XLSMART dan Kemenaker Luncurkan Future Ready, Ekosistem Talenta Digital Indonesia

ALTUMNEWS.Com, JAKARTA – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) bersama Kementerian Ketenagakerjaan RI resmi meluncurkan XLSMART Future Ready. Oleh karena itu, ekosistem ini hadir secara khusus untuk menjawab kesenjangan antara kompetensi angkatan kerja dan kebutuhan industri di era digital.

Program Future Ready menghubungkan berbagai proses dalam satu ekosistem kolaboratif. Proses tersebut meliputi pembelajaran, peningkatan keterampilan, sertifikasi, mentoring, magang (internship), hingga akses peluang kerja. Melalui pendekatan end-to-end ini, XLSMART ingin mempercepat lahirnya talenta digital siap kerja sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Bonus Demografi Membutuhkan Talenta Siap Kerja

Indonesia saat ini menikmati bonus demografi dengan 68% penduduk usia produktif. Namun, kesiapan kompetensi mereka belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan industri.

Sebagai bukti, berbagai studi menunjukkan sekitar 90% pekerjaan masa depan membutuhkan keterampilan digital dasar. Di sisi lain, tiga dari sepuluh perusahaan di Indonesia masih sulit mendapat talenta siap kerja. Padahal, permintaan keahlian di bidang AI, data analytics, cloud, cybersecurity, digital engineering, dan jaringan terus melonjak.

Oleh sebab itu, tantangan utama Indonesia bukan lagi sekadar memperluas akses pelatihan. Sebaliknya, pemerintah dan industri harus memastikan pengembangan kompetensi ini terhubung langsung dengan peluang kerja nyata.

Pendekatan Learning to Earning

Mayoritas program pengembangan talenta berhenti pada tahap pelatihan atau sertifikasi saja. Berbeda dengan itu, Future Ready menghadirkan pendekatan baru bernama learning to earning.

Dengan pendekatan ini, program mengawal seluruh perjalanan peserta secara runtut. Prosesnya dimulai dari pembelajaran digital, sertifikasi, mentoring bersama praktisi, magang, hingga akhirnya membuka akses kerja lewat mitra industri. Alhasil, investasi peningkatan kompetensi ini benar-benar berdampak nyata pada karier peserta.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, Ph.D., mengatakan:

“Transformasi dunia kerja butuh kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan institusi pendidikan. Oleh karena itu, kami mengapresiasi komitmen XLSMART melalui Future Ready. Program ini tidak hanya melatih peserta, tetapi juga membuka akses kerja yang luas lewat kemitraan industri.”

“Selain itu, pendekatan yang sesuai kebutuhan nyata industri seperti ini sangat relevan untuk tantangan saat ini. Kami berharap kolaborasi ini melahirkan talenta digital yang adaptif dan kompetitif. Selanjutnya, mereka akan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.”

Kualitas SDM Penentu Transformasi Digital

Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, menegaskan bahwa kualitas SDM merupakan kunci utama transformasi digital, bukan hanya kualitas jaringan.

“Kami percaya infrastruktur saja tidak cukup. Oleh sebab itu, investasi jaringan digital harus berjalan beriringan dengan pengembangan talenta. Sebab, infrastruktur tanpa SDM yang siap memanfaatkan teknologi tidak akan menghasilkan transformasi yang sesungguhnya.”

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Indonesia sebenarnya tidak kekurangan program pelatihan. Namun, Indonesia lebih butuh program yang menghubungkan pembelajaran dengan peluang kerja.

“Maka dari itu, lewat Future Ready, kami menyatukan pelatihan dan akses kerja dalam satu platform. Kini, kami menargetkan minimal 1.000 talenta muda mendapat kesempatan magang atau kerja lewat kolaborasi ini.”

Menutup Kesenjangan Talenta

Perkembangan teknologi mengubah kebutuhan kompetensi di hampir seluruh sektor. Akibatnya, permintaan keahlian digital tingkat lanjut terus meningkat. Bahkan, berbagai laporan memproyeksikan Indonesia akan kekurangan jutaan talenta digital jika pengembangan kompetensi tidak berjalan cepat.

Untuk mengatasi hal tersebut, XLSMART merancang Future Ready berbasis kebutuhan industri. Alhasil, peserta mendapat jalur karier yang lebih terarah sejak tahap pelatihan hingga rekrutmen. Sementara itu, bagi dunia usaha, program ini mempermudah akses ke talent pool yang siap kerja.

Target Future Ready

Melalui Future Ready, XLSMART menargetkan:

  • Menjangkau 1 juta talenta muda lewat aplikasi Sisternet dan website Future Ready.

  • Menghadirkan 10.000 sertifikat penyelesaian pelatihan.

  • Selain itu, membantu minimal 1.000 talenta muda mendapat kesempatan magang atau kerja.

Saat ini Future Ready telah bermitra strategis dengan ZTE dan Eka Tjipta Foundation. Ke depan, XLSMART akan terus memperluas ekosistem kolaboratif ini.

Meskipun demikian, manajemen menilai keberhasilan program bukan sekadar dari jumlah peserta atau sertifikat. Sebaliknya, indikator utamanya adalah seberapa banyak talenta yang berhasil mendapat pengalaman industri dan pekerjaan nyata.

Kemudian, penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara XLSMART dan Kemenaker mengawali peluncuran program ini untuk memperkuat sinergi talenta digital nasional.

Director & Chief People Officer XLSMART, Jeremiah Ratadhi, menambahkan:

“Kami merancang program ini berdasarkan kebutuhan nyata industri. Oleh karena itu, setiap tahapan menyatu secara terintegrasi, mulai dari pelatihan, mentoring, hingga akses rekrutmen.”

“Selanjutnya, kami akan memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra dan institusi pendidikan. Langkah ini bertujuan agar semakin banyak masyarakat mendapat keterampilan relevan dan jalur karier yang jelas.”

Mendukung Indonesia Emas 2045

Future Ready merupakan wujud nyata dari nilai perusahaan Customer at Heart. Sebagai perusahaan yang memperkuat kepemimpinan jaringan lewat 5G Blanket Coverage, XLSMART meyakini pemerataan akses digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi.

Kesimpulannya, melalui Future Ready, XLSMART menegaskan komitmennya menjadi mitra strategis pemerintah. Ekosistem terintegrasi ini memicu lahirnya talenta digital yang kompetitif, meningkatkan produktivitas nasional, serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.***