ALTUMNEWS.COM, BANDARLAMPUNG — Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPD Lampung berduka. Pada Rabu (21/4/2021), anggota Presidium II WKRI DPD Lampung, Theodosia Eny Listiawati, meninggal dunia.
Theodosia mengembuskan napas terakhir pada pukul 03.45 WIB. Karena itu, keluarga besar WKRI Lampung langsung menyampaikan kabar duka tersebut.
Ketua Presidium WKRI DPD Lampung, Ellysabeth Sri Puryanti, mengenang Theodosia sebagai anggota terbaik. Menurut Ellysabeth, kepergian Theodosia membawa duka bagi seluruh organisasi.
“Hari ini Wanita Katolik RI DPD Lampung sedang berduka cita. Selamat jalan menuju kehidupan abadi, sahabatku,” kata Ellysabeth saat dihubungi Altumnews.com di Bandarlampung, Rabu (21/4/2021).
Theodosia Dikenal Berdedikasi
Di mata Ellysabeth, Theodosia memiliki karakter yang bersahabat. Selain itu, ia menunjukkan dedikasi tinggi saat menjalankan tugas organisasi.
“Beliau adalah sosok seorang sahabat, ibu, pengurus, pimpinan, yang penuh dedikasi tinggi dan tanggung jawab,” katanya.
Menurut Ellysabeth, Theodosia juga memiliki sifat kreatif. Bahkan, ia mampu mengayomi dan membangun hubungan baik dengan anggota lainnya.
“Beliau kreatif, mengayomi dan bersahabat,” lanjut Ellysabeth.
Karena itu, WKRI DPD Lampung mengenang Theodosia sebagai sosok penting dalam perjalanan organisasi. Selain menjalankan tugas, ia juga memberi perhatian kepada sesama anggota.
WKRI Siapkan Penghormatan Terakhir
Sebagai bentuk penghormatan, WKRI DPD Lampung menyiapkan prosesi khusus untuk Theodosia. Prosesi tersebut mengikuti Misa Requiem di Gereja Santo Yohanes Rasul Kedaton.
Gereja menjadwalkan Misa Requiem pada Rabu (21/4/2021) pukul 14.00 WIB. Setelah misa, WKRI DPD Lampung akan memberikan penghormatan terakhir.
WKRI menyiapkan dua prosesi penghormatan. Pertama, organisasi akan melakukan “Penyelempangan Selendang Biru”.
Selanjutnya, WKRI akan menyematkan “Lencana Wanita Katolik RI” kepada Theodosia. Prosesi tersebut menjadi bentuk penghormatan atas pengabdiannya.
Ellysabeth menjelaskan makna prosesi tersebut. Menurutnya, WKRI ingin menghormati jasa Theodosia selama menjalankan tugas organisasi.
“Sampaikan salam kami Wanita Katolik RI DPD Lampung atas nama Ketua Presidium Wanita Katolik RI DPD Lampung Elysabeth Sri Puryanti sebagai rasa hormat dan jasa beliau,” jelasnya.
“Di gereja nanti kami memberikan penghormatan dengan penyelempangan selendang biru dan penyematan lencana WKRI,” lanjut Ellysabeth.
Theodosia Meninggal di Usia 66 Tahun
Sementara itu, Theodosia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Immanuel Bandarlampung. Ia meninggal pada usia 66 tahun.
Theodosia lahir di Nganjuk pada 23 Januari 1955. Dalam kehidupan keluarga, ia menjadi istri Priharto.
Theodosia juga meninggalkan dua putri dan satu putra. Dengan demikian, keluarga kehilangan sosok ibu yang mereka cintai.
Menurut informasi keluarga, Theodosia mengalami perdarahan otak. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan kesehatannya menurun hingga akhirnya meninggal dunia.
Setelah kabar duka menyebar, keluarga besar WKRI Lampung memberikan penghormatan terakhir. Selain itu, para anggota mengenang Theodosia sebagai sosok yang berdedikasi, kreatif, dan bersahabat.
Pada akhirnya, WKRI DPD Lampung kehilangan salah satu kader terbaiknya. Namun, jasa dan pengabdian Theodosia tetap menjadi kenangan bagi keluarga besar organisasi.***





