Yayasan Mawar Bhakti Insani, Melanjutkan Karya Sosial Romo Jo di Metro

ALTUMNEWS.Com, METRO — Yayasan Mawar Bhakti Insani (MBI) lahir dari inspirasi pelayanan Romo Gerard Maria Rene Joseph Gourdon. Umat Katolik lebih mengenalnya sebagai Romo Jo.

Romo Jo merupakan rohaniwan Katolik anggota Missions Etrangeres de Paris (MEP). Ia lahir di Beaupreau, Perancis, pada 21 Juli 1945. Kemudian, ia menjadi warga negara Indonesia.

Selama hampir 40 tahun, Romo Jo berkarya di Lampung. Ia melayani umat di Pringsewu, Kotagajah, Kalirejo, dan Metro. Romo Jo wafat pada 5 Agustus 2017.

Romo Jo dan Gerakan Mawar

Selama berkarya, Romo Jo memberi perhatian besar kepada masyarakat kurang mampu. Ia membantu mereka dalam aspek materi, mental, dan spiritual.

Selain itu, Romo Jo mengembangkan kelompok Mawar. Nama tersebut merupakan singkatan dari Lima Warga. Kelompok ini biasanya terdiri atas tiga hingga tujuh keluarga yang tinggal berdekatan.

Melalui kelompok Mawar, warga saling membantu dengan semangat doa dan karya. Gerakan tersebut mengutamakan tiga prinsip utama. Ketiganya adalah kesetiakawanan, pemberdayaan, dan kemandirian.

Dengan prinsip itu, warga yang mampu membantu mereka yang membutuhkan. Selanjutnya, penerima bantuan diharapkan mampu berdiri sendiri. Setelah mandiri, mereka dapat membantu warga lainnya.

Mendirikan Yayasan Mawar Bhakti Insani

Setelah Romo Jo wafat, sejumlah sahabatnya melanjutkan semangat tersebut. Mereka telah mendampingi perjuangan Romo Jo selama sekitar delapan tahun.

Karena itu, mereka sepakat mendirikan yayasan berbadan hukum. Tujuannya untuk meneruskan semangat kesetiakawanan, pemberdayaan, dan kemandirian.

Proses pembentukan Yayasan MBI kemudian dimulai. Para pendiri merenungkan kembali karya dan gagasan Romo Jo, terutama kepeduliannya terhadap persoalan sosial.

Selanjutnya, Yayasan MBI berdiri pada 20 Oktober 2017. Pendirian tersebut tercatat dalam Akta Notaris Nomor 67 di hadapan Notaris Tina Astuti Widjaja, S.H.

Kemudian, Kementerian Hukum dan HAM mengesahkan Yayasan MBI sebagai badan hukum. Pengesahan itu terbit pada 31 Oktober 2017 melalui Keputusan Menkumham RI Nomor AHU-0016225.AH.01.04 Tahun 2017.

Yayasan MBI juga dapat membuka cabang atau kantor perwakilan di wilayah lain. Pengurus dapat mengambil keputusan tersebut dengan persetujuan Pembina.

Visi dan Misi Yayasan MBI

Yayasan Mawar Bhakti Insani mengusung visi “Setiakawan – Berdaya – Mandiri.”

Sementara itu, Yayasan MBI mengabdikan diri kepada kemanusiaan. Lembaga ini melayani masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan.

Selain itu, Yayasan MBI menjalankan kegiatan secara umum dan nirlaba. Tujuh orang pendiri membangun yayasan ini dengan cita-cita yang sama.

Yayasan MBI juga berupaya menjadi lembaga sosial yang mandiri, amanah, akuntabel, transparan, dan profesional. Dengan demikian, yayasan dapat menjaga kepercayaan para donatur.

Lebih lanjut, donatur Yayasan MBI berasal dari berbagai latar belakang. Mereka menunjukkan kepedulian melalui semangat berbagi dan empati.

Yayasan MBI kemudian menyalurkan donasi terutama kepada masyarakat miskin. Sasaran tersebut mencakup kelompok kecil, lemah, terlantar, serta mereka yang kekurangan pangan dan sandang.

Dalam memberikan pelayanan, yayasan tidak membedakan suku, ras, golongan, maupun agama. Yayasan juga mengutamakan bantuan yang mendorong pemberdayaan masyarakat.

Namun demikian, Yayasan MBI tetap dapat memberikan bantuan karitatif dalam kondisi tertentu. Bantuan tersebut berfokus pada kebutuhan hidup, kesehatan, pendidikan, serta kelompok rentan.

Misi Pemberdayaan Masyarakat

Yayasan MBI mengembangkan semangat preferential option for the poor. Prinsip ini menekankan keberpihakan kepada masyarakat miskin, lemah, dan terpinggirkan.

Karena itu, yayasan menggabungkan kesetiakawanan, pemberdayaan, dan kemandirian. Masyarakat yang mampu membantu warga yang membutuhkan. Selanjutnya, warga yang telah mandiri dapat membantu orang lain.

Dengan pola tersebut, bantuan tidak berhenti pada penerimaan. Sebaliknya, bantuan dapat berkembang menjadi kekuatan bagi masyarakat.

Makna Logo Yayasan MBI

Logo Yayasan Mawar Bhakti Insani menampilkan bunga mawar merah dengan dua kelopak. Kelopak besar melambangkan orang yang memiliki kemampuan ekonomi, sosial, pendidikan, mental, atau spiritual.

Sebaliknya, kelopak kecil melambangkan masyarakat yang membutuhkan dukungan. Kelopak besar menopang dan merangkul kelopak kecil. Simbol tersebut menggambarkan solidaritas yang memberdayakan.

Kemudian, kedua kelopak yang terpisah melambangkan kemandirian. Sementara itu, warna merah menggambarkan keberanian untuk berjuang dan berkorban.

Logo tersebut juga menampilkan dua daun berwarna hijau. Bentuknya menyerupai dua tangan terbuka.

Simbol itu menunjukkan pelayanan kepada manusia tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan. Selain itu, kedua tangan melambangkan karya, harapan, syukur, pengabdian, dan pemuliaan kepada Allah.

Program Yayasan Mawar Bhakti Insani

Yayasan MBI menjalankan program dalam bidang sosial, ekonomi, keagamaan, dan kemanusiaan. Secara umum, program tersebut terbagi menjadi empat bidang utama.

1. Pendidikan

Yayasan MBI memberikan beasiswa kepada siswa SMK yang mengalami kesulitan biaya pendidikan. Program ini menyasar siswa dari keluarga kurang mampu.

Selain biaya pendidikan, yayasan juga membantu menyediakan sarana pendidikan. Pemilihan siswa SMK mempertimbangkan keterampilan kerja yang mereka dapatkan selama masa studi.

Pada Tahun Ajaran 2019, Yayasan MBI menargetkan lima penerima beasiswa. Setiap penerima memperoleh dukungan sebesar Rp3,6 juta per tahun.

Dengan demikian, yayasan membutuhkan anggaran sekitar Rp18 juta untuk program tersebut.

2. Kesehatan

Di bidang kesehatan, Yayasan MBI membantu balita, anak-anak, ibu, dan orang tua dari keluarga kurang mampu.

Pertama, yayasan membantu masyarakat mengurus BPJS Kesehatan. Bantuan tersebut mencakup pembayaran premi peserta kelas III selama enam bulan untuk satu keluarga.

Kedua, yayasan memberikan santunan kepada pasien kurang mampu. Bantuan mencapai Rp100 ribu per hari selama masa perawatan, maksimal lima hari.

Selain itu, Yayasan MBI mengadakan kegiatan bakti sosial kesehatan. Program ini membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

3. Pemberdayaan

Dalam bidang pemberdayaan, Yayasan MBI memberikan bantuan modal kerja atau usaha secara bergulir. Yayasan juga menyediakan pelatihan keterampilan nonformal.

Pelatihan tersebut dapat berupa kursus menjahit, perbengkelan, dan keterampilan lainnya. Yayasan mengalokasikan bantuan modal sekitar Rp2 juta per orang.

Selanjutnya, penerima mengembalikan modal secara bertahap setelah usahanya menghasilkan pendapatan. Dana yang kembali kemudian dapat digunakan untuk membantu penerima berikutnya.

Dengan pola tersebut, satu bantuan dapat memberi manfaat kepada lebih banyak orang.

4. Kegiatan Sosial

Yayasan MBI juga menjalankan berbagai kegiatan sosial. Programnya antara lain pembagian bingkisan, sembako, sembako murah, dan perlengkapan sekolah.

Yayasan memprioritaskan kelompok rentan. Mereka mencakup lansia, orang sakit, yatim piatu, dan penghuni panti asuhan.

Melalui berbagai program tersebut, Yayasan Mawar Bhakti Insani berusaha meneruskan semangat pelayanan Romo Jo. Pada akhirnya, semangat setiakawan, berdaya, dan mandiri menjadi dasar pengabdian yayasan kepada masyarakat.***