Lampung Dorong Integrasi Pendidikan dan Pengendalian Inflasi sebagai Strategi Pembangunan Berkelanjutan

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menegaskan komitmennya dalam menyelaraskan strategi pembangunan ekonomi dengan penguatan sumber daya manusia (SDM). Hal ini tercermin dari partisipasi aktif Pemprov dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Program Sekolah Unggul Garuda, Senin (14/04/2025), yang diikuti secara virtual oleh Staf Ahli Ekubang, Zainal Abidin, dari Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung.

Dalam rapat tersebut, dua isu krusial yang kerap berjalan sendiri-sendiri di banyak daerah—yakni pengendalian inflasi dan pembenahan pendidikan unggulan—diangkat secara bersamaan sebagai kerangka pembangunan terpadu.

Program Sekolah Unggul Garuda, yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan dijalankan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), dirancang sebagai fondasi penguatan SDM sejak tingkat sekolah menengah atas. Fokusnya adalah menyiapkan generasi muda Indonesia agar kompetitif di bidang sains dan teknologi—dua bidang yang krusial dalam mendorong ketahanan ekonomi nasional.

Menurut Wamen Dikti Saintek, Stella Christie, kebijakan ini bertujuan menghilangkan kesenjangan akses terhadap pendidikan sains dan teknologi berkualitas. Program ini bukan sekadar proyek sekolah elit, tetapi bagian dari strategi pra-universitas nasional yang dirancang untuk melahirkan ilmuwan, peneliti, dan inovator masa depan.

“Sekolah Unggul Garuda bukan proyek elit. Ini jalur cepat untuk memastikan anak-anak Indonesia dari berbagai daerah bisa bersaing masuk perguruan tinggi terbaik dunia,” ujar Stella.

Sementara itu, dalam sesi koordinasi pengendalian inflasi, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyoroti peran besar komoditas pangan seperti cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah dalam mendongkrak angka inflasi nasional pada Maret 2025.

Amalia menjelaskan, lonjakan harga pangan, terutama pada momen Ramadan dan Idul Fitri, masih menjadi pola berulang setiap tahun. Data BPS menunjukkan bahwa inflasi bulan ke bulan (Maret 2025 dibanding Februari 2025) tercatat 1,65%, angka yang lebih tinggi dari bulan sebelumnya.

Menanggapi hal itu, Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir, menegaskan pentingnya ketahanan pangan berbasis lokal.

“Kami mendorong kepala daerah untuk melakukan penanaman mandiri komoditas penyumbang inflasi. Tidak harus dalam skala besar, tapi cukup untuk memenuhi kebutuhan kabupaten masing-masing,” tegas Tomsi.

Keterlibatan Lampung dalam rapat ini menjadi indikasi pentingnya posisi provinsi ini dalam dua pilar pembangunan utama: sebagai lumbung pangan nasional dan sebagai wilayah yang sedang mengakselerasi kualitas pendidikan. Dengan tekanan inflasi yang sebagian besar berasal dari sektor pangan, serta visi jangka panjang melalui program pendidikan unggulan, Lampung dinilai berpotensi menjadi model pembangunan berbasis sinergi sektor ekonomi dan pendidikan.

Zainal Abidin menekankan bahwa Pemprov Lampung menyambut baik Program Sekolah Unggul Garuda, dan siap untuk menyesuaikan strategi pembangunan daerah agar selaras dengan arah kebijakan nasional di bawah pemerintahan baru.

“Kami melihat pendidikan dan ekonomi bukan sebagai dua hal yang terpisah. Justru keduanya saling menopang. SDM unggul akan menghasilkan kebijakan dan praktik ekonomi yang tangguh,” ujarnya usai mengikuti rapat.

Langkah menyandingkan pembahasan inflasi dan pendidikan dalam satu forum ini dinilai sebagai pendekatan baru yang patut dikembangkan lebih lanjut. Terutama di era ketika daerah dituntut untuk lebih mandiri dan adaptif dalam menyikapi dinamika nasional maupun global.

Dengan partisipasi aktif dalam forum tersebut, Lampung menunjukkan kesiapan untuk menjadi pionir dalam pendekatan pembangunan yang lebih integratif, adaptif, dan berkelanjutan.***