Belajar di Lantai, Siswa Paud Miftahul Huda Sinar Tiga Butuh Meja-Kursi

0
131
Kadus Sinar Tiga, Desa Harapan Jaya, Kecamatan Way Ratai, Pesawaran, Kusyanto di depan bangunan Paud Miftahul Huda.

ALTUMNEWS.com, PESAWARAN – Belasan murid Paud Miftahul Huda yang terletak di Dusun Sinar Tiga, Desa Harapan Jaya, Kabupaten Pesawaran membutuhkan perlengkapan meja dan kursi untuk memperlancar proses kegiatan belajar mengajar di sekolah itu. Akibat tidak memiliki meja dan kursi, belasan murid di Paud Dusun Sinar Tiga tersebut  terpaksa menerima pelajaran dari guru mereka sambil duduk di lantai.

“Belasan murid di TBA (Paud) ini membutuhkan meja dan kursi agar kegiatan proses belajar mengajar bisa berjalan maksimal. Seluruh murid di sini terpaksa duduk di lantai tanpa alas untuk menerima pelajaran dari guru mereka,” kata Kepala Dusun (Kadus) Sinar Tiga, Desa Harapan Jaya, Kusyanto, Minggu (26/04).

Menurut Kusyanto, Paud ini telah berdiri dari tahun 2012 lalu, bermula keinginan besar warga setempat untuk mendirikan sendiri, tidak bergabung dengan dusun sebelah. “Karena ingin anak-anak belajar pengajian atau belajar, maka masyarakat untuk gotong-royong dan swadaya seadanya. Kalau harus ke dusun sebelah, kasihan mas, jauh lokasinya, di bawah sana,” ungkapnya.

Warga dan beberapa perangkat Dusun Sinar Tiga Desa Harapan Jaya, Kecamatan Way Ratai, Pesawaran.

Mengingat kondisi bangunan yang tidak memungkinkan, lanjut Kusyanto sejak tiga tahun terakhir, Paud Miftahul Huda menggunakan salah satu bangunan yang ada di belakang Masjid Al-Fatimah. Lokasinya tak jauh dari bangunan Paud lama. “Paud ini sudah numpang selama tiga tahunan ini,” jelas Kusyanto.

Ia mengungkapkan, yang paling memprihatinkan adalah belasan murid yang tidak memiliki meja dan kursi itu terpaksa menulis sambil tengkurap di lantai tanpa alas sehingga mereka tidak bisa menulis dengan baik.

Kondisi dalam Paud Miftahul Huda Sinar Tiga yang tanpa kursi dan meja.

Salah seorang murid Galih Ramadhan mengatakan, ia dan teman-temannya seing tidak bisa konsentrasi menerima pelajaran karena kondisi belajar yang dijalani. “Saya bersama teman-teman sering sakit bagian dada dan pinggang karena selalu menulis sambil tengkurap di lantai tanpa alas,” katanya.

BACA JUGA:  Rail Clinic KAI Tanjungkarang Jangkau Masyarakat Sekitar Stasiun Baturaja

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Dusun Sinar Tiga, Bahrudin mengatakan kondisi bangunan Paud lama yang memprihatinkan dan tidak layak untuk dipergunakan kegiatan belajar mengajar. “Saat ini dengan kondisi gedung yang tidak memungkinkan ya sementara ini dipergunakan untuk gudang menyimpan alat-alat musik, berupa gamelan,” ungkapnya.

Bangunan lawas Paud Miftahul Huda.

Bahrudin berharap agar ada pihak yang segera menyediakan peralatan meja dan kursi agar semua murid bisa lebih baik lagi menerima pelajaran dari guru sehingga prestasi pun bisa meningkat.

“Paud mengumpang di lokasi masjid belum ada batas waktunya, karena sementara ini kita ngajuin ke dinas (Pendidikan), ya untuk proposal sudah diusulin, tapi realisasinya belum ada,” pungkasnya.***

Editor : Robert

Facebook Comments