ALTUMNEWS.COM, SURABAYA — Kabar duka datang dari dunia penyiaran swasta Indonesia. CEO Radio Suara Surabaya Errol Jonathans meninggal dunia pada usia 63 tahun.
Errol mengembuskan napas terakhir pada Selasa, 25 Mei 2021. Ia meninggal sekitar pukul 11.06 WIB.
Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Surabaya menyampaikan kabar duka tersebut. Informasi itu kemudian beredar melalui grup WhatsApp VOA.
“Berita duka: RIP Bp. AM. Errol Jonathans siang ini. Info lanjut menyusul,” demikian isi pesan tersebut.
Radio Suara Surabaya juga mengonfirmasi kabar tersebut melalui akun Twitter resminya, @e100ss. Kabar itu kemudian mendapat perhatian dari berbagai kalangan.
“Selamat jalan Mas Errol Jonathans, doa kami keluarga besar Suara Surabaya Media menyertaimu. Karya dan cinta kasihmu melekat dalam hati kami sepanjang masa. We love you,” tulis akun @e100ss.
Insan Radio Kenang Sosok Errol Jonathans
Kabar meninggalnya Errol Jonathans mengundang banyak ucapan belasungkawa. Sejumlah insan radio di Indonesia mengenang sosoknya melalui media sosial.
Agus Sunarto, Director at VOA Jakarta Office at Voice of America, turut menyampaikan belasungkawa.
“RIP pak Errol Jonathans, selamat beristirahat dengan tenang. Jasa-jasa dan kebaikan pak tiada terlupakan,” tulis Agus.
Station Manager La Nugraha Bandarlampung, Choiruddin ST, juga mengenang Errol. Ia menyebut Errol sebagai sosok yang mendukung generasi muda di dunia radio.
“Selamat jalan Pak Errol Jonathans. Beliau yang selalu men-support junior-juniornya untuk berkreasi. Beliau maestro dan begawan radio Indonesia,” kata Choirudin saat dihubungi Altumnews.com di Bandarlampung, Selasa (25/5/2021).
Prosesi Pemakaman Errol Jonathans
Suara Surabaya melaporkan lokasi persemayaman jenazah Errol Jonathans di Adi Jasa. Keluarga menempatkan jenazah di ruang I, J, K, dan L.
Keluarga juga menyiapkan prosesi ibadah tutup peti. Prosesi tersebut berlangsung pada Rabu (26/5/2021) pukul 18.30 WIB.
Selanjutnya, keluarga membawa jenazah ke Gereja Katolik Hati Kudus Yesus. Gereja tersebut berada di Jalan Polisi Istimewa, Surabaya.
Keluarga menjadwalkan misa Requiem pada Kamis (27/5/2021) pukul 09.00 WIB. Setelah misa, keluarga membawa jenazah ke TPU Keputih untuk pemakaman.
Errol Jonathans Bangun Suara Surabaya
Errol Jonathans bergabung dengan Suara Surabaya pada 1983. Ia kemudian ikut membangun Radio Suara Surabaya bersama Soetojo Soekomiharjo selaku pemilik.
Errol memiliki pandangan luas tentang dunia radio. Latar belakang pendidikan di SMAK Santa Maria Surabaya turut membentuk pemikirannya tentang media.
Ia dikenal memiliki gagasan segar dan visioner. Melalui berbagai gagasan tersebut, Errol ikut mendorong Suara Surabaya berkembang sebagai media massa.
Suara Surabaya kemudian tidak hanya mengandalkan siaran radio. Media tersebut juga mengembangkan konsep jurnalisme interaktif.
Pelopor Jurnalisme Interaktif
Errol juga memperkenalkan gagasan citizen journalism atau jurnalisme warga. Saat itu, konsep tersebut masih tergolong baru dalam dunia media Indonesia.
Namun, Errol melihat potensi besar dari keterlibatan masyarakat. Ia mendorong masyarakat ikut menyampaikan informasi dan berpartisipasi dalam pemberitaan.
Gagasan tersebut kemudian menjadi salah satu kekuatan Suara Surabaya. Konsep jurnalisme interaktif juga terus berkembang seiring perubahan teknologi dan perilaku masyarakat.
Warisan pemikiran Errol Jonathans pun tetap melekat di dunia radio Indonesia. Terutama, gagasannya tentang radio sebagai media yang dekat dengan masyarakat.***





