Gereja di Lampung Ajak Umat Kristiani Sukseskan Pemilu 2019

ALTUMNEWS.com, BANDAR LAMPUNG — Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Wilayah (PGIW) Lampung, Pdt. Christya P. Poetra, mengajak masyarakat mendukung Pemilu 2019. Ia secara khusus mengajak umat Kristiani di Lampung menggunakan hak pilih.

Pdt. Christya menyampaikan ajakan itu dalam Dialog Kebangsaan “Gereja dan Demokrasi”. GPIB Marturia Bandar Lampung menjadi lokasi kegiatan pada Jumat, 15 Maret 2019.

Gereja Dorong Umat Gunakan Hak Pilih

Dalam dialog tersebut, Pdt. Christya mengingatkan warga gereja agar datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ia juga meminta umat menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.

Menurut Pdt. Christya, gereja terus mendorong umat untuk memilih. Karena itu, ia meminta warga gereja tidak memilih golput.

“Kami Gereja-gereja mendorong jangan sampai satu pun warga Gereja yang tidak mencoblos atau golput. Golput itu tidak menunjukkan adanya semangat kebangsaan,” kata Pdt. Christya.

Ia menilai golput dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan menentukan pilihan. Sebaliknya, orang lain justru dapat mengambil peran dalam menentukan arah demokrasi.

“Kalau memilih golput ini daulatnya diambil oleh orang lain. Keberdaulatan dirinya itu akan diambil oleh yang lain,” ujarnya.

PGIW Lampung Dorong Pemilu Damai

Selanjutnya, Pdt. Christya berharap Pemilu 2019 berjalan damai, khususnya di Lampung. Ia menyebut dialog kebangsaan sebagai salah satu upaya gereja mendukung proses tersebut.

“Ini agenda yang penting dibicarakan supaya gereja di manapun hadir,” tegas Pdt. Christya.

Karena itu, ia mengajak para pimpinan gereja dan perwakilan berbagai aras gereja untuk ikut bergerak. Gereja, menurutnya, perlu mengambil bagian dalam menciptakan pemilu yang damai.

“Demokrasi ini menjadi pola kehidupan bersama,” lanjutnya.

Demokrasi Perlu Kelola Keragaman

Selain mendorong pemilu damai, Pdt. Christya menilai demokrasi harus mampu mengelola keragaman. Ia mengakui Indonesia masih menghadapi sejumlah kelemahan dalam kehidupan demokrasi.

Namun, demokrasi tetap harus menghadirkan keadilan bagi semua. Para calon anggota legislatif pun perlu memperhatikan kebutuhan masyarakat.

“Demokrasi yang adil bagi semua itu untuk membangun semangat keugaharian. Semangat untuk menjadi jalan tengah dan mengingat yang lain,” katanya.

Menurut Pdt. Christya, calon anggota legislatif harus memperjuangkan kepentingan masyarakat. Mereka perlu mengutamakan kepentingan bersama, terutama kelompok masyarakat yang menghadapi kesulitan.

“Jadi kita berjuang tidak untuk diri sendiri, tapi demi yang lain,” pungkasnya.

Dialog Kebangsaan Hadirkan 100 Peserta

Sementara itu, sekitar 100 orang mengikuti Dialog Kebangsaan “Gereja dan Demokrasi”. Peserta berasal dari pimpinan gereja anggota PGI, berbagai aras gereja, serta calon anggota legislatif.

Panitia juga menghadirkan dua pembicara. Mereka ialah Kol. Taufik H dari Danrem 043/Gatam dan M. Pajaitan, akademisi FISIP Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta.

Melalui dialog tersebut, para peserta membahas peran gereja dalam kehidupan demokrasi. Mereka juga memperkuat komitmen untuk menjaga kerukunan dan menyukseskan Pemilu 2019.***