Uskup Tanjungkarang Umumkan Perubahan Tugas Puluhan Imam

ALTUMNEWS.Com, METRO – Uskup Tanjungkarang Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo mengumumkan perubahan tugas kegembalaan puluhan imam. Pengumuman tersebut berlangsung dalam Misa Tahbisan Frater Fransiskus Xaverius Hendri Firmanto menjadi diakon.

Upacara tahbisan berlangsung di Gereja Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Metro, Rabu (7/2/2024). Dalam kesempatan tersebut, Keuskupan Sufragan Tanjungkarang sekaligus mengumumkan penugasan baru bagi para imam.

Selanjutnya, Romo Kornelius Anjarsi, Pr., membacakan daftar peralihan tempat tugas dan penugasan tersebut. Berikut rincian lengkapnya:

Penugasan di Lingkungan Keuskupan

  1. Romo Adrianus Satu Mango, Pr., sebagai Vikjen Keuskupan Tanjungkarang.
  2. Romo Antonius Untoro, Pr., sebagai Ekonom Keuskupan Tanjungkarang.
  3. Romo Nicolaus Heru Andrianto, Pr., sebagai Sekretaris Keuskupan Tanjungkarang.
  4. Romo Krisantus Ian Bagas Brahmanthio, Pr., sebagai Vikaris Yudisial Keuskupan Tanjungkarang.
  5. Romo Wolfram Safari, Pr., sebagai Pastor Rekan Paroki Katedral Kristus Raja Tanjungkarang.
  6. Romo Yulianus Bambang Condro Saptono, Pr., sebagai Pastor Rekan Paroki Katedral Kristus Raja Tanjungkarang.

Selain itu, sejumlah imam mendapat tugas baru di berbagai paroki dan wilayah pastoral.

Penugasan di Pringsewu, Teluk Betung, dan Kotabumi

  1. Romo Fransiskus Agus Triyono sebagai Pastor Kepala Paroki Santo Yusup Pringsewu.
  2. Romo Bernardus Hariyanto Silaban, Pr., sebagai Pastor Rekan Paroki Santo Yusup Pringsewu.
  3. Romo Laurentius Pratomo, Pr., sebagai Pastor Kepala Paroki Ratu Damai Teluk Betung.
  4. Romo Agustinus Iswanto, Pr., sebagai Pastor Kepala Paroki Kabar Gembira Kotabumi.
  5. Romo Thomas Aquino Imam Mursyid, Pr., sebagai Pastor Rekan Paroki Kabar Gembira Kotabumi.

Berikutnya, Keuskupan Tanjungkarang menempatkan sejumlah imam untuk melayani umat di wilayah Kalirejo dan Bandar Jaya.

Penugasan di Kalirejo dan Bandar Jaya

  1. Romo Paulus Saryanto, Pr., sebagai Pastor Kepala Paroki Santo Petrus Kalirejo.
  2. Romo Nicolaus Agung Suprobo, Pr., sebagai Pastor Rekan Paroki Santo Petrus Kalirejo.
  3. Romo Yohanes Theden Tana, Pr., sebagai Pastor Kepala Paroki Santo Lidwina Bandar Jaya.
  4. Romo Yohanes Baptis Widarman, Pr., sebagai Pastor Rekan Paroki Santo Lidwina Bandar Jaya.

Sementara itu, penugasan berikutnya mencakup wilayah Kota Gajah dan Marga Agung.

Penugasan di Kota Gajah dan Marga Agung

  1. Romo Edy Sulistyono Sugito, MSF, sebagai Administrator Paroki Santo Paulus Kota Gajah.
  2. Romo Ignatius Supriyatno, MSF, sebagai Co-Administrator Paroki Santo Paulus Kota Gajah.
  3. Romo Yohanes Agus Susanto, Pr., sebagai Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Tanjungkarang dan Pastor Rekan Paroki Marga Agung.
  4. Romo Fransiskus Supomo, Pr., sebagai Pastor Rekan Unit Pastoral Jatibaru.

Kemudian, Keuskupan juga menetapkan sejumlah tugas baru bagi para imam di Kedaton dan Sidomulyo.

Penugasan di Kedaton dan Sidomulyo

  1. Romo Gregorius Suripto, Pr., sebagai Pastor Rekan Paroki Santo Yohanes Rasul Kedaton. Ia tinggal di Pastoran Stasi Santo Petrus Natar.
  2. Romo Yohanes Kurniawan Jati, Pr., sebagai Pastor Kepala Paroki Keluarga Kudus Sidomulyo.
  3. Romo George Slamet Santoso, Pr., sebagai Pastor Rekan Paroki Keluarga Kudus Sidomulyo.
  4. Romo Apolonius Basuki, Pr., sebagai Pastor Kepala Paroki Santo Andreas Marga Agung.
  5. Romo Philipus Suroyo, Pr., sebagai Ketua Rumpun Kemasyarakatan Keuskupan Tanjungkarang dan Pastor Rekan Paroki Santo Yohanes Rasul Kedaton. Ia tinggal di Rumah Stasi Gereja Santa Maria Immaculata Way Kandis.

Selanjutnya, perubahan tugas juga mencakup wilayah Murni Jaya dan Sribawono.

Penugasan di Murni Jaya dan Sribawono

  1. Romo Kornelius Anjarsi sebagai Pastor Kepala Paroki Santo Yohanes Paulus Murni Jaya. Ia mendapat pembebasan tugas sebagai Sekretaris Keuskupan dan Direktur RSW.
  2. Romo Christoforus Susanto sebagai Pastor Rekan Paroki Santo Yohanes Paulus Murni Jaya. Ia mendapat pembebasan tugas sebagai misionaris di Suriname.
  3. Romo Ambrosius Astono Budiatmaja, Pr., sebagai Pastor Kepala Paroki Santo Thomas Rasul Sribawono.
  4. Romo Yohanes Soelatin, Pr., sebagai Pastor Rekan Paroki Santo Thomas Rasul Sribawono.

Setelah itu, penugasan berlanjut ke wilayah Bakauheni, Pajar Mataram, dan Rumbia.

Penugasan di Bakauheni, Pajar Mataram, dan Rumbia

  1. Romo Thomas Metan Jamlean, Pr., sebagai Pastor Kepala Paroki Santo Kristoforus Bakauheni.
  2. Romo Andreas Basuki, Pr., sebagai Pastor Rekan Paroki Santo Kristoforus Bakauheni.
  3. Romo Stefanus Widianto, Pr., sebagai Pastor Kepala Paroki Santa Maria Pajar Mataram.
  4. Diakon Fransiskus Xaverius Hendri Firmanto sebagai Diakon Rekan Paroki Santa Maria Pajar Mataram.
  5. Romo Cornelius Suja’i, Pr., sebagai Pastor Kepala Paroki Santo Yohanes Don Bosco Rumbia.

Di sisi lain, Keuskupan Tanjungkarang juga menetapkan sejumlah imam untuk menjalankan tugas pastoral dan pelayanan khusus.

Tugas Pastoral dan Komisi Keuskupan

  1. Romo Antonius Suhendri sebagai Ketua Pastoral Care Rumah Sakit-Lapas dan Ketua Komisi Seminari/Panggilan. Ia tinggal di Rumah Pastoran Panjang.
  2. Piet Yoenanta Soekowiloeja, Pr., sebagai Ketua Pusat Pastoral sekaligus Kepala Kantor Pusat Pastoral Tanjungkarang. Ia tinggal di Rumah Uskup Cendana.
  3. Romo F. Fritz Dwi Saptoadi, Pr., sebagai Ketua Rumpun Pewartaan. Ia tinggal di Rumah Pastoran Panjang.
  4. Romo Petrus Tripomo, Pr., sebagai Ketua Komisi Liturgi sekaligus Koordinator Lembaga LP3KD.

Selain tugas pastoral, sejumlah imam juga mendapat tanggung jawab dalam bidang komunikasi, yayasan, pelayanan sosial, dan Kitab Suci.

Tugas Media, Yayasan, Komsos, dan Kitab Suci

  1. Romo Fransiskus Xaverius Dista Kristanto, Pr., sebagai Direktur Radio Suara Wajar Bandar Lampung.
  2. Romo Laurentius Totok Subiyanto, Pr., sebagai Ketua Dewan Yayasan Gentiaras.
  3. Romo Agustinus Sunarta Yoga Pamungkas, Pr., sebagai Ketua Komsos dan Ketua Caritas.
  4. Romo Mateus Sumarno, MSF, sebagai Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Tanjungkarang.
  5. Romo Andreas Sutrisno, Pr., sebagai Ketua Yayasan Xaverius Tanjungkarang.

Dengan demikian, perubahan tugas tersebut mencakup pelayanan di tingkat keuskupan, paroki, komisi, yayasan, hingga berbagai bidang pastoral. Melalui penugasan baru ini, para imam diharapkan dapat melanjutkan pelayanan dan pendampingan umat di tempat tugas masing-masing.***