ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat kolaborasi antardaerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah strategis tersebut kini berfokus pada pengembangan investasi, kawasan industri, serta percepatan hilirisasi komoditas unggulan daerah. Bahkan, pihak pemerintah menegaskan komitmen ini saat menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Malang di Kantor Gubernur Lampung, Selasa (8/7/2026).
Dalam pertemuan penting tersebut, Wakil Gubernur Jihan memaparkan berbagai potensi strategis milik Provinsi Lampung. Menurutnya, posisi geografis Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera menjadi keunggulan tersendiri. Sebab, keunggulan konektivitas ini sangat efektif untuk menarik minat investor dan mengembangkan sektor industri manufaktur.
Saat ini, Lampung memiliki jumlah penduduk sekitar 9,5 juta jiwa. Hebatnya, lebih dari 68 persen dari total penduduk tersebut berada pada usia produktif. Oleh karena itu, kondisi demografi yang menguntungkan ini menjadi modal penting dalam mendukung pengembangan industri yang berdaya saing tinggi.
“Perekonomian Lampung pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,58 persen. Alhasil, angka pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi di seluruh Pulau Sumatera,” ungkap Wagub Jihan dengan optimis.
Terkait capaian tersebut, sektor pertanian menjadi penopang utama kekuatan ekonomi Bumi Ruwa Jurai. Apalagi, Lampung memiliki berbagai komoditas unggulan seperti ubi kayu, nanas, kopi robusta, gula, jagung, pisang, serta sektor peternakan.
Siapkan Kawasan Industri dan Infrastruktur Logistik Lengkap
Guna mendukung masuknya aliran investasi, Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan Kawasan Peruntukan Industri (KPI). Tidak tanggung-tanggung, lahan luas tersebut mencapai lebih dari 22 ribu hektare dan tersebar di sejumlah wilayah strategis.
Kemudian, kawasan industri ini juga memiliki dukungan infrastruktur logistik yang sangat memadai. Infrastruktur tersebut meliputi Jalan Tol Trans Sumatra, Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Bakauheni, Bandara Radin Inten II, hingga jaringan perkeretaapian.
Meskipun memiliki potensi besar, Jihan menilai hilirisasi komoditas unggulan masih menjadi tantangan utama saat ini. Sebab, petani tidak boleh menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah saja. Akibatnya, pelaku usaha harus mengolahnya menjadi produk bernilai tambah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
“Oleh sebab itu, saya berharap kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Malang ini menjadi inisiasi yang baik untuk berkolaborasi ke depan. Maka, kita bisa menjajaki kolaborasi di bidang-bidang potensial lainnya,” tambah Jihan.
Bupati Malang Puji Sistem Integrasi Logistik Lampung
Merespons sambutan hangat tersebut, Bupati Malang H. M. Sanusi menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi. Menurut Sanusi, Lampung telah berhasil mengembangkan kawasan industri yang terintegrasi secara baik dengan sistem logistik pelabuhan. Maka dari itu, keberhasilan ini dapat menjadi referensi penting bagi Kabupaten Malang dalam menyusun strategi ekonomi.
Selanjutnya, Sanusi menjelaskan bahwa Kabupaten Malang juga memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, hingga pariwisata. Terbukti, pada tahun 2025, Kabupaten Malang sukses mencatatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp150,23 triliun dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,92 persen.
Kini, Pemkab Malang sedang menyiapkan sejumlah proyek strategis melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Proyek besar tersebut meliputi Jalan Tol Malang–Kepanjen, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Bromo Vulkanologi Park, hingga proyek kereta layang (Sky Train).
Akhirnya, melalui pertemuan berkala ini, kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat jalinan komunikasi secara intensif. Lalu, kedua daerah membuka peluang kerja sama dalam mempercepat hilirisasi komoditas guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.***





