Rebut 3 Penghargaan Adinata Syariah 2026, Wagub Jihan Minta OPD Genjot Ekosistem Halal di Lampung

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah daerah. Langkah strategis ini menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Mengenai hal itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan komitmen tersebut saat membuka Rapat Koordinasi KDEKS pada Selasa (21/7/2026). Rakor tersebut membahas Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tahun 2027. Pertemuan penting ini berlangsung secara tatap muka di Ruang Abung Balai Keratun.

Lampung Sabet Gelar ‘The New Emerging Sharia Economic Region’

Lalu, Wagub Jihan mengawali sambutannya dengan menyampaikan rasa syukur atas capaian Provinsi Lampung. Provinsi Lampung sukses memboyong tiga penghargaan bergengsi dalam ajang Anugerah Adinata Syariah 2026. Salah satu kategori membanggakan yang Lampung raih adalah gelar The New Emerging Sharia Economic Region.

“Alhamdulillah, rasa bangga dan rasa syukur luar biasa. Kita dapat penghargaan sebagai daerah pengembang utama ekonomi syariah yang baru,” ujar Wagub Jihan Nurlela, Selasa.

Berikutnya, Jihan menegaskan bahwa penghargaan nasional tersebut menjadi modal awal dan pemacu semangat kerja. Sektor ekonomi syariah memegang peranan strategis dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Ekonomi syariah saat ini telah berkembang menjadi ekosistem ekonomi global yang mengedepankan keadilan serta etika bisnis.

Lima Potensi Raksasa Lampung Jadi Pusat Ekonomi Syariah Sumatra

Selanjutnya, Jihan memaparkan lima potensi raksasa yang Lampung miliki untuk memimpin pertumbuhan ekonomi syariah Sumatra. Potensi pertama meliputi status Lampung sebagai lumbung pangan nasional penopang rantai nilai halal (halal value chain). Selain itu, Lampung memiliki ekosistem UMKM yang tumbuh pesat serta jaringan pesantren yang sangat luas.

“Ekosistem ekonomi syariah tidak cukup hanya diukur dari bertambahnya lembaga keuangan syariah. Seluruh rantai nilai harus saling berhubungan dan saling terintegrasi,” tegas Jihan.

Kemudian, Jihan menyoroti potensi ekspor komoditas unggulan seperti kopi, lada, kakao, pisang, dan udang. Pemprov Lampung juga mendorong optimasi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) secara produktif. Jihan menginstruksikan seluruh perangkat daerah agar bekerja dalam satu orkestrasi pembangunan, termasuk memacu sektor pariwisata halal.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Utama RAD 2027

Di samping itu, Direktur Eksekutif KDEKS Provinsi Lampung H. Ardiansyah menekankan pentingnya sinergi antarlembaga. Ardiansyah mengungkapkan bahwa keberhasilan penguatan ekosistem syariah di Lampung memerlukan komitmen kolektif dari seluruh elemen. KDEKS siap mengintegrasikan berbagai inisiatif pengembangan ekonomi syariah agar menjangkau pangsa pasar yang lebih luas.

Kesimpulannya, Wagub Jihan berharap dokumen RAD 2027 dapat berlaku secara efektif dan implementatif di lapangan. Pemerintah Provinsi Lampung optimistis mampu menghadirkan praktik terbaik pembangunan ekonomi syariah yang produktif serta berkelanjutan.***