Warga Bandar Lampung Dukung Penutupan Perlintasan KA di Jagabaya 2 – Kelurahan Surabaya

0
52
PT KAI Divre IV Tanjungkarang tutup perlintasan Kelurahan Jagabaya 2 - Kelurahan Surabaya.

ALTUMNEWS.com, BANDAR LAMPUNG — Keberadaan perlintasan sebidang berupa pintu persilangan rel kereta api dengan jalan, sangat problematik dan dilematis.Disebutkan problematis karena menghadirkan sejumlah masalah, mulai dari persoalan kemacetan keselamatan, hingga kedisiplinan masyarakat pengguna jalan, bahkan menimbulkan kerugian ekonomi apabila terjadi kecelakaan.

Manager Humas Divre IV Tanjungkarang, Sapto Hartoyo mengatakan masalahnya ialah jika tidak ditutup maka akan semakin banyak menimbulkan korban jiwa yang jatuh diperlintasan sebidang.

“Namun jika ditutup akan menimbulkan persoalan akses mobilitas bagi warga yang tinggal di perlintasan sebidang,” kata Sapto Hartoyo di Bandar Lampung, Senin, 05 Agustus 2019.

Dikatakan Sapto, penertiban dan penutupan perlintasan sebidang, sesungguhnya amanat regulasi perkeretaapian, yaitu Undang-Undang No.23 tahun 2007 tentang perkeretaapian, pasal 94 ayat (1).

“Yang berbunyi : Untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan perlintasan sebidang yang tidak memiliki izin harus ditutup, ” katanya.

Data Angka Kecelakaan di pintu perlintasan wilayah PT Kereta Api Divere IV Tanjungkarang

Berdasarkan data dari PT Kereta Api Divre IV, kecelakaan yang terjadi di pintu perlintasan wilayah divre IV Tanjung karang menunjukkan kenaikan setiap tahunnya. Pada 2018 terjadi 44 kecelakaan dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 22 orang.

Terbaru adalah terjadi kecelakaan di perlintasan liar kilometer 13+5/6, tepatnya di perlintasan kelurahan Jagabaya 2 – Kelurahan Surabaya atau persis dibelakang makam pahlawan.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan satu orang remaja pengendara sepeda motor mengalami luka-luka dan harus dirawat dirumah sakit.

Dengan ditutupnya perlintasan ini, diharapkan dapat mencegah terjadinya kecelakaan yang merenggut korban jiwa.

Untuk penutupan perlintasan ini, PT KAI sudah berkoordinasi dengan dinas perhubungan, maupun dengan tokoh masyarakat setempat.

Sementara itu, Apri, salah satu warga setempat, yang biasa melintasi perlintasan tersebut mengaku jika penutupan itu membuat ia harus memutar lewat jalan Hanoman.

Namun meski demikian ia mendukung adanya penutupan perlintasan Kelurahan Jagabaya 2 – Kelurahan Surabaya. Karena memang di lokasi tempat penyeberangan rel kereta untuk sepeda motor tersebut sering terjadi kecelakaan.

“Saya hampir setiap hari lewat sini, tapi sekarang sudah ditutup untuk keselamatan, karena memang sering ada kecelakaan disini, jadi terpaksa mau diapain lagi, untuk seterusnya ya saya kalo mau nyebrang rel ya lewat samping Bakso Setan, kalo enggak lewat Hanoman,” ujarnya.***

Editor : Robert

Facebook Comments