ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG — Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Zainal Abidin, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Persiapan Angkutan Lebaran 2025 secara virtual di Command Center, Lt.2, Senin (17/2/2025). Rapat yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, ini membahas dua isu besar, yaitu pengendalian inflasi di daerah dan antisipasi lonjakan arus mudik serta arus balik pada Lebaran 2025.
Menteri Tito Karnavian membuka rapat dengan memberikan apresiasi terhadap pencapaian inflasi yang rendah pada Januari 2025, dengan inflasi year-on-year sebesar 0,76 persen, salah satu yang terendah di Indonesia. “Pencapaian ini patut diapresiasi, dan kami berharap bisa terus menjaga stabilitas harga, mengingat adanya potensi peningkatan harga barang menjelang Ramadan,” ujarnya.
Tito Karnavian juga menyoroti penurunan inflasi month-on-month yang mencapai -0,76 persen, yang dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah, seperti pemberian diskon 50 persen untuk listrik bagi masyarakat berdaya beli rendah. Penurunan harga tersebut juga terlihat pada beberapa kelompok pengeluaran perumahan dan bahan rumah tangga.
Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, memberikan peringatan terkait potensi lonjakan harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri, terutama pada komoditas daging ayam, telur ayam ras, dan bahan pokok lainnya. Pudji juga menyampaikan disparitas harga antar daerah yang perlu diwaspadai, seperti harga beras medium yang mengalami perbedaan harga hingga 14 persen.
Dalam mengatasi disparitas harga, Kementerian Perdagangan mengupayakan stabilisasi harga minyak goreng, khususnya Minyakita yang saat ini dipasarkan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Langkah-langkah distribusi dan pengawasan rantai pasokan menjadi fokus utama untuk menurunkan harga barang tersebut.
Di sisi lain, untuk memastikan ketersediaan bahan pangan nasional menjelang Idul Fitri 2025, Nita Yulianis dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) meyakinkan bahwa neraca pangan nasional diproyeksikan aman. “Kami pastikan bahwa kebutuhan pangan selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi dengan baik,” ungkap Nita.
Menteri Perhubungan, Dudi Purwagandhi, juga memberikan paparan tentang kesiapan angkutan lebaran 2025. Berdasarkan evaluasi Angkutan Natal dan Tahun Baru 2024/2025 yang berjalan lancar, diperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada H-3, sedangkan puncak arus balik pada H+5. Dudi juga mengungkapkan bahwa kementeriannya telah menyiapkan kebijakan untuk mengatasi kepadatan arus mudik, salah satunya dengan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 26 atau 28 Maret 2025.
Lebih lanjut, Dudi menyebutkan bahwa kebijakan pembatasan angkutan barang dan sepeda motor, serta penyelenggaraan mudik gratis, juga akan diterapkan untuk memperlancar arus mudik. “Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik pada Lebaran 2025,” ujar Menteri Perhubungan.***





