Mengenal TAGANA Rajawali

0
84
Billy Moningka, Koordinator Tagana Rajawali Provinsi Lampung. (Dokumen Tagana Rajawali Lampung)

ALTUMNEWS.com, BANDAR LAMPUNG –  Taruna Siaga Bencana, selanjutnya disingkat Tagana adalah relawan sosial atau Tenaga Kesejahteraan Sosial yang berasal dari masyarakat dan memiliki kepedulian serta aktif dalam penanggulangan bencana bidang perlindungan sosial. Kemudian ada nama muncul “Tagana Rajawali”? Samakah dengan dengan Taruna Siaga Bencana?

Dalam video pendek yang diterima Altumnews.com, Rabu, 17 Juli 2019 dari Koordinator Tagana Rajawali Provinsi Lampung Billy Moningka berisi wawancara dengan Koordinator Tagana Rajawali, drg. Kristina Hutagaol, MARS. Dalam video tersebut, drg. Kristina Hutagaol, MARS menjelaskan mengenai Tagana Rajawali.

Tagana Rajawali Lampung pada posko dapur umum. (Dokumen Tagana Rajawali Lampung)

“Taruna Siaga Bencana itu sebenarnya adalah relawan resmi pemerintah yang dibina oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Merupakan relawan berbasis masyarakat namun dalam perkembangannya beberapa unsur dari masyarakat ikut ambil bagian salah satunya dari unsur Gereja,” jelas drg. Kristina.

Drg. Kristina melanjutkan, Direktur Bantuan Korban Bencana Alam Kementerian Sosial Republik Indonesia pada waktu itu tahun 2007 menambhakan “Rajawali” di belakang kata Tagana.

“Kemudian kita bergabung berlatih bersama dan kita menambahkan atau lebih lengkapnya bahwa Rajawali, itu diberikan oleh yang pada waktu itu adalah Direktur Bantuan Korban Bencana Alam, Bapak Andi, oke kami namakan kalian Rajawali,” jelas drg. Kristina.

Ibunda drg. Kristina sendiri, menurutnya merupakan pelopor berdirinya Tagana Rajawali, Hutagaol namanya. “Jadi pada tahun 2007 adalah pembentukan Undang-Undang Penanggulangan Bencana dan beliau (Hutagaol) adalah salah satu yang merancangnya, pada posisi sebagai anggota DPR RI pada saat itu,” terang drg. Kristina.

Menurutnya, Hutagaol pada waktu itu melihat, Tagana Rajawali bisa sebagai media bagai “Warga Gereja” untuk bisa ambil bagian membantu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Dengan cara dilatih sehingga ada keselarasan antara aturan pemerintah dengan yang akan kita kerjakan, pelatihan pelatihan macam apa aja itu yang diberikan jadi pelatihan yang diberikan adalah cara mendirikan tenda, itu ada tiga macam tenda ; tenda pleton tenda regu tenda keluarga.”

“Kemudian bagaimana cara menyelamatkan di air, bagaimana melakukan vertical rescue, kemudian bagaimana kita bisa membantu untuk dapur umum, bagaimana kita dapat mengelola logistik yang ada, mendirikan shelter,” pungkas Koordinator Tagana Rajawali.

Personil Tagana Rajawali Lampung saat membatu korban bencana. (Dokumen Tagana Rajawali Lampung)

Pelatihan Dasar Tagana Rajawali Akan Segera Digelar

Dalam waktu dekat, tepatnya pada tanggal 24-26 Juli 2019, Tagana Rajawali Lampung akan mengadakan “Pelatihan Dasar Tagana Rajawali”.

“Kegiatan akan dilaksanakan di Markas Brigade Infanteri (Brigif) 4 Marinir/BS Piabung, Pesawaran Lampung,” kata Billy Moningka, Koordinator Tagana Rajawali Provinsi Lampung saat dihubungi Altumnews.com, Rabu, 17 Juli 2019.***

Editor : Robert

Facebook Comments