Menjajal Hyundai Stargazer Prime dari Bandarlampung ke Danau Hijau Ulubelu

ALTUMNEWS.Com, TANGGAMUS — PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) merilis Hyundai Stargazer tipe Prime sekitar Agustus lalu. Setelah itu, HMID mengajak sejumlah media di Lampung untuk menjajal langsung Stargazer.

Altumnews.com mendapat kesempatan mencicipi ketangguhan mobil asal Korea Selatan tersebut. Karena itu, kami memilih rute Bandarlampung menuju Danau Hijau Ulubelu di Tanggamus pada Sabtu (10/12/2022).

Membawa Dua Keluarga dalam Perjalanan

Kami tidak ingin menikmati perjalanan seorang diri. Karena itu, Altumnews mengajak dua keluarga sahabat, Titis Trinoto dan Dedeo Hendri. Total sembilan penumpang ikut dalam perjalanan ini.

Titis membawa istri dan dua anaknya. Sementara itu, Dedeo juga mengajak keluarganya.

Menurut Dedeo, Hyundai menggunakan material mayoritas plastik pada kabin Stargazer. Namun, Hyundai berhasil mengolah material tersebut sehingga kabin tetap terlihat mewah dan berkelas.

“Belum lagi penggunaan captain seat yang optional, membuat mobil ini kian menarik ya,” kata Dedeo saat pertama memasuki mobil.

Selanjutnya, kami menempuh perjalanan menuju lokasi wisata yang masih jarang dikunjungi wisatawan itu selama hampir tiga jam. Jarak perjalanan mencapai sekitar 97 kilometer.

Diuji di Jalan Menanjak dan Berkelok

Dari Bandarlampung hingga pertigaan Batu Tegi, kami melewati jalan yang mulus dan relatif datar. Setelah berbelok ke kanan menuju Danau Hijau Ulubelu, Stargazer mulai menghadapi jalan berkelok dan tanjakan yang cukup curam.

Pada kondisi tersebut, kami merasakan pengendalian dan suspensi mobil ini bekerja dengan baik. Selain itu, body roll juga terasa cukup minim selama pengujian.

“Pengendalian mobil ini juga cukup memberikan rasa percaya diri pada saya pribadi ketika bermanuver di medan yang cukup menanjak dan berkelok menuju Danau Hijau Ulubelu,” ujar Titis yang turut mengemudikan mobil.

Di sisi lain, Titis menilai suspensi Hyundai Stargazer terasa cukup empuk. Namun, mobil tetap memberikan bantingan yang kokoh.

“Ini sangat terasa saat hampir 2 kilometer kami menempuh perjalanan menanjak dan berkelok. Walau kondisi jalanan basah karena hujan lebat saat itu, mobil ini menanjak lancar jaya,” terang Titis.

Hyundai Bluelink Hubungkan Mobil dengan Smartphone

Selain kemampuan melibas jalan menanjak, Hyundai Stargazer juga menarik perhatian kami melalui fitur Hyundai Bluelink. Teknologi tersebut menghubungkan kendaraan dengan smartphone sehingga pemilik dapat memantau sejumlah kondisi mobil dari jarak jauh.

“Dengan fitur ini kami mengetahui kondisi terkini dari kendaraan, menghidupkan dan mematikan mesin, mengunci pintu, menyalakan AC, canggih betul pokoknya,” ungkap Titis.

Kemudian, kami kembali menguji kemampuan Stargazer ketika perjalanan pulang memasuki medan menurun.

“Dalam perjalanan pulang yang didominasi jalanan menurun, ternyata mobil ini bisa meredam laju dengan baik,” pungkasnya.

Kabin Nyaman dan Minim Suara dari Luar

Sementara itu, Dedeo juga merasakan kenyamanan Stargazer ketika membawa keluarganya dalam perjalanan tes drive bersama Altumnews.com.

“Guncangan saat kecepatan tinggi kami rasa cukup minim ya. Raungan mesin atau suara dari luar mampu juga hampir tak terdengar, diredam cukup baik, keren lah pokoknya. Terima kasih Stargazer sudah memberi kesempatan pada keluarga kami untuk merasakan,” kata Dedeo.

Selain kenyamanan kabin, fitur canggih Hyundai SmartSense menjadi hal lain yang membuat Dedeo terkesan.

“Yang lebih menonjol ada kamera depan dan belakang,” tuturnya.

Empat Sistem dalam Paket Hyundai SmartSense

Hyundai Stargazer memiliki empat sistem dalam paket Hyundai SmartSense. Secara umum, teknologi tersebut membantu pengemudi meningkatkan aspek keselamatan selama perjalanan.

1. Forward Collision-avoidance Assist (FCA)

Pertama, FCA membantu mencegah kendaraan menabrak objek di depan. Teknologi ini memberi peringatan ketika mendeteksi risiko tabrakan dengan pejalan kaki atau kendaraan yang tiba-tiba melambat maupun berhenti.

Jika risiko tabrakan terus meningkat setelah peringatan, FCA kemudian dapat membantu pengemudi dengan mengaktifkan pengereman darurat secara otomatis.

2. Lane Keeping Assist (LKA)

Selanjutnya, LKA menggunakan kamera depan untuk mendeteksi marka lajur dan memantau posisi kendaraan.

Ketika mobil keluar dari lajurnya tanpa menyalakan lampu sein, fitur ini akan memperingatkan pengemudi. Selain itu, LKA juga dapat membantu mengarahkan kemudi agar kendaraan tetap berada di dalam lajurnya.

3. Blind-spot Collision Warning (BCW) dan Blind-spot Collision-avoidance Assist

Berikutnya, BCW membantu pengemudi mengetahui keberadaan objek di area blind spot. Ketika mendeteksi mobil lain di sekitar kendaraan, fitur ini menyalakan LED pada kaca spion sebagai peringatan.

Sementara itu, Blind-spot Collision-avoidance Assist memberikan bantuan ketika kendaraan menghadapi risiko di sisi belakang, misalnya saat keluar dari tempat parkir paralel pada kecepatan 0-3 km/jam. Dalam kondisi tersebut, fitur dapat melakukan intervensi secara otomatis untuk membantu pengemudi menghindari benturan.

4. Rear Cross-traffic Collision-avoidance Assist (RCCA)

Terakhir, RCCA membantu pengemudi ketika hendak mundur dari area parkir. Fitur tersebut memperingatkan pengemudi jika mendeteksi kendaraan lain yang melintas di belakang.

Jika situasi mengharuskannya, RCCA juga dapat mengaktifkan pengereman darurat untuk membantu mencegah benturan.

Fitur Keselamatan Tetap sebagai Pendukung

Pada akhirnya, Hyundai menegaskan bahwa fitur-fitur tersebut hanya membantu pengemudi. Oleh sebab itu, pengemudi tetap harus fokus dan berhati-hati selama berkendara.

Dengan demikian, perjalanan Bandarlampung-Danau Hijau Ulubelu memberi kami kesempatan untuk merasakan langsung kemampuan Hyundai Stargazer. Selain menawarkan kenyamanan kabin dan pengendalian yang baik, mobil ini juga mampu menghadapi medan menanjak serta menghadirkan sejumlah fitur keselamatan dan konektivitas.***