Roadshow Literasi Cinta di Bandarlampung Ajak Pelajar Hargai Perbedaan

ALTUMNEWS.com, BANDARLAMPUNG — Yayasan Islam Cinta Indonesia bersama Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat Universitas Islam Negeri Jakarta (PPIM UIN Jakarta) menggelar roadshow di Bandarlampung. Gerakan Islam Cinta (GIC) turut mengikuti kegiatan tersebut. Mereka menggandeng SMA Xaverius Bandarlampung sebagai tuan rumah.

Acara berlangsung pada 29 Oktober 2019 di Wisma Santo Albertus Bandarlampung. Kegiatan dimulai pukul 08.45 WIB dan berakhir pukul 14.00 WIB.

Roadshow kali ini mengangkat tema “Literasi Cinta”. Kegiatan tersebut mengusung slogan “Meyakini, Menghargai!”.

Sebanyak 50 siswa mengikuti Roadshow Literasi Cinta. Mereka berasal dari 10 SMA di Bandarlampung. Sekolah tersebut meliputi SMA Xaverius, SMA Taman Siswa, SMA YP Unila, SMA Immanuel, SMA Bodhisattva, SMA Al Kautsar, SMA Al Azhar, SMA IT Ar Raihan, SMA Fransiskus, dan SMAN 14 Bandarlampung.

Siswa Diajak Menghargai Perbedaan

Acara kemudian dibuka dengan tarian selamat datang. Siswi SMA Xaverius Bandarlampung menampilkan tarian tersebut.

Kepala SMA Xaverius Bandarlampung F. Joko Winarno mengajak peserta memanfaatkan kesempatan itu untuk belajar. Ia mengajak siswa memahami dan menghargai perbedaan latar belakang.

Menurutnya, kerukunan dapat tumbuh dari lingkungan terkecil. Selanjutnya, kerukunan dapat meluas ke lingkungan yang lebih besar.

“Mari kita budayakan cinta pada sesama mulai dari lingkungan terkecil. Diharapkan akan tercipta budaya saling menghargai pada lingkup yang lebih besar!” serunya.

F. Joko Winarno menjelaskan bahwa peserta berasal dari berbagai latar belakang agama. Karena itu, ia berharap seluruh siswa dapat belajar bersama para pendamping dari UIN Jakarta.

“Beliau-beliau telah mempersiapkan materi acara ini dengan tujuan yang sangat mulia, yaitu Indonesia damai!” imbuhnya.

Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perdamaian

Sementara itu, Roadshow Literasi Cinta bertujuan menyebarkan semangat literasi berbasis cinta. Kegiatan ini juga mendorong generasi muda untuk berpikir kritis dan terbuka.

Selain itu, panitia mendorong pertemuan antaragama. Mereka juga memperkenalkan visi yang terbuka, inklusif, moderat, egaliter, dan toleran kepada kaum muda.

“Selain itu untuk mendukung pertemuan antar-agama dan mempromosikan visi yang terbuka, inklusif, moderat, egaliter, dan toleran di kalangan pemuda,” kata Ketua Gerakan Islam Cinta, Eddy Aqdhiwijaya.

Menurut Eddy, roadshow juga bertujuan meningkatkan kesadaran tentang keragaman. Kegiatan ini sekaligus membahas ancaman ekstremisme dan radikalisme.

Karena itu, panitia mengajak peserta merangkul dan menjaga keberagaman. Mereka juga mendorong kaum muda menjadi agen perdamaian.

“Juga untuk mengumpulkan kaum muda dan mendukung mereka sebagai agen perdamaian,” tambahnya.

Mgr Yohanes Serukan Cinta dan Toleransi

Uskup Keuskupan Tanjungkarang, Mgr Yohanes Harun Yuwono, turut menghadiri kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi pelaksanaan Roadshow Literasi Cinta.

Dalam sambutannya, Mgr Yohanes menyerukan pentingnya cinta dan penghargaan terhadap sesama. Menurutnya, perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh.

“Kalau kita tidak saling mencintai dan menghargai, sesungguhnya kita mengkhianati Tuhan sendiri yang menghendaki kita dilahirkan dalam keluarga kita, dalam budaya kita, dan dalam keyakinan kita,” seru Mgr Yohanes Harun Yuwono.

Peserta Belajar tentang Keberagaman

Selanjutnya, Aisyah, siswi SMA Al Kautsar Bandarlampung, menyampaikan kesannya. Ia menilai kegiatan tersebut mengajarkan pentingnya menghargai perbedaan.

“Di sini kita benar-benar diajarkan untuk menghargai perbedaan. Semoga kedepannya acara ini dapat berjalan dengan lebih baik lagi,” kata Aisyah.

Selain materi, peserta menikmati penampilan band SMA Xaverius Bandarlampung. Penampilan itu menghibur peserta sekaligus memperkenalkan lagu persatuan dan perdamaian.

Band tersebut juga membawakan lagu daerah Lampung. Dengan demikian, peserta mendapat pengalaman seni sekaligus mengenal budaya daerah.

Para siswa juga mengikuti penyuluhan tentang literasi informasi. Mereka belajar memilah dan mengolah informasi dari berbagai sumber.

Selain itu, panitia mengadakan sejumlah permainan ringan. Permainan tersebut membantu peserta saling mengenal dan membangun keakraban.

Beberapa pembicara juga membagikan pengalaman tentang keberagaman. Mereka membahas keberagaman suku, agama, ras, dan adat istiadat.

Terakhir, Alvin Justin, siswa SMA Xaverius Bandarlampung, membawakan puisi. Penampilan tersebut melengkapi rangkaian Roadshow Literasi Cinta.***

Kontributor: Chelsea Effendi X IPA 3 dan Aurelia Christie Febian X IPA 2