ALTUMNEWS.Com, WAY GELAM -— Desa Way Gelam di Kecamatan Candipuro menyimpan banyak cerita masa lalu yang menarik untuk ditelusuri. Dahulu, masyarakat mengenal wilayah ini sebagai kawasan hutan lebat dengan jumlah penduduk yang masih sangat sedikit.
Seiring waktu, warga membuka lahan dan membangun permukiman hingga desa ini berkembang seperti sekarang. Para sesepuh desa masih mengingat kuat masa ketika alam liar mendominasi wilayah tersebut.
Kondisi Way Gelam Saat Masih Berupa Hutan
Pada masa lalu, Desa Way Gelam dikenal sebagai kawasan hutan yang masih liar. Aktivitas manusia masih sangat terbatas, dan masyarakat bergantung pada alam sekitar.
Warga yang pertama kali menetap di wilayah ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari medan yang sulit hingga hewan liar yang sering muncul di sekitar permukiman.
Kisah Yusuf Tukiman dan Serangan Babi Hutan
Salah satu kisah datang dari Yusuf Tukiman (73), sesepuh Desa Way Gelam yang lahir di Jember pada 1953. Saat ditemui Altumnews.com, di Waroeng Djoglo Resto & Cafe pada 17 Mei 2026, ia menceritakan pengalaman awal tinggal di wilayah tersebut.
Ia mengingat kejadian pada tahun 1977 ketika ia beraktivitas di area hutan yang kini menjadi bagian dari Desa Way Gelam.
“Saya memukul babi itu dengan cangkul, tetapi babi tersebut justru menyerang balik dan menubruk saya. Saat itu saya sempat berpikir saya akan mati,” kata Mbah Tukiman, begitu dia akrab disapa.
Mbah Tukiman menjelaskan bahwa seekor babi hutan berukuran besar tiba-tiba menyerangnya hingga menjatuhkannya ke tanah. Ia merasakan sakit hebat di bagian dalam tubuh, meskipun tidak mengalami luka luar yang serius.
“Celana saya sampai sobek, tapi rasa sakitnya luar biasa,” ujarnya.

Peran Anjing dan Warga dalam Menyelamatkan
Anjing peliharaannya terus menggonggong ke arah babi hutan tersebut. Gonggongan itu membuat hewan liar tersebut berhenti menyerang.
Tidak lama kemudian, warga desa lain datang setelah mendengar keributan di lokasi kejadian. Warga yang datang membuat babi hutan itu akhirnya pergi meninggalkan area tersebut.
“Anjing saya terus menggonggong, sehingga babi itu berhenti menyerang dan pergi. Setelah itu warga datang membantu,” tambahnya.
Perubahan Desa Way Gelam Hingga Kini
Kisah ini menjadi bagian dari sejarah lisan Desa Way Gelam yang menggambarkan kondisi wilayah tersebut pada masa lalu, ketika masih berupa hutan lebat dengan kehidupan liar yang dominan.
Kini, Desa Way Gelam berkembang menjadi kawasan permukiman yang lebih ramai dan tertata. Cerita masa lalu seperti ini tetap menjadi warisan penting bagi generasi berikutnya.***





