Live In SMA Xaverius Bandarlampung, Siswa Belajar Hidup Bersama Masyarakat

ALTUMNEWS.com, LAMPUNG TENGAH — SMA Xaverius Bandarlampung kembali menggelar program Live In bagi siswa kelas XI. Program ini menjadi kegiatan rutin sekolah setiap tahun.

Melalui Live In, siswa belajar hidup bersama masyarakat. Mereka juga mengenal keluarga dengan latar belakang, pekerjaan, dan budaya yang berbeda.

Selama lima hari, para siswa mengikuti aktivitas keluarga yang menjadi tempat tinggal mereka. Dengan cara itu, siswa belajar mandiri sekaligus memahami kehidupan masyarakat secara langsung.

234 Siswa Ikuti Live In

Pada 2020, SMA Xaverius Bandarlampung menggelar Live In pada 17-21 Februari. Kegiatan berlangsung di tiga stasi wilayah Paroki Kalirejo, Lampung Tengah.

Ketiga stasi tersebut yaitu Stasi Negeri Mertani, Stasi Tias Bangun, dan Stasi Karang Sari. Sebanyak 234 siswa kelas XI mengikuti kegiatan tersebut.

Selain itu, sekolah mengerahkan 13 pendamping untuk mendampingi para siswa selama kegiatan. Mereka ikut memastikan seluruh rangkaian program berjalan dengan baik.

Pembukaan Live In berlangsung pada Senin, 17 Februari 2020. Panitia mengawali kegiatan dengan Misa Kudus di Gereja Stasi Santo Fransiskus Xaverius Negeri Mertani.

Romo Jos dan Romo Andreas Sunaryo memimpin misa tersebut. Dalam homilinya, Romo Jos mengajak siswa menerima kehidupan keluarga tempat mereka tinggal.

Menurut Romo Jos, kondisi keluarga peserta bisa sangat berbeda dengan kehidupan mereka di rumah. Karena itu, siswa perlu melihat pengalaman tersebut dari sisi positif.

“Di sini tidur tidak pakai spring bed dan saya jamin 100 persen tidak ada rumah yang ber-AC. Maka, marilah kita memaknai semua yang ada di sini dari sisi positif,” ujar Romo Jos.

Ia juga mengajak siswa bergaul dengan masyarakat selama mengikuti kegiatan. Dengan demikian, siswa dapat memperoleh pengalaman baru selama lima hari.

Siswa Diminta Ikuti Kehidupan Keluarga

Ketua Rayon Paroki Kalirejo Lampung Tengah, Suwondo, juga menyampaikan pesan kepada peserta. Ia meminta siswa menaati seluruh tata tertib selama mengikuti Live In.

Selain itu, Suwondo memastikan pihaknya akan mendampingi para siswa. Pendampingan dilakukan dengan mengajak mereka mengikuti aktivitas masyarakat sehari-hari.

Sementara itu, Kepala SMA Xaverius Bandarlampung, F. Joko Winarno, menjelaskan tujuan kegiatan tersebut. Menurutnya, Live In menjadi bagian dari proses pembelajaran sekolah.

Kegiatan itu juga menjadi sarana pembentukan karakter siswa. Karena itu, Joko meminta peserta tidak menganggap Live In sebagai masa liburan.

“Selama lima hari ke depan kalian tidak libur. Kalian belajar bersama masyarakat yang berbeda latar belakang,” kata Joko.

Selanjutnya, sekolah menyerahkan siswa kepada keluarga masing-masing. Pembagian keluarga sudah dilakukan sebelum kegiatan berlangsung.

Joko meminta siswa mengikuti arahan orang tua asuh. Ia juga mengajak siswa menjadi bagian dari keluarga tersebut selama lima hari.

Pemerintah Desa Dukung Live In

Program Live In SMA Xaverius Bandarlampung mendapat dukungan masyarakat. Perangkat desa setempat juga ikut mendukung kegiatan tersebut.

Kepala Desa Negeri Ratu, Loli Karmila, bahkan menghadiri pembukaan kegiatan. Acara tersebut berlangsung di Gereja Stasi Negeri Mertani.

Loli menyambut baik kehadiran siswa SMA Xaverius Bandarlampung. Ia juga mengajak masyarakat membantu peserta selama menjalani program.

“Saya senang dan menerima dengan tangan terbuka program Live In dilaksanakan di sini,” kata Loli.

Selanjutnya, Loli meminta warga ikut menjaga keamanan lingkungan. Dengan begitu, siswa dapat menjalani kegiatan dengan nyaman.

Ia juga meminta warga segera melaporkan persoalan kepada kepala desa. Langkah tersebut penting agar pemerintah desa dapat menangani masalah dengan cepat.

Loli berharap seluruh rangkaian Live In berjalan lancar. Ia juga berharap tidak terjadi persoalan selama kegiatan berlangsung.

Belajar Mandiri Selama Lima Hari

Koordinator Panitia Live In, Nicolaus Bangun Prabowo, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan program rutin. Siswa kelas XI juga wajib mengikuti program itu.

Menurut Nicolaus, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru kepada peserta. Siswa juga belajar berbagai nilai yang sebelumnya mungkin belum mereka temui.

“Kehidupan baru, pengalaman, serta nilai-nilai yang tidak pernah terlintas dalam benak kita sebelumnya akan diajarkan dan ditanamkan selama lima hari,” ujar Nicolaus.

Setiap hari, siswa membantu orang tua asuh. Mereka juga menjalani kehidupan yang lebih mandiri.

Misalnya, siswa mencuci pakaian sendiri. Mereka juga menyiapkan makanan dan membersihkan peralatan setelah makan.

Selain itu, siswa membersihkan tempat tidur dan merapikan kamar. Berbagai aktivitas tersebut menjadi bagian dari pembelajaran selama Live In.

Siswa Dapat Pengalaman Baru

Nicolaus mengatakan peserta merasakan suasana kekeluargaan selama kegiatan. Kasih sayang orang tua asuh juga membuat siswa merasa nyaman.

Bahkan, sebagian besar siswa ingin tinggal lebih lama. Namun, mereka harus kembali ke sekolah setelah kegiatan berakhir.

Pengalaman serupa dirasakan Joya Melika, siswa kelas XI MIPA 2 SMA Xaverius Bandarlampung. Ia mengaku senang mendapat pengalaman baru melalui program tersebut.

“Pengalaman seperti ini tidak bisa didapat di tempat lain. Di sini saya bisa merasakan kebersamaan yang sangat erat,” ujar Joya.

Ia juga merasakan kedekatan dengan keluarga baru dan peserta lainnya. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting selama mengikuti Live In.

Sementara itu, Mutiara, siswi kelas XI IPS 1, juga merasakan hal serupa. Ia menyebut kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang luar biasa.

“Seru, bisa merasakan sama orang tua angkat. Bisa merasakan kebersamaan dengan masyarakat sekitar dan lebih dekat dengan teman,” kata Mutiara.

Melalui program Live In, SMA Xaverius Bandarlampung tidak hanya mengajak siswa belajar di ruang kelas. Sebaliknya, sekolah mengajak mereka belajar langsung dari kehidupan masyarakat.

Dengan pengalaman tersebut, siswa diharapkan semakin mandiri. Mereka juga dapat membangun kepedulian, kebersamaan, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru.***