Warga Dusun Sinar Tiga Gotong Royong Bersihkan Sisa Longsor di Area Air Terjun

ALTUMNEWS.Com, PESAWARAN — Warga Dusun Sinar Tiga, Desa Harapan Jaya, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, mulai bergotong royong membersihkan sisa-sisa material tanah longsor yang sempat menimbun sebagian area air terjun setempat. Diketahui, bencana tanah longsor terjadi pada Maret 2025 lalu dan menyebabkan kawasan wisata tersebut tertimbun material tanah.

Hampir satu tahun lamanya, timbunan longsor tersebut dibiarkan. Namun sejak bulan lalu, masyarakat setempat mulai berinisiatif melakukan pembersihan secara rutin demi memulihkan kembali kawasan air terjun yang menjadi salah satu destinasi favorit warga sekitar.

Tokoh masyarakat Dusun Sinar Tiga, Basrowi (78), mengatakan kegiatan gotong royong telah dilaksanakan secara berkala.

“Masyarakat Dusun Sinar Tiga, Desa Harapan Jaya, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran sudah bulan kemarin, dan ini dirutinkan setiap hari Jumat terus. Ini sudah berjalan tiga kali,” ujar Basrowi, Minggu (1/3/2026) saat ditemui Altumnews.com di kediamannya.

Ia menjelaskan, progres pembersihan saat ini sudah menunjukkan hasil yang cukup signifikan.

“Untuk persentase perbaikan dan pembersihan puing-puing tanah longsor di sekitaran air terjun ya sekarang sudah lumayan, sudah bersih,” katanya.

Menurut pemilik Kolam Renang Tirto Langgeng ini pada Minggu, 1 Maret 2026, kegiatan gotong royong turut melibatkan para ibu-ibu di dusun tersebut. Mereka tidak hanya membersihkan area sekitar air terjun, tetapi juga merapikan jalan menuju lokasi wisata.

“Hari ini tadi, Minggu 1 Maret 2026, para ibu-ibu yang gotong royong. Mereka juga membersihkan area jalan menuju air terjun ini,” tambahnya.

Ke depan lanjut Mbah Bas, masyarakat juga berencana membangun kembali gazebo di area atas air terjun sebagai fasilitas pendukung bagi pengunjung.

“Rencananya sambil mau bikin lagi gazebo di atas pakai kayu bulat,” jelas Basrowi.

Dikatakan Mbah Bas, dalam setiap kegiatan gotong royong, sedikitnya 20 warga terlibat. Dua kali kegiatan sebelumnya dilaksanakan pada hari Jumat, sementara pada Minggu ini seluruh peserta merupakan kaum perempuan.

“Kalau sekali gotong royong jumlahnya paling sedikit 20 orang. Rutin, dua kali sebelumnya hari Jumat, dan pada hari ini hari Minggu para perempuan semua yang gotong-royong. Diambil hari Minggu ini karena biar cepat selesai dan hari Lebaran ini bisa dibuka dan dikunjungi wisatawan,” tutupnya.***