik Fermata (AMF) dibentuk pada tanggal 03 Februari 2019. Para pendiri dari komunitas ini adalah Kurniawan Catur, Alice Christina, Sisca Iwunt dan Martha Anna.

“Konser musik bertajuk Tanah Airku Indonesia ini merupakan konser perdana. Tanggal berdirinya komunitas ini sengaja dipilih bersamaan dengan peringatan Hari Musik Nasional yang jatuh pada tanggal 09 Maret, “ kata Kurniawan Catur.

Menurut Kurniawan, sejatinya, Fermata adalah tanda musik yang mempunyai makna memperpanjang tempo atau nada seperlunya. Fungsi tanda fermata di dalam permainan musik adalah untuk memperindah ataupun mempercantik komposisi tersebut.

“Dari makna tersebut, diharapkan komunitas AMF dapat memperindah dan mempercantik khazanah bermusik di Provinsi Lampung pada khususnaya dan Indonesia pada umumnya,” jelasnya.

BACA JUGA:  Tingkatkan Minat Baca, Pemprov Lampung Gandeng Perpunas

Menurutnya, AMF bukanya sebuah komunitas tertutup. Komunitas ini terbuka bagi semua orang yang merasa mempunyai minat, visi dan misi yang sama dalam menhidupkan musik tanpa melihat perbedaan suku, agama, ras dan antar golingan (SARA).

“Anggota dari AMF berasal dari musisi-musisi profesional maupun yang masih berlajar. Baik yang berdomisili di Provinsi Lampung maupun di luar Lampung. Saat ini anggota AMF terdiri dari beragam usia mulai anak-anak hingga dewasa,” terang salah satu pendiri AMF ini.

AMF lanjut Kurniawan, berkeinginan untuk membangun komunitas musik yang sehat dan berkualitas serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam setiap kegiatan.

“Dengan berproses bersama dalam mempersiapkan senuah pagelaran, diharapkan para anggota menyadari arti gotong-royong, tolerasnsi, tenggang rasa dan keharmonisan dalam sebuah perbedaan,” pungkasnya.***

Editor : Robert

Facebook Comments