Ketua PGIW Lampung Imbau Umat Kristen Tak Golput

0
605
Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Wilayah (PGIW) Lampung, Pdt.Christya P.Poetra. Foto : Robert

ALTUMNEWS.com, BANDAR LAMPUNG — Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Wilayah (PGIW) Lampung, Pdt.Christya P.Poetra mengajak masyarakat khususnya umat Kristiani untuk ikut mendukung pelaksanaan Pemilu 2019.

Hal tersebut disampaikan Pdt.Christya P.Poetra pada Dialog Kebangsaan “Gereja dan Demokrasi”, di GPIB Marturia Bandar Lampung, Jumat, 15 Maret 2019.

Pdt.Christya P.Poetra mengingatkan warga gereja untuk ikut hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menggunakan hak pilihnya secara bertanggunga jawab.

“Kami Gereja-gereja mendorong jangan sampai satu pun warga Gereja yang tidak mencoblos atau golput, karena golput itu tidak menunjukan adanya semangat kebangsaan. Karena golput ini mengingkari demokrasi yang sudah menjadi pilihan atau daulat. Jadi kalau memilih golput ini daulatnya diambil oleh orang lain, keberdaulatan dirinya itu akan diambil oleh yang lain,” kata  Pdt.Christya.

Akademisi dari Fisip UKI Jakarta, M.Pajaitan saat memberikan materi pada Dialog Kebangsaan “Gereja dan Demokrasi”, di GPIB Marturia Bandar Lampung, Jumat, 15 Maret 2019.

Pdt.Christya berharap pemilihan umum yang berlangsung serentak itu berjalan damai terutama di Lampung. Dialog Kebangsaan “Gereja dan Demokrasi” ini menurutnya menjadi salah satu agenda pihaknya untuk ambil bagian mewujudkan pemilu yang damai.

“Ini agenda yang penting dibicarakan supaya gereja dimanapun hadir. Oleh karena itu kami mengundang pimpinan-pimpinan gereja, dan juga rekan-rekan dari aras-aras gereja yang lain supaya gereja-gereja yang lain juga ikut ambil bagian untuk mensukseskan pemilu yang damai dan supaya demokrasi ini menjadi pola kehidupan bersama,” tegas Pdt.Christya.

Menurut Ketua Umum PGI Wilayah Lampung ini, demokrasi seharusnya dapat mengelola keragaman yang ada walau memang masih ada kelemahan dalam kehidupan demokrasi di Indonesia.

“Demokrasi yang adil bagi semua, itu adalah untuk membangun semangat keugaharian, semangat untuk menjadi jalan tengah, semangat untuk mengingat yang lain. Jadi supaya kita berjuang tidak untuk diri sendiri tapi demi yang lain, lebih sejahtera bangsa ini, masyarakat yang situasinya sulit itu  betul-betul dipikirkan oleh para yang ingin mencalonkan diri menjadi legislatif supaya mereka berbicara tentang kebijakan,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Pemprov Lampung Kirim Anggota Tagana Bantu Korban Banjir Bengkulu

Sebagai informasi, pada Dialog Kebangsaan “Gereja dan Demokrasi” diikutip 100-an orang yang terdiri dari pimpinan gereja anggota PGI, aras-aras gereja yang lain serta calon anggota legislatif. Dua pembicara dihadirkan yakni Kol.Taufik H dari Danrem 043/Gatam dan M.Pajaitan akademisi dari Fisip Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta.***

Editor : Robert

Facebook Comments