ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Serangga lebah memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem bumi melalui proses penyerbukan alami. Oleh karena itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) mengambil langkah nyata untuk melestarikan keanekaragaman hayati ini. Melalui Integrated Terminal (IT) Panjang, mereka meluncurkan program dukungan bagi kawasan konservasi lebah di Kota Bandar Lampung pada Kamis, 11 Juni 2026.
Perusahaan memusatkan program pelestarian ini di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Lembah Suhita. Saat ini, pengelola P4S Lembah Suhita sukses mengembangkan sekitar 500 koloni lebah madu berkualitas tinggi. Gerakan lingkungan tersebut melibatkan 25 anggota kelompok tani lokal yang aktif bergerak mengolah produk turunan madu.
Selain menjadi pusat budidaya lebah, kawasan asri ini juga menjelma sebagai sarana edukasi bagi masyarakat luas. Para pengunjung bisa mempelajari teknik praktis pertanian ramah lingkungan secara langsung di lapangan.
Penguatan Infrastruktur Akses dan Budidaya Tanaman Kaliandra
Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2026 lalu, Pertamina menegaskan komitmen hijau mereka secara konkret. Pihak perusahaan menyerahkan bantuan penguatan infrastruktur akses kawasan seluas 28 meter persegi kepada pengurus kelompok P4S. Fasilitas baru tersebut bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan para wisatawan dan peserta pelatihan.
Selanjutnya, kawasan hijau ini juga menggalakkan penanaman pohon kaliandra secara masif di sekitar area budidaya. Langkah taktis ini berjalan karena bunga kaliandra merupakan sumber pakan alami terbaik bagi koloni lebah. Dengan demikian, pasokan nektar akan selalu terjaga demi mendukung kelestarian ekosistem daratan.
-
Jumlah Koloni Terkelola: Mencapai 500 koloni lebah madu aktif di bawah pengawasan tim ahli.
-
Fasilitas Baru: Pembangunan infrastruktur jalan akses seluas 28 meter persegi untuk kenyamanan publik.
-
Target SDGs Terpenuhi: Mendukung Tujuan 8 (Ekonomi Layak), Tujuan 15 (Ekosistem Darat), dan Tujuan 17 (Kemitraan).
Lonjakan Kunjungan Wisatawan Hingga Tembus 1.400 Orang
Menariknya, berbagai pengembangan fasilitas tersebut terbukti ampuh mendongkrak minat kunjungan masyarakat. Sebelum mendapat pendampingan dari Pertamina, Lembah Suhita hanya menerima sekitar 1.000 pelancong per tahun. Namun, grafik data pada periode Januari hingga Juni 2026 menunjukkan lonjakan drastis hingga mencapai 1.400 pengunjung.
Ketua P4S Lembah Suhita, Suyadi, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian pihak BUMN. Menurut pandangannya, bantuan Pertamina sangat mempercepat kemajuan sarana edukasi lingkungan di daerahnya.
Integrasi Pelestarian Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi Warga
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, memaparkan esensi utama program. Ia menegaskan bahwa pengembangan Lembah Suhita merupakan bagian dari tanggung jawab sosial lingkungan korporasi. Perusahaan ingin menyatukan misi pelestarian alam dengan agenda pemberdayaan ekonomi rakyat.
“Faktanya, konservasi lebah tidak hanya sekadar menjaga keanekaragaman hayati saja. Lebih dari itu, sektor ini membuka peluang bisnis madu yang menjanjikan bagi warga. Melalui program kemitraan ini, kami ingin menghadirkan manfaat ekonomi yang tumbuh berkelanjutan,” kata Rusminto.
Melalui jalinan kolaborasi yang solid ini, Pertamina Patra Niaga Sumbagsel terus mendorong Lembah Suhita sebagai motor penggerak sirkular ekonomi. Bagi masyarakat yang tertarik belajar, Anda dapat memantau info produk hijau ini atau menghubungi Pertamina Contact Center 135.***





