ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung sekaligus Ketua Umum Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial Provinsi Lampung, Jihan Nurlela, membuka Rapat Program Kerja LKKS Provinsi Lampung di Gedung Pusiban, Rabu, 13 Mei 2026.
Kegiatan itu mengusung tema “Strategi Kreatif dan Sinergi LKKS dalam Optimalisasi Program Kesejahteraan Sosial”. Melalui tema tersebut, LKKS ingin memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Lampung.
LKKS Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Dalam sambutannya, Jihan Nurlela menegaskan bahwa LKKS memegang peran penting sebagai mitra pemerintah daerah. Karena itu, ia menilai koordinasi yang kuat dapat membantu pelaksanaan program sosial yang efektif dan tepat sasaran.
Selain itu, ia juga menyoroti keberadaan 228 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di 15 kabupaten/kota di Lampung. Menurutnya, jumlah tersebut menjadi potensi besar untuk memperkuat pelayanan sosial masyarakat.
“LKKS harus mampu menjadi ujung tombak pelayanan sosial di daerah masing-masing serta memperkuat semangat gotong royong, kepedulian, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pemprov Lampung Fokus Bangun SDM
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong pembangunan sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat. Untuk mendukung tujuan tersebut, pemerintah menjalankan berbagai program strategis di berbagai sektor.
Program itu meliputi penguatan ekonomi desa, hilirisasi potensi desa, serta pelatihan vokasi untuk meningkatkan keterampilan masyarakat. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap masyarakat memiliki daya saing yang lebih baik.
Sejalan dengan program itu, Jihan berharap LKKS dapat menghadirkan program sosial yang mendukung pemberdayaan masyarakat rentan dan keluarga prasejahtera. Selain itu, ia juga meminta LKKS meningkatkan kepedulian sosial secara berkelanjutan.
Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan Sosial
Dalam kesempatan itu, Jihan mengajak seluruh pengurus dan anggota LKKS bekerja secara efektif dan terukur. Di samping itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, relawan, dan masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan semata, tetapi sejauh mana masyarakat merasakan keadilan, kepedulian, dan kesejahteraan,” tegasnya.
Melalui rapat kerja tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung berharap lahir berbagai gagasan dan langkah konkret untuk memperkuat pembangunan sosial di Lampung. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara inklusif dan berkelanjutan.***





