RAT Kopdit Mekar Sai 2022: Anggota Naik 4,93 Persen, Fokus Transformasi Digital

ALTUMNEWS.Com, BANDARLAMPUNG – Pandemi Covid-19 mengubah pola interaksi manusia dalam berbagai bidang.

Perubahan itu terasa pada pendidikan, kesehatan, fintech, dan e-commerce. Selain itu, ekonomi digital berkembang semakin cepat.

Gaya hidup online juga semakin kuat. Masyarakat kini menggabungkan aktivitas online dan offline.

Kondisi tersebut mendorong KSP Kopdit Mekar Sai memperkuat sumber daya manusia (SDM). Pengurus, pengawas, dan manajemen perlu terus meningkatkan kemampuan.

Koperasi juga mendorong anggota mengikuti perkembangan zaman. Andreas Muhi Pukai menekankan pentingnya langkah tersebut.

“Terutama edukasi kepada pemilik Mekar Sai untuk terus belajar dan mengalami dengan tetap berpegang teguh pada jati diri koperasi,” kata Andreas.

Ketua Pengurus KSP Kopdit Mekar Sai itu menyampaikan pernyataan tersebut dalam RAT Tahun Buku 2022. Kegiatan berlangsung di Novotel Hotel, Minggu (26/2/2023).

Kopdit Mekar Sai Perkuat Layanan Digital

Andreas mengatakan Kopdit Mekar Sai harus terus beradaptasi dengan perubahan. Koperasi juga perlu meningkatkan layanan kepada anggota.

Menurutnya, anggota memiliki dua peran penting. Mereka menjadi pemilik sekaligus pengguna layanan koperasi.

“Rapat Anggota ini adalah Rapat Anggota Tahunan sebagai forum tertinggi kedaulatan anggota untuk Laporan Pertanggungjawaban Pengurus kepada Pemiliknya dan juga Laporan Hasil Pengawasan oleh Pengawas tahun buku koperasi 2022,” katanya.

Andreas optimistis 2023 akan menjadi tahun kebangkitan setelah pandemi. Namun, ia tetap mencermati prediksi krisis di berbagai bidang.

Ia melihat sejumlah indikator perkembangan Kopdit Mekar Sai. Jumlah anggota terus bertambah.

Pertumbuhan anggota memang tidak setinggi sebelum pandemi. Namun, koperasi tetap mencatat pertumbuhan.

Aset Kopdit Mekar Sai menurun. Meski begitu, penurunan tersebut turut mendongkrak rasio kinerja keuangan pada aspek tertentu.

“Kekuatan Mekar Sai berasal dari keterlibatan para anggota yang adalah pemilik. Kami dalam kepengurusan yakin kita bisa mengatasi dampak-dampak dari pandemi ini jika semua anggota yang notabene para pemilik Mekar Sai semakin peduli terhadap gerak koperasi,” ujar Andreas.

Ia juga mengajak anggota membangun sinergi. Anggota perlu menjaga komunikasi dan aktif mengikuti gerakan koperasi.

“Saling bersinergi untuk membangun kepercayaan, menghilangkan gap komunikasi yang tidak perlu, dan aktif terlibat dalam gerak sesuai dengan prinsip dan nilai-nilai koperasi kredit,” tandasnya.

Sakti.Link Dukung Transaksi Digital

Kopdit Mekar Sai juga terus mengembangkan layanan digital. Salah satu fasilitasnya ialah Sakti.Link.

Aplikasi tersebut sudah hadir sejak beberapa tahun lalu. Pandemi kemudian mempercepat penggunaan layanan digital itu.

Melalui Sakti.Link, anggota dapat melakukan berbagai transaksi secara digital. Aplikasi itu juga memiliki fungsi lain.

Kopdit Mekar Sai berharap anggota menggunakan Sakti.Link untuk mempromosikan usaha. Dengan begitu, layanan digital tidak hanya mendukung transaksi keuangan.

Dinas Koperasi Lampung Soroti RAT

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, Samsurijal, menyoroti posisi RAT dalam koperasi.

Menurut Samsurijal, Rapat Anggota memegang kekuasaan tertinggi dalam pengambilan keputusan koperasi. RAT juga menjalankan prinsip demokrasi, transparansi, dan akuntabilitas.

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan menghaturkan selamat kepada seluruh jajaran pengurus, Badan pengawas serta anggota KSP Kopdit Mekar Sai yang telah dapat melaksanakan RAT tepat waktu sesuai dengan amanat UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian,” kata Samsurijal.

Samsurijal menegaskan bahwa RAT menjadi kewajiban pengurus koperasi. Karena itu, pengurus harus menjalankan RAT sesuai ketentuan.

Ia juga menjelaskan konsekuensi bagi koperasi yang tidak menjalankan RAT. Menurutnya, pengurus dapat memikul tanggung jawab pribadi atas kegiatan operasional selama tahun buku tersebut.

Anggota Kopdit Mekar Sai Naik 4,93 Persen

Samsurijal kemudian memaparkan sejumlah data dalam laporan RAT. Data itu menunjukkan perubahan pada kinerja koperasi.

“Aset koperasi mengalami penurunan sebesar 8,34 persen, SHU mengalami kenaikan sebesar 0,04 persen dan anggota mengalami kenaikan sebesar 4,93 persen,” ujarnya.

Karena itu, Samsurijal meminta pengurus dan anggota memanfaatkan RAT sebagai momentum evaluasi. Mereka juga perlu menyusun program kerja untuk 2023.

“Untuk itu saya berharap kepada jajaran pengurus dan seluruh anggota, agar rapat ini dapat dijadikan momentum untuk mengevaluasi pengelolaan usaha KSP Kopdit Mekar Sai sebagai wujud pelaksanaan program kerja Tahun Buku 2022 dan sekaligus pemantapan program Tahun 2023,” katanya.

Koperasi Fokus pada Kesejahteraan Anggota

Samsurijal menjelaskan tujuan utama koperasi. Menurutnya, koperasi harus mengutamakan kesejahteraan anggota.

Ia menilai koperasi tidak boleh hanya mengejar keuntungan. Sebaliknya, anggota perlu membangun kerja sama untuk mengembangkan koperasi.

Setiap anggota juga perlu menjalankan tugas sesuai perannya. Kerja sama tersebut dapat memperkuat rasa memiliki terhadap koperasi.

Selain itu, kerja sama dapat mempererat hubungan kekeluargaan antaranggota.

Koperasi Diminta Tingkatkan Daya Saing

Samsurijal meminta pengurus, pengawas, dan anggota meningkatkan daya saing koperasi. Mereka juga perlu meningkatkan kompetensi dalam mengelola organisasi.

Ia menilai peningkatan kompetensi menjadi modal penting. Langkah tersebut juga dapat membantu koperasi memberikan pelayanan lebih baik.

“Pengurus dan Pengawas harus mempunyai komitmen untuk maju dan mengelola usaha secara efektif dan efisien sehingga mampu bersaing dengan badan usaha lainnya,” jelas Samsurijal.

Ia juga meminta anggota menjalankan hak dan kewajiban secara seimbang. Selain itu, anggota perlu menjaga prinsip dan jati diri koperasi.

Samsurijal turut mendorong kerja sama dengan gerakan koperasi dan badan usaha lain. Kerja sama itu dapat mencakup permodalan, pemasaran, dan peningkatan kualitas SDM.

Kopdit Mekar Sai Ikuti Perkembangan Teknologi

Era digital juga menjadi perhatian Samsurijal. Ia meminta koperasi mengikuti perkembangan teknologi.

“Di era digitalisasi kami berharap koperasi dapat menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi digital, baik dari segi pola pelayanan dan segmen pelayan supaya tidak ketinggalan dengan koperasi lainnya,” jelasnya.

Menurut Samsurijal, koperasi membutuhkan tata kelola yang baik untuk membangun organisasi yang sehat dan mandiri.

Ia berharap Kopdit Mekar Sai menjaga eksistensi setelah pandemi. Pengurus, pengawas, dan anggota perlu memperkuat rasa memiliki terhadap koperasi.

“Tahun 2023 merupakan tahun kebangkitan pasca pandemi, semoga dengan dukungan pengurus, pengawas dan anggota KSP Kopdit Mekar Sai dapat menjaga eksistensinya dengan senantiasa menanamkan rasa memiliki dan menjaga koperasi itu sendiri,” pungkasnya.