Bacaan: Luk. 6:1–5
(Ignasius Yudho Yuliono)
Tanda Salib dan Salam
P: Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U: Amin.
P: Semoga kasih karunia dan damai sejahtera Tuhan kita Yesus Kristus selalu beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
Pengantar
Saudara-saudari yang terkasih, hari ini Gereja memperingati Pesta St. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja. Pada kesempatan ini, kita diajak mengenal kembali pesan penting dari St. Gregorius Agung.
Beliau memiliki ungkapan yang tetap relevan hingga sekarang. Menurutnya, orang beriman perlu membuka hati kepada Allah. “Mereka yang menaati agamanya secara harafiah akan terjebak dalam kesalehan yang sempit” (Qui religioni suae literam obsequuntur, arcta pietate capientur).
Karena itu, St. Gregorius Agung mengajak kita untuk tidak berhenti pada aturan agama. Sebaliknya, kita perlu membangun hubungan yang dekat dengan Allah. Dengan demikian, iman tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga menjadi jalan untuk mengalami kasih Tuhan.
Doa Pembuka
Marilah kita berdoa, (hening sejenak).
Allah Bapa yang Mahabijaksana, Engkau membimbing umat-Mu dengan kelembutan dan memimpinnya dengan kasih. Oleh karena itu, kami memohon bantuan doa St. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja.
Terlebih lagi, kami memohon Roh Kebijaksanaan-Mu bagi mereka yang menerima tugas untuk memimpin umat-Mu. Dengan Roh-Mu, semoga mereka mampu melayani umat dengan bijaksana dan penuh kasih.
Selanjutnya, tuntunlah mereka agar selalu mencari kehendak-Mu. Dengan demikian, kemajuan umat kudus-Mu dapat menjadi sukacita bagi para gembala-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Bacaan
Lukas 6:1–5
P: Semoga Tuhan beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
P: Inilah Injil Suci menurut Lukas.
U: Terpujilah Kristus.
Renungan: Jangan Terjebak pada Kesalehan yang Sempit
Sering kali, tanpa kita sadari, kita bertanya tentang sesuatu dengan pertanyaan sederhana. Misalnya, “Boleh atau tidak boleh?” Selain itu, kita bertanya, “Sah atau tidak sah?” Bahkan, kita bertanya, “Dosa atau tidak dosa?” atau “Halal atau najis?”
Pada dasarnya, pertanyaan tersebut memang penting dalam kehidupan beragama. Namun demikian, masalah muncul ketika kita hanya berfokus pada aturan. Akibatnya, iman dapat berubah menjadi sesuatu yang formal dan legalistis.
Sebagai contoh, kita mungkin berdoa karena aturan Tuhan dan Gereja mengajarkannya. Sebaliknya, ketika tidak berdoa, kita langsung berpikir bahwa kita telah melakukan dosa. Lalu, apakah iman hanya sebatas menaati aturan?
Tentu saja tidak. Doa merupakan relasi dan komunikasi dengan Tuhan. Melalui doa, kita belajar bersikap jujur di hadapan-Nya. Selain itu, kita belajar merendahkan hati dan membuka diri kepada kasih-Nya.
Lebih dari itu, doa menjadi ruang perjumpaan hati kita dengan Tuhan. Karena itu, kita perlu melihat kembali cara kita menjalani kehidupan beriman.
Jangan sampai kita hanya sibuk memenuhi berbagai aturan. Sementara itu, kita justru melupakan hubungan pribadi dengan Allah. Sebaliknya, mari kita menjalankan aturan agama dengan hati yang terbuka kepada kasih Tuhan.
Dengan cara demikian, kita dapat belajar dari St. Gregorius Agung. Ia mengingatkan, “Qui religioni suae literam obsequuntur, arcta pietate capientur.” Artinya, “Mereka yang menaati agamanya secara harafiah akan terjebak dalam kesalehan yang sempit.”
Pada akhirnya, iman bukan hanya soal mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh. Lebih dari itu, iman mengajak kita mengalami kasih Allah secara nyata.
Oleh sebab itu, marilah kita membuka hati kepada Tuhan. Kemudian, mari kita membangun relasi yang semakin dekat dengan-Nya. Dengan demikian, aturan agama dapat membantu kita bertumbuh dalam kasih, bukan justru membatasi hubungan kita dengan Allah.
Doa Umat
Doa Kebijaksanaan (PS No. 142)
Bapa Kami
Saudara-saudari terkasih, sekarang marilah kita satukan seluruh doa dan permohonan kita. Untuk itu, kita menggunakan doa yang diajarkan Yesus sendiri.
Bapa kami yang ada di surga…
Doa Penutup
Marilah kita berdoa, (hening sejenak).
Allah Bapa kami yang Mahabijaksana, kami berterima kasih kepada-Mu atas semua rahmat yang telah Engkau limpahkan kepada kami. Karena itu, kami memohon agar Engkau senantiasa menjaga dan mengarahkan hidup kami.
Pada hari ini, bimbinglah kami agar selalu mencari dan melakukan kehendak-Mu. Selain itu, ajarlah kami untuk menjalankan iman dengan hati yang terbuka.
Dengan demikian, kami tidak hanya memahami aturan agama. Sebaliknya, kami juga semakin mengenal, mengasihi, dan membangun relasi yang dekat dengan-Mu.
Akhirnya, semoga iman kami terus bertumbuh melalui doa dan kehidupan sehari-hari. Demi Kristus pengantara kami. Amin.
Mohon Berkat
P: Semoga Tuhan beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
P: Semoga kita semua senantiasa dilimpahi dan dilindungi oleh berkat Allah yang Mahakuasa: Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U: Amin.
P: Ibadat kita telah selesai. Karena itu, marilah kita menjadi pewarta kabar gembira Allah.
U: Syukur kepada Allah.***





