ALTUMNEWS.com, BANDAR LAMPUNG — Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Bandar Lampung terus memperkuat pelayanan bagi Gereja dan masyarakat. Organisasi perempuan Katolik tersebut juga mendorong setiap cabang agar aktif menjalankan program kerja.
Pesan itu disampaikan Pastor Kepala Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung, RD Apolonius Basuki. Ia menyampaikan pesan tersebut saat Pertemuan WKRI Bakorcab Bandar Lampung di GSG Gereja Ratu Damai Teluk Betung, Minggu (19/5/2019).
Menurut Romo Apol, WKRI memiliki peran penting dalam kehidupan Gereja dan masyarakat. Ia mengibaratkan Gereja sebagai sebuah bangunan. Sementara itu, perempuan Katolik menjadi taman yang memperindah lingkungan tersebut.
“Menurut saya WKRI merupakan ormas yang paling solid dibandingkan yang lain,” kata Romo Apol.
Romo Apol Dorong WKRI Utamakan Keluarga
Selain aktif dalam pelayanan, Romo Apol mengingatkan anggota WKRI agar tetap mengutamakan keluarga. Menurutnya, pelayanan harus tumbuh dari keluarga yang harmonis.
“Dalam pelayanan harus berangkat dari keluarga yang bahagia, bukan pelarian dari rumah tangga yang bosan dan jenuh,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak anggota WKRI menjaga keseimbangan antara pelayanan organisasi dan kehidupan keluarga. Ia juga meminta seluruh anggota tetap rendah hati ketika menjalankan tugas pelayanan.
“Maka sebagai WKRI harus menjadi rendah hati dan jangan merasa penting serta berjasa bagi pelayanan,” pesan Romo Apol.
WKRI Bandar Lampung Evaluasi Program Kerja
Sementara itu, Ketua Badan Koordinasi Cabang (Bakorcab) WKRI Bandar Lampung, Cicilia Tresnaningsih Carlost, menjelaskan tujuan pertemuan tersebut.
Menurut Carlost, para pengurus menggelar pertemuan setiap tiga bulan. Mereka membahas perkembangan program kerja dari masing-masing cabang.
Peserta pertemuan berasal dari sejumlah DPC WKRI di Bandar Lampung. Mereka antara lain DPC Way Kandis, Panjang, Teluk Betung, Margo Agung, Kedaton, dan Tanjungkarang.
“Ini adalah pertemuan tiga bulanan untuk membahas program,” jelas Carlost.
Selain mengevaluasi program, para pengurus juga memperkuat kerja sama antarcabang. Mereka menggunakan forum tersebut sebagai ruang untuk mengukur keberhasilan kegiatan masing-masing.
Carlost mengatakan pengurus juga mengecek kesesuaian program dengan AD/ART serta hasil Kongres WKRI di Jakarta.
WKRI Dorong Kolaborasi dengan Organisasi Perempuan
Lebih lanjut, Carlost mengajak anggota WKRI memperluas jaringan pelayanan. Ia mendorong cabang yang belum aktif agar mulai membangun kolaborasi dengan berbagai organisasi masyarakat.
“Diharapkan untuk bergabung, berjejaring dan bekerja sama dengan PKK, Posyandu dan Gabungan Organisasi Wanita se-Bandar Lampung,” katanya.
Dengan kolaborasi tersebut, WKRI diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih luas. Selain itu, kerja sama lintas organisasi dapat memperkuat peran perempuan dalam kehidupan sosial masyarakat.
DPD WKRI Lampung Minta Cabang Jalankan Program Kongres
Ketua Presidium WKRI DPD Lampung, Ellysabet Sri Puryani, juga meminta seluruh cabang menjalankan program hasil kongres.
Ia menjelaskan bahwa setiap cabang perlu menyesuaikan program dengan kondisi wilayah masing-masing. Namun, pelaksanaannya tetap mengacu pada hasil kongres dan program organisasi.
“Kiranya semua cabang dapat menjalankan program kerja dari hasil kongres yang diturunkan ke konverda dan disusun oleh masing-masing cabang sesuai dengan kondisi dan situasi cabangnya masing-masing,” katanya.
Ellysabet juga menyampaikan apresiasi kepada Romo Apol dan umat Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung. Menurutnya, dukungan tersebut ikut menghidupkan kembali kegiatan WKRI di wilayah Teluk Betung.
“Dukungan dari Romo Apol dan umat setempat luar biasa. Berkat dukungan beliau, WKRI yang sudah 23 tahun tenggelam di Teluk ini jadi hidup lagi,” tutup Ellysabet.
Pertemuan WKRI Bakorcab Bandar Lampung tersebut menjadi momentum untuk memperkuat organisasi. Selain itu, forum tersebut mendorong anggota meningkatkan pelayanan, memperluas jejaring, dan menjalankan program secara konsisten.***





